<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Setiap Bulan Ratusan Ribu Warga Jakarta Terkena ISPA</title><description>Terkait udara buruk yang saat ini tengah melanda Jakarta, Ngabila lebih mengkhawatirka penyakit lain yang justru lebih berbahaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa"/><item><title>Ngeri! Setiap Bulan Ratusan Ribu Warga Jakarta Terkena ISPA</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa-wabRufNoUx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi warga memakai masker karena mencegah terkena penyakit (Foto: Antara) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/338/2862721/ngeri-setiap-bulan-ratusan-ribu-warga-jakarta-terkena-ispa-wabRufNoUx.jpg</image><title>Ilustrasi warga memakai masker karena mencegah terkena penyakit (Foto: Antara) </title></images><description>JAKARTA - Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama menyebut dari Januari-Mei setiap bulannya 100.000 warga Jakarta terjangkit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data tersebut dari 11 juta penduduk DKI Jakarta.
&quot;Hanya 0,9 persen warga DKI Jakarta terkena batuk, pilek, ISPA/pneumonia setiap bulannya rata-rata 100.000 kasus dari 11 juta penduduk,&quot; ucap Ngabila dalam keterangan, Jum'at (11/8/2023).

BACA JUGA:
Penjelasan KLHK Terkait Kualitas Udara Jakarta Alami Peningkatan Emiten Polusi

Lebih detail, Ngabila menjabarkan selama Januari terdapat 102.609 kasus, selanjutnya Februari 10.4638 kasus, Maret 119.734 kasus, di bulan April 109.705. Kasus itu sempat turun pada bulan Mei 99.130 dan kembali naik pada Juni 102.475 kasus.
&quot;Kasus ISPA polanya akan sama dari tahun ke tahun, akan mulai meningkat pada September, lalu puncak di Oktober - November. Dan mulai kembali turun sesudah bulan Maret,&quot; katanya.
Terkait udara buruk yang saat ini tengah melanda Jakarta, Ngabila lebih mengkhawatirka penyakit lain yang justru lebih berbahaya. Sebab penyakit ISPA lebih disebabkan karena perubahan iklim.
&quot;Dampak polusi udara biasanya lebih banyak ke penyakit kronis ataupun penyakit tidak menular seperti radang paru, PPOK, asma dan penyakit sirkulasi darah seperti hipertensi dan jantung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Pemprov DKI Bakal Godok Pergub Atasi Kualitas Udara Buruk
Dia mengimbau agar masyarakat selalu menggunkan masker ketika berada di area terbuka. Selanjutnya warga diminta untuk mejaga pola makan dan tetap menyempatkan diri untuk berolahraga.
&quot;Oleh karena itu, untuk antisipasi sebaiknya kalau seandainya kita keluar dari ruangan tertutup menuju ruangan terbuka sebaiknya menggunakan masker. dan selama musim pancaroba ini jaga imunitas kita tetap baik dengan makan yang cukup dan bergizi, juga berolahraga,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama menyebut dari Januari-Mei setiap bulannya 100.000 warga Jakarta terjangkit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data tersebut dari 11 juta penduduk DKI Jakarta.
&quot;Hanya 0,9 persen warga DKI Jakarta terkena batuk, pilek, ISPA/pneumonia setiap bulannya rata-rata 100.000 kasus dari 11 juta penduduk,&quot; ucap Ngabila dalam keterangan, Jum'at (11/8/2023).

BACA JUGA:
Penjelasan KLHK Terkait Kualitas Udara Jakarta Alami Peningkatan Emiten Polusi

Lebih detail, Ngabila menjabarkan selama Januari terdapat 102.609 kasus, selanjutnya Februari 10.4638 kasus, Maret 119.734 kasus, di bulan April 109.705. Kasus itu sempat turun pada bulan Mei 99.130 dan kembali naik pada Juni 102.475 kasus.
&quot;Kasus ISPA polanya akan sama dari tahun ke tahun, akan mulai meningkat pada September, lalu puncak di Oktober - November. Dan mulai kembali turun sesudah bulan Maret,&quot; katanya.
Terkait udara buruk yang saat ini tengah melanda Jakarta, Ngabila lebih mengkhawatirka penyakit lain yang justru lebih berbahaya. Sebab penyakit ISPA lebih disebabkan karena perubahan iklim.
&quot;Dampak polusi udara biasanya lebih banyak ke penyakit kronis ataupun penyakit tidak menular seperti radang paru, PPOK, asma dan penyakit sirkulasi darah seperti hipertensi dan jantung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Pemprov DKI Bakal Godok Pergub Atasi Kualitas Udara Buruk
Dia mengimbau agar masyarakat selalu menggunkan masker ketika berada di area terbuka. Selanjutnya warga diminta untuk mejaga pola makan dan tetap menyempatkan diri untuk berolahraga.
&quot;Oleh karena itu, untuk antisipasi sebaiknya kalau seandainya kita keluar dari ruangan tertutup menuju ruangan terbuka sebaiknya menggunakan masker. dan selama musim pancaroba ini jaga imunitas kita tetap baik dengan makan yang cukup dan bergizi, juga berolahraga,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
