<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capres Ekuador Ditembak Mati Saat Hadiri Acara Publik, Pelaku Sempat Luncurkan Granat</title><description>Villavincencio ditembak beberapa kali saat akan meninggalkan lokasi acara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat"/><item><title>Capres Ekuador Ditembak Mati Saat Hadiri Acara Publik, Pelaku Sempat Luncurkan Granat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat-Y7bBdP211n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fernando Villavicencio. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/18/2861420/capres-ekuador-ditembak-mati-saat-hadiri-acara-publik-pelaku-sempat-luncurkan-granat-Y7bBdP211n.jpg</image><title>Fernando Villavicencio. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xMS8xLzE1MDQwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
QUITO - Kandidat presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditembak mati dalam sebuah acara publik di Ibu Kota Quito pada Rabu, (9/8/2023) malam. Pembunuhan Villavicencio terjadi dua minggu sebelum pemilihan presiden di Ekuador.

BACA JUGA:
Breaking News: Capres Ekuador Ditembak Mati Dua Pekan Jelang Pilpres

Villavicencio, yang merupakan anggota Majelis Nasional Ekuador adalah salah satu kandidat utama pada putaran pertama pemungutan suara untuk menggantikan Presiden Guillermo Lasso, yang akan berlangsung pada 20 Agustus. Dia ditembak saat meninggalkan acara rapat umum di sebuah sekolah menengah di Quito.
Menurut Wakil Komandan Kepolisian Nasional Ekuador Jenderal Manuel I&amp;ntilde;iguez, Villavicencio ditembak beberapa kali saat akan masuk ke dalam mobilnya. Pria berusia 59 tahun itu sempat dilarikan ke klinik terdekat tetapi nyawanya tak tertolong.

BACA JUGA:
Wali Kota di Ekuador Ditembak Mati di Tengah Kerumunan, Tersangka Melarikan Diri&amp;nbsp;

Iniguez mengatakan bahwa para penyerang sempat melontarkan granat ke rombongan  Villavicencio, tetapi tidak meledak.
Seorang petugas polisi juga terluka dalam serangan itu, demikian dilaporkan Washington Post.Ekuador menghadapi rekor tingkat kekerasan geng, dengan perdagangan narkoba yang tak terkendali, saat para pemilih bersiap untuk pergi ke tempat pemungutan suara. Para kandidat selama kampanye berfokus pada meningkatnya kekerasan di negara Amerika Selatan itu.

BACA JUGA:
Penembakan di Selandia Baru Tewaskan 2 Orang, Beberapa Jam Sebelum Pembukaan Piala Dunia&amp;nbsp;

Lasso menyerukan pemilihan mendadak yang tidak biasa setelah membubarkan Majelis Nasional dan mencegah pemakzulannya.
Jajak pendapat menunjukkan Villavicencio tertinggal dari setidaknya dua kandidat lainnya, tetapi telah mendapatkan dukungan dalam beberapa hari terakhir.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8xMS8xLzE1MDQwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
QUITO - Kandidat presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditembak mati dalam sebuah acara publik di Ibu Kota Quito pada Rabu, (9/8/2023) malam. Pembunuhan Villavicencio terjadi dua minggu sebelum pemilihan presiden di Ekuador.

BACA JUGA:
Breaking News: Capres Ekuador Ditembak Mati Dua Pekan Jelang Pilpres

Villavicencio, yang merupakan anggota Majelis Nasional Ekuador adalah salah satu kandidat utama pada putaran pertama pemungutan suara untuk menggantikan Presiden Guillermo Lasso, yang akan berlangsung pada 20 Agustus. Dia ditembak saat meninggalkan acara rapat umum di sebuah sekolah menengah di Quito.
Menurut Wakil Komandan Kepolisian Nasional Ekuador Jenderal Manuel I&amp;ntilde;iguez, Villavicencio ditembak beberapa kali saat akan masuk ke dalam mobilnya. Pria berusia 59 tahun itu sempat dilarikan ke klinik terdekat tetapi nyawanya tak tertolong.

BACA JUGA:
Wali Kota di Ekuador Ditembak Mati di Tengah Kerumunan, Tersangka Melarikan Diri&amp;nbsp;

Iniguez mengatakan bahwa para penyerang sempat melontarkan granat ke rombongan  Villavicencio, tetapi tidak meledak.
Seorang petugas polisi juga terluka dalam serangan itu, demikian dilaporkan Washington Post.Ekuador menghadapi rekor tingkat kekerasan geng, dengan perdagangan narkoba yang tak terkendali, saat para pemilih bersiap untuk pergi ke tempat pemungutan suara. Para kandidat selama kampanye berfokus pada meningkatnya kekerasan di negara Amerika Selatan itu.

BACA JUGA:
Penembakan di Selandia Baru Tewaskan 2 Orang, Beberapa Jam Sebelum Pembukaan Piala Dunia&amp;nbsp;

Lasso menyerukan pemilihan mendadak yang tidak biasa setelah membubarkan Majelis Nasional dan mencegah pemakzulannya.
Jajak pendapat menunjukkan Villavicencio tertinggal dari setidaknya dua kandidat lainnya, tetapi telah mendapatkan dukungan dalam beberapa hari terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
