<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Sumatera Barat Berpotensi Hujan Ekstrem saat El Nino</title><description>Pada satu saat bisa terjadi kebakaran hutan karena kekeringan, namun ada pula ancaman hujan ekstrem hingga banjir karena anomali cuaca</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/11/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino"/><item><title>BMKG: Sumatera Barat Berpotensi Hujan Ekstrem saat El Nino</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/11/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino-TQ96Z1baIY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/340/2862085/bmkg-sumatera-barat-berpotensi-hujan-ekstrem-saat-el-nino-TQ96Z1baIY.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC8xLzE2OTA0NC81L3g4bjRyenE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun BIM, Yudha Nugraha, mengingatkan potensi hujan ekstrem yang memicu banjir masih bisa terjadi di kawasan pesisir Sumatera Barat (Sumbar) meskipun ada fenomena El Nino.
&quot;Pada umumnya El Nino menyebabkan kekeringan karena curah hujan rendah. Tapi khusus untuk wilayah pesisir Sumbar, potensi hujan ekstrem masih tetap ada,&quot; katanya dilansir Antaranews, Kamis (10/8/2023).
Hal itu, kata dia, disebabkan kawasan pesisir Sumbar mulai dari Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Agam, hingga Pasaman, berhadapan langsung dengan laut yang menjadi penyuplai utama uap air.

BACA JUGA:
Definisi Centang Hijau, Manfaat dan Cara Mendapatkannya

&quot;Jadi meskipun terjadi kondisi kering karena tidak terjadi hujan yang cukup lama, tetapi potensi terjadinya hujan ekstrem masih ada,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Vision+ Hadirkan Genre Series yang Lebih Variatif di Semester Kedua 2023

BMKG mencatat sejak Juli 2023, fenomena El Nino secara umum sudah dirasakan di Sumbar. Kondisi kejadian hari hujan lebih sedikit pada hampir sebagian besar wilayah provinsi itu.
Namun untuk wilayah pesisir barat, kata dia, terjadi anomali karena secara akumulasi curah hujan juga meningkat lebih dari 300 ml.&quot;Anomali ini kembali ke sebab yang tadi, karena wilayahnya langsung berbatasan dengan laut, penyuplai terbesar uap air. Setelah beberapa hari cuaca panas terik, bisa tiba-tiba terjadi hujan ekstrem yang memicu banjir,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Deklarasi Dukung Ganjar, Milenial di Riau Inginkan Indonesia Tangguh

Karakteristik kawasan pesisir Sumbar yang unik tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian pemerintah daerah (pemda) karena potensi bencana yang bisa terjadi menjadi lebih banyak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPK Sebut Buron Paulus Tannos Ganti Identitas dan Punya Paspor di Wilayah Afrika Selatan

&quot;Pada satu saat bisa terjadi kebakaran hutan karena kekeringan, namun ada pula ancaman hujan ekstrem hingga banjir karena anomali cuaca,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC8xLzE2OTA0NC81L3g4bjRyenE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun BIM, Yudha Nugraha, mengingatkan potensi hujan ekstrem yang memicu banjir masih bisa terjadi di kawasan pesisir Sumatera Barat (Sumbar) meskipun ada fenomena El Nino.
&quot;Pada umumnya El Nino menyebabkan kekeringan karena curah hujan rendah. Tapi khusus untuk wilayah pesisir Sumbar, potensi hujan ekstrem masih tetap ada,&quot; katanya dilansir Antaranews, Kamis (10/8/2023).
Hal itu, kata dia, disebabkan kawasan pesisir Sumbar mulai dari Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Agam, hingga Pasaman, berhadapan langsung dengan laut yang menjadi penyuplai utama uap air.

BACA JUGA:
Definisi Centang Hijau, Manfaat dan Cara Mendapatkannya

&quot;Jadi meskipun terjadi kondisi kering karena tidak terjadi hujan yang cukup lama, tetapi potensi terjadinya hujan ekstrem masih ada,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Vision+ Hadirkan Genre Series yang Lebih Variatif di Semester Kedua 2023

BMKG mencatat sejak Juli 2023, fenomena El Nino secara umum sudah dirasakan di Sumbar. Kondisi kejadian hari hujan lebih sedikit pada hampir sebagian besar wilayah provinsi itu.
Namun untuk wilayah pesisir barat, kata dia, terjadi anomali karena secara akumulasi curah hujan juga meningkat lebih dari 300 ml.&quot;Anomali ini kembali ke sebab yang tadi, karena wilayahnya langsung berbatasan dengan laut, penyuplai terbesar uap air. Setelah beberapa hari cuaca panas terik, bisa tiba-tiba terjadi hujan ekstrem yang memicu banjir,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Deklarasi Dukung Ganjar, Milenial di Riau Inginkan Indonesia Tangguh

Karakteristik kawasan pesisir Sumbar yang unik tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian pemerintah daerah (pemda) karena potensi bencana yang bisa terjadi menjadi lebih banyak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

KPK Sebut Buron Paulus Tannos Ganti Identitas dan Punya Paspor di Wilayah Afrika Selatan

&quot;Pada satu saat bisa terjadi kebakaran hutan karena kekeringan, namun ada pula ancaman hujan ekstrem hingga banjir karena anomali cuaca,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
