<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kakak Bunuh Adiknya, Ditembak Lalu Ditusuk Berkali-kali di Masa Pemberontakan PKI</title><description>Dan yang membuat peristiwa itu lebih tragis, penembak si pelajar adalah kakaknya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki"/><item><title>Kakak Bunuh Adiknya, Ditembak Lalu Ditusuk Berkali-kali di Masa Pemberontakan PKI</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki-xgsRUhgb0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Arsip Nasional)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/337/2861294/kakak-bunuh-adiknya-ditembak-lalu-ditusuk-berkali-kali-di-masa-pemberontakan-pki-xgsRUhgb0J.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Arsip Nasional)</title></images><description>PERISTIWA pemberontakan Partai Komunis Indonesia/Front Demokrasi Indonesia (PKI/FDR) di Madiun menyisakan banyak kisah kelam. Salah satunya seorang pelajar serta atlet peraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama 1948 turut tewas dibunuh secara sadis.

Dan yang membuat peristiwa itu lebih tragis, penembak si pelajar adalah kakaknya sendiri.

Seperti dikutip dari buku &amp;lsquo;Sejarah Daerah Jawa Timur&amp;rsquo;, dalam pemberontakan dengan mendirikan Republik Soviet Indonesia itu, para simpatisan sayap kiri merebut sejumlah jabatan pemerintahan dari tangan para pegawai pemerintah.


BACA JUGA:
Sejarah Pembentukan PPKI: Gerbang Kemerdekaan Indonesia di Depan Mata


Tapi, di dalam kota masih ada sejumlah elemen pendukung pemerintahan Republik Indonesia dari unsur pelajar, setelah sebelumnya sejumlah anggota TNI dari Divisi Siliwangi berhasil dilucuti PKI/FDR.

Masih ada unsur TRIP &amp;ndash; Tentara Republik Indonesia Pelajar, yang bertahan di asrama. Asrama TRIP yang kini jadi gedung SMPN 2 Madiun itu pun turut diserbu FDR/PKI pada suatu siang, 22 September 1948.

Moeljadi yang kala itu bertugas jaga di asrama tewas ditembak senapan. Makin ironis, penembakan dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri.


BACA JUGA:
Siapa Pemimpin PKI Pertama Kali?


Selain ditembak, tubuh Moeljadi juga ditusuk-tusuk sangkur untuk memastikan sudah tewas. Sementara sisa anggota TRIP lainnya ditangkapi.

Jelas pembunuhan para pelajar pejuang itu memicu amarah sejumlah anggota TRIP lain, serta para pelajar di Kota Madiun. Para pelajar bahkan terang-terangan membentuk gerakan Pelajar Anti Musso (PAM), dengan menyebar selebaran anti PKI pimpinan Musso dan Amir Sjarifoeddin.Hari-hari berikutnya para pelajar kian gencar menantang pemerintahan Republik Soviet Indonesia. PKI/FDR meyakini gerakan para pelajar berporos pada TRIP, hingga sejumlah anggotanya kembali ditangkapi.

Tujuh pelajar pejuang diringkus pada 28 September 1948, berkat tiga pelajar lain yang sudah jadi simpatisan PKI. Satu di antara pelajar pejuang yang dibawa ke Desa Kresek adalah Soetopo. Seorang pelajar setingkat SMA yang sempat memenangkan medali emas cabang lomba lari pada PON pertama, 9-12 September 1948.

Situasi mencekam para pelajar di Madiun baru reda seketika, tatkala pasukan gabungan TNI dari Divisi Gunung Jati, Divisi Siliwangi dan Brawijaya membasmi PKI/FDR dan menguasai Kota Madiun pada 30 September 1948.</description><content:encoded>PERISTIWA pemberontakan Partai Komunis Indonesia/Front Demokrasi Indonesia (PKI/FDR) di Madiun menyisakan banyak kisah kelam. Salah satunya seorang pelajar serta atlet peraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama 1948 turut tewas dibunuh secara sadis.

Dan yang membuat peristiwa itu lebih tragis, penembak si pelajar adalah kakaknya sendiri.

Seperti dikutip dari buku &amp;lsquo;Sejarah Daerah Jawa Timur&amp;rsquo;, dalam pemberontakan dengan mendirikan Republik Soviet Indonesia itu, para simpatisan sayap kiri merebut sejumlah jabatan pemerintahan dari tangan para pegawai pemerintah.


BACA JUGA:
Sejarah Pembentukan PPKI: Gerbang Kemerdekaan Indonesia di Depan Mata


Tapi, di dalam kota masih ada sejumlah elemen pendukung pemerintahan Republik Indonesia dari unsur pelajar, setelah sebelumnya sejumlah anggota TNI dari Divisi Siliwangi berhasil dilucuti PKI/FDR.

Masih ada unsur TRIP &amp;ndash; Tentara Republik Indonesia Pelajar, yang bertahan di asrama. Asrama TRIP yang kini jadi gedung SMPN 2 Madiun itu pun turut diserbu FDR/PKI pada suatu siang, 22 September 1948.

Moeljadi yang kala itu bertugas jaga di asrama tewas ditembak senapan. Makin ironis, penembakan dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri.


BACA JUGA:
Siapa Pemimpin PKI Pertama Kali?


Selain ditembak, tubuh Moeljadi juga ditusuk-tusuk sangkur untuk memastikan sudah tewas. Sementara sisa anggota TRIP lainnya ditangkapi.

Jelas pembunuhan para pelajar pejuang itu memicu amarah sejumlah anggota TRIP lain, serta para pelajar di Kota Madiun. Para pelajar bahkan terang-terangan membentuk gerakan Pelajar Anti Musso (PAM), dengan menyebar selebaran anti PKI pimpinan Musso dan Amir Sjarifoeddin.Hari-hari berikutnya para pelajar kian gencar menantang pemerintahan Republik Soviet Indonesia. PKI/FDR meyakini gerakan para pelajar berporos pada TRIP, hingga sejumlah anggotanya kembali ditangkapi.

Tujuh pelajar pejuang diringkus pada 28 September 1948, berkat tiga pelajar lain yang sudah jadi simpatisan PKI. Satu di antara pelajar pejuang yang dibawa ke Desa Kresek adalah Soetopo. Seorang pelajar setingkat SMA yang sempat memenangkan medali emas cabang lomba lari pada PON pertama, 9-12 September 1948.

Situasi mencekam para pelajar di Madiun baru reda seketika, tatkala pasukan gabungan TNI dari Divisi Gunung Jati, Divisi Siliwangi dan Brawijaya membasmi PKI/FDR dan menguasai Kota Madiun pada 30 September 1948.</content:encoded></item></channel></rss>
