<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Umumkan Perusahaan Asal Jepang Bakal Kelola TPPAS Legok Nangka   </title><description>Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Pemprov Jabar dengan Sumitomo Hitachi Zosen pada WJIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka"/><item><title>Ridwan Kamil Umumkan Perusahaan Asal Jepang Bakal Kelola TPPAS Legok Nangka   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka-R1r5MsFDZy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ridwan Kamil saat penandatanganan kesepakatan dengan pihak Sumitomo Hitachi Zosen. (Foto: Arif Budianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/525/2862298/ridwan-kamil-umumkan-perusahaan-asal-jepang-bakal-kelola-tppas-legok-nangka-R1r5MsFDZy.jpg</image><title>Ridwan Kamil saat penandatanganan kesepakatan dengan pihak Sumitomo Hitachi Zosen. (Foto: Arif Budianto)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan Pemprov Jabar telah menyetujui Perusahaan multinasional asal Jepang Sumitomo Hitachi Zosen menjadi pengelola Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS)&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Pemprov Jabar dengan Sumitomo Hitachi Zosen pada West Java Investment Summit (WJIS) di Mason Pine Hotel, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/8/2023). Sumitomo hadir untuk memastikan kesiapannya dalam mengelola sampah di&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;menjadi penghasil energi listrik (waste to energy).

&quot;Setelah proses panjang selama 6 bulan, kami akhirnya mengumumkan sumitomo sebagai pemenang tender pengelolaan TPPAS&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka,&quot; ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Tak Ada Pembubaran, Ridwan Kamil Pastikan Ambil Solusi Terbaik untuk Ponpes Al-Zaytun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ridwan Kamil berharap, setelah dikelola Jepang, masalah sampah regional di Bandung Raya akan teratasi bahkan naik kelas karena dikelola dengan teknologi tercanggih.

Kendati begitu, Emil belum bisa memastikan kapan kerja sama tersebut akan berlangsung. Dia memastikan pengelolaan&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;akan secepatnya dilakukan.&amp;nbsp;

Sementara itu TPA Sarimukti menurutnya masih akan tetap beroperasi namun tidak dengan konsep open dumping. Sarimukti akan menjadi bagian dari&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka.

BACA JUGA:
Jokowi Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Parungkuda, Ridwan Kamil Ikut Mendampingi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Konsorsium Sumitomo Hitachi sendiri berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) atau Badan Kerja Sama Internasional milik pemerintah Jepang.

Untuk diketahui, Sumitomo Hitachi Zosen telah menjadi pemenang lelang sejak 12 Juli 2023. Dengan teknologi modern, pengelolaan TPPAS&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;nantinya akan merubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas 18 megaWatt. Teknologi ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia.
TPPAS Legok Nangka digunakan untuk menampung dan memproses sampah dari 6 wilayah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Barat dengan kapasitas sekitar 2.131 ton per harinya.



TPPAS Legok Nangka telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.



Sehingga harga jual tenaga listrik yang dihasilkan dari TPPAS Regional Legok Nangka dapat mencapai USD cent 13,25/kWh. Jauh di atas biaya pokok produksi listrik dari energi baru terbarukan yaitu USD cent 6,8/kWh.

</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan Pemprov Jabar telah menyetujui Perusahaan multinasional asal Jepang Sumitomo Hitachi Zosen menjadi pengelola Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS)&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Pemprov Jabar dengan Sumitomo Hitachi Zosen pada West Java Investment Summit (WJIS) di Mason Pine Hotel, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/8/2023). Sumitomo hadir untuk memastikan kesiapannya dalam mengelola sampah di&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;menjadi penghasil energi listrik (waste to energy).

&quot;Setelah proses panjang selama 6 bulan, kami akhirnya mengumumkan sumitomo sebagai pemenang tender pengelolaan TPPAS&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka,&quot; ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Tak Ada Pembubaran, Ridwan Kamil Pastikan Ambil Solusi Terbaik untuk Ponpes Al-Zaytun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ridwan Kamil berharap, setelah dikelola Jepang, masalah sampah regional di Bandung Raya akan teratasi bahkan naik kelas karena dikelola dengan teknologi tercanggih.

Kendati begitu, Emil belum bisa memastikan kapan kerja sama tersebut akan berlangsung. Dia memastikan pengelolaan&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;akan secepatnya dilakukan.&amp;nbsp;

Sementara itu TPA Sarimukti menurutnya masih akan tetap beroperasi namun tidak dengan konsep open dumping. Sarimukti akan menjadi bagian dari&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka.

BACA JUGA:
Jokowi Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Parungkuda, Ridwan Kamil Ikut Mendampingi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Konsorsium Sumitomo Hitachi sendiri berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) atau Badan Kerja Sama Internasional milik pemerintah Jepang.

Untuk diketahui, Sumitomo Hitachi Zosen telah menjadi pemenang lelang sejak 12 Juli 2023. Dengan teknologi modern, pengelolaan TPPAS&amp;nbsp;Legok&amp;nbsp;Nangka&amp;nbsp;nantinya akan merubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas 18 megaWatt. Teknologi ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia.
TPPAS Legok Nangka digunakan untuk menampung dan memproses sampah dari 6 wilayah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Barat dengan kapasitas sekitar 2.131 ton per harinya.



TPPAS Legok Nangka telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.



Sehingga harga jual tenaga listrik yang dihasilkan dari TPPAS Regional Legok Nangka dapat mencapai USD cent 13,25/kWh. Jauh di atas biaya pokok produksi listrik dari energi baru terbarukan yaitu USD cent 6,8/kWh.

</content:encoded></item></channel></rss>
