<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>30 Ponpes Diberi Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dalam Workshop Ekosistem Halal PBNU</title><description>Pesantren semestinya juga tidak hanya berfokus pada pendidikan dan dakwah saja, namun juga dapat mengoptimalkan fungsi pemberdayaan masyarakat</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu"/><item><title>30 Ponpes Diberi Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dalam Workshop Ekosistem Halal PBNU</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 00:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu-Lt4YPylxZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PBNU gelar workshop pengembangan ekosistem halal (Foto: dok PBNU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/337/2861319/30-ponpes-diberi-pelatihan-pemberdayaan-ekonomi-dalam-workshop-ekosistem-halal-pbnu-Lt4YPylxZJ.jpg</image><title>PBNU gelar workshop pengembangan ekosistem halal (Foto: dok PBNU)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Workshop Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain (HVC). Workshop yang fokus sektor Pertanian dan Perkebunan tersebut, digelar bekerja sama dengam Bank Indonesia (BI), Rabu (9/8/2023).
Ketua PBNU H Choirul Sholeh Rasyid mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung dari 6 hingga 9 Agustus 2023. Semua sesi kegiatan dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh pondok pesantren di bawah naungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU yang memiliki bisnis di sektor pertanian dan perkebunan.
Selama empat hari, lanjut Choirul, para utusan 30 pondok pesantren mendapat materi dan pelatihan yang sangat sesuai kebutahan masyarakat pondok. Peserta berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Riau, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Banten.

BACA JUGA:
Polisi Tangkap Pembajak Konten Olahraga dengan Promosikan Judi Online

Selain Choirul, hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua Tim Pokja H. Khudori Faraby, Wakil Ketua Pokja Dr. Basnang Said, 2 Deputi Direktur Bank Indonesia (BI), Indrajaya dan Diana Yumanita.
Ia menyampaikan bahwa NU memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan sejumlah lembaga yang dimiliki oleh NU, maka kedepannya diproyeksikan akan berdampak positif bagi ekonomi umat secara luas.

BACA JUGA:
Intip Kolaborasi Indra The Titans dan Uzzy Ansyari di Lagu Luka&amp;nbsp;

Terutama, kata Choirul, pesantren semestinya juga tidak hanya berfokus pada pendidikan dan dakwah saja, namun juga dapat mengoptimalkan fungsi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi.
&quot;Pesantren tidak hanya, maaf tidak hanya memberikan pengajian, belajar, tapi juga mendorong ekonomi syariah untuk tumbuh dan berkembang,&amp;rdquo; ujar Choirul.Dia pun minta perwakilan pesantren yang hadir agar bertekad dengan serius dalam upaya pengembangan ekonomi pesantren.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Al Shorta Vs Al Nassr di Arab Club Champions Cup 2023: Cristiano Ronaldo Jadi Pahlawan, Faris Najd ke Final!

Ketua Tim Pokja Khudori Faraby menyampaikan bahwa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan dorongan yang sangat positif dalam menyambut program pengembangan ekonomi syariah ini.

Deputi Direktur Bank Indonesia Indrajaya menambahkan bahwa dukungan positif terhadap program kerja sama antara PBNU dengan BI dalam upaya Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

HUT ke-25 IJTI, Menkominfo: Artificial Intelligence Tantangan yang Harus Dihadapi

Menurut dia, workshop yang dilaksanakan bagi 30 pesantren dari sektor pertanian dan perkebunan merupakan bentuk tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan antara PBNU dengan BI pada Desember 2022 lalu.

Peserta workshop ini ditunjuk secara selektif dari sejumlah pesantren yang bergerak pada sektor bisnis pertanian/perkebunan. Selama beberapa hari, peserta mengikuti sejumlah rangkaian Focus Group Discussion dan site visit ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertujuan agar pesantren dapat menjadi bagian dari ekosistem Halal Value Chain (HVC) dan dapat mengambil success story dari pesantren pegiat bisnis bidang pertanian dan perkebunan.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Workshop Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain (HVC). Workshop yang fokus sektor Pertanian dan Perkebunan tersebut, digelar bekerja sama dengam Bank Indonesia (BI), Rabu (9/8/2023).
Ketua PBNU H Choirul Sholeh Rasyid mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung dari 6 hingga 9 Agustus 2023. Semua sesi kegiatan dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh pondok pesantren di bawah naungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU yang memiliki bisnis di sektor pertanian dan perkebunan.
Selama empat hari, lanjut Choirul, para utusan 30 pondok pesantren mendapat materi dan pelatihan yang sangat sesuai kebutahan masyarakat pondok. Peserta berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Riau, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Banten.

BACA JUGA:
Polisi Tangkap Pembajak Konten Olahraga dengan Promosikan Judi Online

Selain Choirul, hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua Tim Pokja H. Khudori Faraby, Wakil Ketua Pokja Dr. Basnang Said, 2 Deputi Direktur Bank Indonesia (BI), Indrajaya dan Diana Yumanita.
Ia menyampaikan bahwa NU memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan sejumlah lembaga yang dimiliki oleh NU, maka kedepannya diproyeksikan akan berdampak positif bagi ekonomi umat secara luas.

BACA JUGA:
Intip Kolaborasi Indra The Titans dan Uzzy Ansyari di Lagu Luka&amp;nbsp;

Terutama, kata Choirul, pesantren semestinya juga tidak hanya berfokus pada pendidikan dan dakwah saja, namun juga dapat mengoptimalkan fungsi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi.
&quot;Pesantren tidak hanya, maaf tidak hanya memberikan pengajian, belajar, tapi juga mendorong ekonomi syariah untuk tumbuh dan berkembang,&amp;rdquo; ujar Choirul.Dia pun minta perwakilan pesantren yang hadir agar bertekad dengan serius dalam upaya pengembangan ekonomi pesantren.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Al Shorta Vs Al Nassr di Arab Club Champions Cup 2023: Cristiano Ronaldo Jadi Pahlawan, Faris Najd ke Final!

Ketua Tim Pokja Khudori Faraby menyampaikan bahwa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan dorongan yang sangat positif dalam menyambut program pengembangan ekonomi syariah ini.

Deputi Direktur Bank Indonesia Indrajaya menambahkan bahwa dukungan positif terhadap program kerja sama antara PBNU dengan BI dalam upaya Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

HUT ke-25 IJTI, Menkominfo: Artificial Intelligence Tantangan yang Harus Dihadapi

Menurut dia, workshop yang dilaksanakan bagi 30 pesantren dari sektor pertanian dan perkebunan merupakan bentuk tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan antara PBNU dengan BI pada Desember 2022 lalu.

Peserta workshop ini ditunjuk secara selektif dari sejumlah pesantren yang bergerak pada sektor bisnis pertanian/perkebunan. Selama beberapa hari, peserta mengikuti sejumlah rangkaian Focus Group Discussion dan site visit ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq.

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertujuan agar pesantren dapat menjadi bagian dari ekosistem Halal Value Chain (HVC) dan dapat mengambil success story dari pesantren pegiat bisnis bidang pertanian dan perkebunan.</content:encoded></item></channel></rss>
