<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Fenomena El Nino, Objek Wisata Danau Tangkas Muarojambi Mengering</title><description>Objek wisata nomor dua setelah Candi Muarojambi kunjungan wisatawannya yang semula bisa ribuan orang tiap minggunya, menurun drastis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering"/><item><title>Dampak Fenomena El Nino, Objek Wisata Danau Tangkas Muarojambi Mengering</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2023 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering-65sh3IcYV4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danau Tangkas mengering (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/13/340/2863404/dampak-fenomena-el-nino-objek-wisata-danau-tangkas-muarojambi-mengering-65sh3IcYV4.jpg</image><title>Danau Tangkas mengering (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8yMC8xNjkxNTQvNS94OG42YjRk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUAROJAMBI - Dampak cuaca panas ekstrem El Nino dan datangnya musim kemarau mulai dirasakan warga Jambi. Salah satunya objek wisata Danau Tangkas yang mengering.
Kini, objek wisata di kawasan Desa Tanjunglanjut, Sekernan Kabupaten Muarojambi, Jambi mengalami penyusutan debit air danau. Tidak hanya itu, terancam kekeringan.
Objek wisata nomor dua setelah Candi Muarojambi kunjungan wisatawannya yang semula bisa ribuan orang tiap minggunya, menurun drastis.

BACA JUGA:
KRI Bima Suci Jadi Tamu Kehormatan Hense Sail 2023 di Jerman

Bahkan sejumlah permainan yang biasa digunakan sebagai fasilitas wisata, seperti perahu, speed boat terlihat tertambat di tanah yang airnya kering.

BACA JUGA:
Segini Perbandingan Gaji DPR Indonesia dengan Negara Lain

&quot;Dampak El Nino tahun ini tidak separah sebelumnya, paling kencang satu bulan. Tapi saat ini, kondisi kering maju lebih awal,&quot; tutur Edi Sugito, Kepala Desa Tanjunglanjut, Minggu (13/8/2023).
Imbasnya lagi, kondisi aktivitas wisata air di Danau Tangkas tidak bisa beroperasi lagi. &quot;Saat debit air sampai dua meter dibawah jembatan gantung, wisata jembatan gantung ramai pengunjung. Tapi sekarang air danaunya kering,&quot; imbuhnya.Tidak hanya itu, banyak warga memanfaatkan danau untuk pemancungan.

&quot;Kalau ada airnya banyak orang mancing ikan. Ada yang pasang pukat dan menjala ikan,&quot; kata pria yang biasa dipanggil Datuk Tangkas ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Piala AFF U-23 2023: Ambisi Besar Irfan Jauhari Tembus Skuad Utama Timnas Indonesia U-23

Dengan kondisi kering begini, sambungnya, pendapatan mereka merosot jauh berkurang. &quot;Dari data desa, ada sekitar 20 KK yang mencari ikan di seputaran Danau Tangkas,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menlu Pastikan Kontingen Pramuka Indonesia di Korea Sudah Kembali ke Tanah Air&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Datuk bersama warga berharap, agar pemerintah daerah bisa membangun bendungan di wilayahnya agar kondisi air tidak menyusut saat kemarau.

Selain itu, pendapatan daerah dari hasil wisata Danau Tangkas tidak berkurang dan bisa dinikmati warga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8yMC8xNjkxNTQvNS94OG42YjRk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MUAROJAMBI - Dampak cuaca panas ekstrem El Nino dan datangnya musim kemarau mulai dirasakan warga Jambi. Salah satunya objek wisata Danau Tangkas yang mengering.
Kini, objek wisata di kawasan Desa Tanjunglanjut, Sekernan Kabupaten Muarojambi, Jambi mengalami penyusutan debit air danau. Tidak hanya itu, terancam kekeringan.
Objek wisata nomor dua setelah Candi Muarojambi kunjungan wisatawannya yang semula bisa ribuan orang tiap minggunya, menurun drastis.

BACA JUGA:
KRI Bima Suci Jadi Tamu Kehormatan Hense Sail 2023 di Jerman

Bahkan sejumlah permainan yang biasa digunakan sebagai fasilitas wisata, seperti perahu, speed boat terlihat tertambat di tanah yang airnya kering.

BACA JUGA:
Segini Perbandingan Gaji DPR Indonesia dengan Negara Lain

&quot;Dampak El Nino tahun ini tidak separah sebelumnya, paling kencang satu bulan. Tapi saat ini, kondisi kering maju lebih awal,&quot; tutur Edi Sugito, Kepala Desa Tanjunglanjut, Minggu (13/8/2023).
Imbasnya lagi, kondisi aktivitas wisata air di Danau Tangkas tidak bisa beroperasi lagi. &quot;Saat debit air sampai dua meter dibawah jembatan gantung, wisata jembatan gantung ramai pengunjung. Tapi sekarang air danaunya kering,&quot; imbuhnya.Tidak hanya itu, banyak warga memanfaatkan danau untuk pemancungan.

&quot;Kalau ada airnya banyak orang mancing ikan. Ada yang pasang pukat dan menjala ikan,&quot; kata pria yang biasa dipanggil Datuk Tangkas ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Piala AFF U-23 2023: Ambisi Besar Irfan Jauhari Tembus Skuad Utama Timnas Indonesia U-23

Dengan kondisi kering begini, sambungnya, pendapatan mereka merosot jauh berkurang. &quot;Dari data desa, ada sekitar 20 KK yang mencari ikan di seputaran Danau Tangkas,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menlu Pastikan Kontingen Pramuka Indonesia di Korea Sudah Kembali ke Tanah Air&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Datuk bersama warga berharap, agar pemerintah daerah bisa membangun bendungan di wilayahnya agar kondisi air tidak menyusut saat kemarau.

Selain itu, pendapatan daerah dari hasil wisata Danau Tangkas tidak berkurang dan bisa dinikmati warga.</content:encoded></item></channel></rss>
