<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Padi di Bekasi Harus Naikkan Harga Gabah Efek El Nino</title><description>Dampak El-Nino mulai merugikan masyarakat terutama di Kota Bekasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino"/><item><title>Petani Padi di Bekasi Harus Naikkan Harga Gabah Efek El Nino</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino</guid><pubDate>Sabtu 12 Agustus 2023 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino-uFULasQPlb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani di Bekasi mulai rasakan dampak dari El Nino (Foto: MNC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/12/338/2863118/petani-padi-di-bekasi-harus-naikkan-harga-gabah-efek-el-nino-uFULasQPlb.jpg</image><title>Petani di Bekasi mulai rasakan dampak dari El Nino (Foto: MNC)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk5NC81L3g4bjQycHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Dampak El-Nino mulai merugikan masyarakat terutama di Kota Bekasi. El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Kota Bekasi. Kekeringan itu memaksa para petani harus menaikkan harga gabah hasil panen padi mereka.

Ketua Kelompok Tani Benda Jaya Niman mengatakan, kekeringan di persawahan wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Niman menjelaskan, hasil panen tanaman padi harus dijual lebih mahal.

Hal itu dikarenakan ongkos yang digunakan untuk melakukan perawatan padi jadi lebih mahal. Itu tak lepas dari pengairan padi harus dilakukan secara manual.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Produksi Beras Turun Gegara El Nino, Bulog Segera Impor

&amp;ldquo;Biasanya pengairan menggunakan saluran irigasi. Sekarang harus pakai pompa. Jadi untuk sekarang harga gabahnya Rp6.000,&amp;rdquo; kata Niman, Sabtu (12/8/2023).

Secara total, ia memiliki tiga pompa air yang pengoperasiaannya menggunakan solar. Tiga pompa air itu difungsikan untuk mengairi seluas dua hektar persawahannya.

&amp;ldquo;Satu mesin 10 liter sehari semalam, kalo dari mesin, kalo gak dari mesin (air sungai) kan agak ringan,&amp;rdquo; Niman memungkasi.
Kondisi ini tentu membuatnya was-was, sebab kekeringan bukanlah hal yang kerap terjadi setiap tahunnya. Niman mengalami kekeringan sekitar dua tahun lalu yang membuat hasil taninya gagal panen.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dampak El Nino, Sawah di Bekasi Alami Kekeringan


Niman mengakui kualitas hasil panennya akan sedikit menurun dari kondisi sebelum kekeringan. Kendati demikian, ia masih mensyukuri masih bisa memasok ke daerah Bekasi hingga Kabupaten Karawang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk5NC81L3g4bjQycHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Dampak El-Nino mulai merugikan masyarakat terutama di Kota Bekasi. El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Kota Bekasi. Kekeringan itu memaksa para petani harus menaikkan harga gabah hasil panen padi mereka.

Ketua Kelompok Tani Benda Jaya Niman mengatakan, kekeringan di persawahan wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Niman menjelaskan, hasil panen tanaman padi harus dijual lebih mahal.

Hal itu dikarenakan ongkos yang digunakan untuk melakukan perawatan padi jadi lebih mahal. Itu tak lepas dari pengairan padi harus dilakukan secara manual.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Produksi Beras Turun Gegara El Nino, Bulog Segera Impor

&amp;ldquo;Biasanya pengairan menggunakan saluran irigasi. Sekarang harus pakai pompa. Jadi untuk sekarang harga gabahnya Rp6.000,&amp;rdquo; kata Niman, Sabtu (12/8/2023).

Secara total, ia memiliki tiga pompa air yang pengoperasiaannya menggunakan solar. Tiga pompa air itu difungsikan untuk mengairi seluas dua hektar persawahannya.

&amp;ldquo;Satu mesin 10 liter sehari semalam, kalo dari mesin, kalo gak dari mesin (air sungai) kan agak ringan,&amp;rdquo; Niman memungkasi.
Kondisi ini tentu membuatnya was-was, sebab kekeringan bukanlah hal yang kerap terjadi setiap tahunnya. Niman mengalami kekeringan sekitar dua tahun lalu yang membuat hasil taninya gagal panen.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dampak El Nino, Sawah di Bekasi Alami Kekeringan


Niman mengakui kualitas hasil panennya akan sedikit menurun dari kondisi sebelum kekeringan. Kendati demikian, ia masih mensyukuri masih bisa memasok ke daerah Bekasi hingga Kabupaten Karawang.</content:encoded></item></channel></rss>
