<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak</title><description>Ahmad mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak"/><item><title>Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak-FT06HTlLtN.png" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ibu alami erupsi/Foto: PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/340/2860695/gunung-ibu-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-di-atas-puncak-FT06HTlLtN.png</image><title>Gunung Ibu alami erupsi/Foto: PVMBG</title></images><description>


JAKARTA - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi, Rabu 9 Agustus 2023, pukul 10.50 WIT. Erupsi Gunung Ibu terjadi sejak Minggu 6 Agustus 2023.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bebas Bersyarat, Bharada E Kembali ke Pelukan Keluarga

&quot;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 09 Agustus 2023, pukul 11:36 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2325 m di atas permukaan laut),&quot; ungkap Petugas Pos Gunung Api, Ahmad Basuki dalam keterangannya, Rabu (9/8/2023).
Ahmad mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 82 detik
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Ibu Erupsi Lagi, PVMBG: Letusan 600 Meter di Atas Puncak

Sementara itu, Ahmad meminta agar masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&amp;ldquo;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi, Rabu 9 Agustus 2023, pukul 10.50 WIT. Erupsi Gunung Ibu terjadi sejak Minggu 6 Agustus 2023.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bebas Bersyarat, Bharada E Kembali ke Pelukan Keluarga

&quot;Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 09 Agustus 2023, pukul 11:36 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2325 m di atas permukaan laut),&quot; ungkap Petugas Pos Gunung Api, Ahmad Basuki dalam keterangannya, Rabu (9/8/2023).
Ahmad mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 82 detik
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gunung Ibu Erupsi Lagi, PVMBG: Letusan 600 Meter di Atas Puncak

Sementara itu, Ahmad meminta agar masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.&amp;ldquo;Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
