<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Indonesia Butuh Pemimpin yang Berani!</title><description>Misalnya, kata dia, pemimpin yang berani itu dalam mengambil kebijakan hilirisasi industri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani"/><item><title>Jokowi: Indonesia Butuh Pemimpin yang Berani!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 03:15 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani-zHa0vtbhgK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu pemred media (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/337/2862145/jokowi-indonesia-butuh-pemimpin-yang-berani-zHa0vtbhgK.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu pemred media (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8yMC8xNjkwNTYvNS94OG40eThy&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal pemimpin Indonesia yang akan datang. Kepala Negara kembali mengharapkan sosok pemimpin yang berani dalam setiap mengambil kebijakan.
&quot;Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani untuk menjaga kebijakan-kebijakan yang telah dibuat untuk memajukan bangsa,&quot; kata Presiden sebagaimana dikutip dari Twitternya, Kamis (10/8/2023).
Misalnya, kata dia, pemimpin yang berani itu dalam mengambil kebijakan hilirisasi industri. Menurutnya, ini kebijakan berani oleh Indonesia yang menghadapi tantangan tidak mudah dan dapat berdampak terhadap ekonomi nasional.

BACA JUGA:
 Pj Gubenur DKI Jakarta Kaget Kabel Menjuntai Kembali Telan Korban

Karena itulah, sebagaimana yang disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional Jakarta, diperlukan konsistensi untuk mempertahankan kebijakan yang telah ada.

BACA JUGA:
Korban Tewas Gegara Konflik Keluarga di Depok Jalani Proses Autopsi di RS Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi, ke depan saya kira bukan tentang siapa presidennya, melainkan kesanggupan sekaligus keberanian untuk konsisten terhadap apa yang sudah kita mulai,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS8yMC8xNjkwNTYvNS94OG40eThy&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal pemimpin Indonesia yang akan datang. Kepala Negara kembali mengharapkan sosok pemimpin yang berani dalam setiap mengambil kebijakan.
&quot;Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani untuk menjaga kebijakan-kebijakan yang telah dibuat untuk memajukan bangsa,&quot; kata Presiden sebagaimana dikutip dari Twitternya, Kamis (10/8/2023).
Misalnya, kata dia, pemimpin yang berani itu dalam mengambil kebijakan hilirisasi industri. Menurutnya, ini kebijakan berani oleh Indonesia yang menghadapi tantangan tidak mudah dan dapat berdampak terhadap ekonomi nasional.

BACA JUGA:
 Pj Gubenur DKI Jakarta Kaget Kabel Menjuntai Kembali Telan Korban

Karena itulah, sebagaimana yang disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional Jakarta, diperlukan konsistensi untuk mempertahankan kebijakan yang telah ada.

BACA JUGA:
Korban Tewas Gegara Konflik Keluarga di Depok Jalani Proses Autopsi di RS Polri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi, ke depan saya kira bukan tentang siapa presidennya, melainkan kesanggupan sekaligus keberanian untuk konsisten terhadap apa yang sudah kita mulai,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
