<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mimpi Buruk Penasihat Spiritual, Istana Majapahit Ludes Terbakar</title><description>Mimpi Buruk Penasihat Spiritual, Istana Majapahit Ludes Terbakar
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar"/><item><title>Mimpi Buruk Penasihat Spiritual, Istana Majapahit Ludes Terbakar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar-F21A20zQ4j.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Situs peninggalan Kerajaan Majapahit. (Ilustrasi/Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861150/mimpi-buruk-penasihat-spiritual-istana-majapahit-ludes-terbakar-F21A20zQ4j.jpeg</image><title>Situs peninggalan Kerajaan Majapahit. (Ilustrasi/Dok Okezone)</title></images><description>

PENASIHAT Kraton Majapahit, yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong, mendapatkan mimpi buruk. Mereka mendapati mimpi soal kehancuran Kerajaan Majapahit.


Keduanya merupakan abdi kinasih sekaligus sebagai penasihat spiritual Sang Prabu Brawijaya V.



Karena itu, mendapati mimpi buruk tersebut, keduanya langsung menemui Prabu Brawijaya. Padahal saat itu waktu sudah tengah malam.



Karena dianggap berita penting, Sabda Palon dan Naya Genggong bersikeras menghadap Baginda Raja di istana dalam. Tak peduli saat itu sudah larut malam, keduanya nekat menerobos pintu istana dalam Majapahit yang dijaga oleh beberapa orang prajurit.

Tampaknya keduanya menginginkan suatu pembicaraan rahasia yang tak boleh diketahui oleh para nayaka praja lainnya.






BACA JUGA:
Sosok Perempuan Penguasa Pertama Majapahit yang Disambut Dukungan Rakyat&amp;nbsp; &amp;nbsp;








&quot;Ada kabar penting rupanya sehingga kalian berdua menghadapku malam-malam begini!&quot; sapa Prabu Brawijaya V kepada abdi kinasihnya.

&quot;Kasinggihan, Gusti Prabu! Ada kabar buruk yang mesti hamba sampaikan kepada Gusti Prabu!&quot; ujar Sabda Palon berterus-terang.





BACA JUGA:
Kisah Ki Ageng Wonokusumo, Sosok Pengumandang Azan di Zaman Majapahit










&quot;Benar Sinuwun, suatu kabar yang tidak mengenakkan bagi kelangsungan kedudukan Paduka sebagai Raja-binathara di Majapahit!&quot; Naya Genggong menimpali.



Siapa yang tidak kaget malam-malam seperti itu mendapatkan kabar buruk dari penasihat spiritualnya?! Sang Prabu Brawijaya V pun merasa terkejut atas laporan dua orang abdi kinasihnya yang blaka suta atau kejujuran mengenai keadaan yang tidak mengenakkan.



&quot;Paman Sabda Palon dan Naya Genggong,&quot; kata Prabu Brawijaya V setelah menghela napas panjang.





BACA JUGA:
Penobatan Penguasa Majapahit dan Pernikahan Megah Putri Cantik Raden Wijaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&quot;Coba ceritakan kepadaku, apa yang kalian maksud dengan kabar buruk tersebut?&quot; lanjut Prabu Brawijaya V, suasana hening sejenak.



Sabda Palon pun mengungkapkan wisik yang ia terima bahwa ia melihat istana Majapahit terbakar ludes tanpa tersisa sedikit pun.



Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.



</description><content:encoded>

PENASIHAT Kraton Majapahit, yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong, mendapatkan mimpi buruk. Mereka mendapati mimpi soal kehancuran Kerajaan Majapahit.


Keduanya merupakan abdi kinasih sekaligus sebagai penasihat spiritual Sang Prabu Brawijaya V.



Karena itu, mendapati mimpi buruk tersebut, keduanya langsung menemui Prabu Brawijaya. Padahal saat itu waktu sudah tengah malam.



Karena dianggap berita penting, Sabda Palon dan Naya Genggong bersikeras menghadap Baginda Raja di istana dalam. Tak peduli saat itu sudah larut malam, keduanya nekat menerobos pintu istana dalam Majapahit yang dijaga oleh beberapa orang prajurit.

Tampaknya keduanya menginginkan suatu pembicaraan rahasia yang tak boleh diketahui oleh para nayaka praja lainnya.






BACA JUGA:
Sosok Perempuan Penguasa Pertama Majapahit yang Disambut Dukungan Rakyat&amp;nbsp; &amp;nbsp;








&quot;Ada kabar penting rupanya sehingga kalian berdua menghadapku malam-malam begini!&quot; sapa Prabu Brawijaya V kepada abdi kinasihnya.

&quot;Kasinggihan, Gusti Prabu! Ada kabar buruk yang mesti hamba sampaikan kepada Gusti Prabu!&quot; ujar Sabda Palon berterus-terang.





BACA JUGA:
Kisah Ki Ageng Wonokusumo, Sosok Pengumandang Azan di Zaman Majapahit










&quot;Benar Sinuwun, suatu kabar yang tidak mengenakkan bagi kelangsungan kedudukan Paduka sebagai Raja-binathara di Majapahit!&quot; Naya Genggong menimpali.



Siapa yang tidak kaget malam-malam seperti itu mendapatkan kabar buruk dari penasihat spiritualnya?! Sang Prabu Brawijaya V pun merasa terkejut atas laporan dua orang abdi kinasihnya yang blaka suta atau kejujuran mengenai keadaan yang tidak mengenakkan.



&quot;Paman Sabda Palon dan Naya Genggong,&quot; kata Prabu Brawijaya V setelah menghela napas panjang.





BACA JUGA:
Penobatan Penguasa Majapahit dan Pernikahan Megah Putri Cantik Raden Wijaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;











&quot;Coba ceritakan kepadaku, apa yang kalian maksud dengan kabar buruk tersebut?&quot; lanjut Prabu Brawijaya V, suasana hening sejenak.



Sabda Palon pun mengungkapkan wisik yang ia terima bahwa ia melihat istana Majapahit terbakar ludes tanpa tersisa sedikit pun.



Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.



</content:encoded></item></channel></rss>
