<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danpuspom TNI: Mayor Dedi Cs Tak Akan Lolos dari Hukuman!</title><description>Mayor Dedi dan 13 prajurit lain yang terlibat dalam penggerudukan Polrestabes Medan tak akan lolos dari hukuman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman"/><item><title>Danpuspom TNI: Mayor Dedi Cs Tak Akan Lolos dari Hukuman!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman-GvzCBuqQFq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danpuspom TNI Marsekal Agung Handoko (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/337/2862010/danpuspom-tni-mayor-dedi-cs-tak-akan-lolos-dari-hukuman-GvzCBuqQFq.jpg</image><title>Danpuspom TNI Marsekal Agung Handoko (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC8xLzE2OTAxNi81L3g4bjRqMzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komandan Puspom (Danpuspom) TNI Marsekal Muda Agung Handoko memastikan, Mayor Dedi Hasibuan dan 13 prajurit lain yang terlibat dalam penggerudukan Polrestabes Medan tak akan lolos dari hukuman. Minimal, mereka dikenakan sanksi disiplin.

&quot;Jadi kita jamin siapapun yang terlibat di situ kalau memang dari kejadian itu tidak ada unsur pidana, kita pastikan semua yang ada di situ pasti akan kena hukum disiplin. Itu bisa kita pastikan,&quot; kata Agung saat konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (10/8/2023).

&quot;Jadi jangan khawatir rekan-rekan semua yang ada di situ akan lolos. Minimal bagi TNI akan kena hukum disiplin, dan sudah pasti ada sanksinya dari disiplin itu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Aksi Arogan Mayor Dedi Bawa Pasukan ke Polrestabes Medan, TNI Akui Ada Kesalahan Prosedur


Agung menilai, kedatangan Mayor Dedi Hasibuan ke Polrestabes Medan dengan membawa prajurit merupakan tindakan pamer kekuatan ke penyidik.

Diketahui, kedatangan Mayor Dedi adalah untuk menanyakan perihal surat permohonan penangguhan penahanan kepada ARH yang merupakan kerabat Mayor Dedi.

&quot;Kami dari hasil penyelidikan, dapat menyimpulkan bahwa kedatangan DFH (Mayor Dedi) bersama rekan-rekannya di kantor Polrestabes Medan dengan berpakaian dinas loreng pada hari libur, hari Sabtu dapat diduga atau dikonotasikan merupakan upaya 'show off force' kepada penyidik Polrestabes Medan,&quot; kata Agung.

BACA JUGA:
Pamer Pasukan dan Geruduk Polrestabes Medan, Mayor Dedi Hanya Dikenakan Sanksi Disiplin


Agung menjelaskan, upaya show off yang dilakukan Mayor Dedi kepada tim penyidik Polrestabes Medan dapat diartikan bertujuan untuk mempengaruhi proses hukum terhadap kerabatnya yaitu ARH.



&quot;Ini bisa dilihat dari video yang viral, bahwa tidak semua personel yang ada di situ berkonsentrasi untuk mendengarkan duduk persoalan yang sedang diselesaikan. Tapi ada yang berlalu lalang disekitar tempat mereka berdebat,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC8xLzE2OTAxNi81L3g4bjRqMzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komandan Puspom (Danpuspom) TNI Marsekal Muda Agung Handoko memastikan, Mayor Dedi Hasibuan dan 13 prajurit lain yang terlibat dalam penggerudukan Polrestabes Medan tak akan lolos dari hukuman. Minimal, mereka dikenakan sanksi disiplin.

&quot;Jadi kita jamin siapapun yang terlibat di situ kalau memang dari kejadian itu tidak ada unsur pidana, kita pastikan semua yang ada di situ pasti akan kena hukum disiplin. Itu bisa kita pastikan,&quot; kata Agung saat konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (10/8/2023).

&quot;Jadi jangan khawatir rekan-rekan semua yang ada di situ akan lolos. Minimal bagi TNI akan kena hukum disiplin, dan sudah pasti ada sanksinya dari disiplin itu,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Aksi Arogan Mayor Dedi Bawa Pasukan ke Polrestabes Medan, TNI Akui Ada Kesalahan Prosedur


Agung menilai, kedatangan Mayor Dedi Hasibuan ke Polrestabes Medan dengan membawa prajurit merupakan tindakan pamer kekuatan ke penyidik.

Diketahui, kedatangan Mayor Dedi adalah untuk menanyakan perihal surat permohonan penangguhan penahanan kepada ARH yang merupakan kerabat Mayor Dedi.

&quot;Kami dari hasil penyelidikan, dapat menyimpulkan bahwa kedatangan DFH (Mayor Dedi) bersama rekan-rekannya di kantor Polrestabes Medan dengan berpakaian dinas loreng pada hari libur, hari Sabtu dapat diduga atau dikonotasikan merupakan upaya 'show off force' kepada penyidik Polrestabes Medan,&quot; kata Agung.

BACA JUGA:
Pamer Pasukan dan Geruduk Polrestabes Medan, Mayor Dedi Hanya Dikenakan Sanksi Disiplin


Agung menjelaskan, upaya show off yang dilakukan Mayor Dedi kepada tim penyidik Polrestabes Medan dapat diartikan bertujuan untuk mempengaruhi proses hukum terhadap kerabatnya yaitu ARH.



&quot;Ini bisa dilihat dari video yang viral, bahwa tidak semua personel yang ada di situ berkonsentrasi untuk mendengarkan duduk persoalan yang sedang diselesaikan. Tapi ada yang berlalu lalang disekitar tempat mereka berdebat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
