<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ongkos Politik Caleg DPR RI Capai Rp40 Miliar, Waketum MUI Geleng-Geleng</title><description>Hal ini tentu saja membuat kita geleng-geleng kepala, jelas-jelas sangat patut kita sesalkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng"/><item><title>Ongkos Politik Caleg DPR RI Capai Rp40 Miliar, Waketum MUI Geleng-Geleng</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2023 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng-QICsWzl2e4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ongkos politik untuk menjadi anggota legislatif di DPR RI disebut capai Rp40 miliar (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2863735/ongkos-politik-caleg-dpr-ri-capai-rp40-miliar-waketum-mui-geleng-geleng-QICsWzl2e4.jpg</image><title>Ongkos politik untuk menjadi anggota legislatif di DPR RI disebut capai Rp40 miliar (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMC81L3g4bjV1NnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Ketua Umum MUI, Anwar abbas mengaku geleng-geleng usai mendengar ongkos politik untuk menjadi Caleg DPR pada gelaran Pemilu mencapai Rp40 miliar. Dirinya juga menyesalkan sebab para DPR RI nantinya akan sibuk untuk berfikir mengembalikan investasi yang sudah ditanam sebelum terpilih.

&quot;Hal ini tentu saja membuat kita geleng-geleng kepala, jelas-jelas sangat patut kita sesalkan karena bagaimana mungkin kita akan menumpangkan harapan kepada orang yang sibuk berfikir untuk dapat mengembalikan investasi yang sudah dia tanam atau hutang yang harus dia bayar?&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Senin (14/8/2023).


BACA JUGA:
Festival Burung Berkicau Digelar di Nias, Perebutkan Piala Caleg DPR RI Perindo


Sehingga, sambungnya. akibatnya dunia politik kita sudah bagaikan sebuah pasar di mana para pelaku yang ada sibuk bertransaksi untuk kepentingan dirinya dan kelompok serta partainya.

Bahkan, Anwar melihat para oknum caleg tersebut tidak segan-segan melakukan apa saja termasuk mewarnai ayat-ayat dan pasal-pasal dalam pembahasan sebuah rancangan UU. Akhirnya setelah disahkan menjadi UU, rakyat sangat dirugikan rakyat dan juga sangat bertentangan dengan jiwa dan semangat dari UUD 1945.

&quot;Hal ini bisa terjadi karena yang penting bagi mereka bukanlah bagaimana mereka bisa memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat serta patuh kepada konstitusi. Tapi adalah bagaimana caranya supaya modal yang sudah mereka tanam bisa kembali dan keuntungan yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Rakor Perindo di Batam dalam Rangka Konsolidasi, Bimtek dan Strategi Pemenangan Partai Pada Pemilu 2024


Lebih lanjut dia menyebut jika dalam pemilu yang akan datang hal serupa masih saja terus terjadi. Maka tentu tipis sekalilah harapan  nasib rakyat banyak terutama nasib mereka- mereka yang ada di lapis bawah akan bisa berubah.

&quot;Untuk itu kita harus bisa mengusahkan secara bersama-sama bagaimana caranya agar pemilu 2024 yang akan datang benar-benar bisa dilaksanakan dengan biaya atau ongkos yang semurah-murahnya. karena dengan itulah kita akan bisa mendapatkan anggota DPR yang benar-benar mampu mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat,&quot; tuturnya.

Menurutnya hal tersebut penting agar masyarakat dapat berharap terciptanya sebuah perubahan yang benar-benar berarti dan bermakna. &quot;Di mana rakyatnya akan bisa hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera dan bahagia semoga,&quot; tuturnya.Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkapkan bahwa biaya atau ongkos untuk bisa duduk menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta  sangat mahal yaitu sebesar Rp40 miliar.

Bahkan dia menyebut jika sang calon hanya memiliki modal Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Maka besar kemungkinan mereka  tidak akan pernah bisa melaju ke senayan.

&quot;Di Jakarta ini, teman-teman saya yang jadi tiga empat kali, itu kita-kira buat orang NU (Nahdlatul Ulama) akan sangat tidak mungkin jadi DPR dari DKI Jakarta. Cost-nya sekitar Rp40 miliar, ada yang Rp20 miliar enggak jadi yang selalu jadi sekitaran Rp40 miliaran&quot; ujar Cak Imin dikutip dalam video dalam akun YouTube NU Channel.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMC81L3g4bjV1NnI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Ketua Umum MUI, Anwar abbas mengaku geleng-geleng usai mendengar ongkos politik untuk menjadi Caleg DPR pada gelaran Pemilu mencapai Rp40 miliar. Dirinya juga menyesalkan sebab para DPR RI nantinya akan sibuk untuk berfikir mengembalikan investasi yang sudah ditanam sebelum terpilih.

&quot;Hal ini tentu saja membuat kita geleng-geleng kepala, jelas-jelas sangat patut kita sesalkan karena bagaimana mungkin kita akan menumpangkan harapan kepada orang yang sibuk berfikir untuk dapat mengembalikan investasi yang sudah dia tanam atau hutang yang harus dia bayar?&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Senin (14/8/2023).


BACA JUGA:
Festival Burung Berkicau Digelar di Nias, Perebutkan Piala Caleg DPR RI Perindo


Sehingga, sambungnya. akibatnya dunia politik kita sudah bagaikan sebuah pasar di mana para pelaku yang ada sibuk bertransaksi untuk kepentingan dirinya dan kelompok serta partainya.

Bahkan, Anwar melihat para oknum caleg tersebut tidak segan-segan melakukan apa saja termasuk mewarnai ayat-ayat dan pasal-pasal dalam pembahasan sebuah rancangan UU. Akhirnya setelah disahkan menjadi UU, rakyat sangat dirugikan rakyat dan juga sangat bertentangan dengan jiwa dan semangat dari UUD 1945.

&quot;Hal ini bisa terjadi karena yang penting bagi mereka bukanlah bagaimana mereka bisa memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat serta patuh kepada konstitusi. Tapi adalah bagaimana caranya supaya modal yang sudah mereka tanam bisa kembali dan keuntungan yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Rakor Perindo di Batam dalam Rangka Konsolidasi, Bimtek dan Strategi Pemenangan Partai Pada Pemilu 2024


Lebih lanjut dia menyebut jika dalam pemilu yang akan datang hal serupa masih saja terus terjadi. Maka tentu tipis sekalilah harapan  nasib rakyat banyak terutama nasib mereka- mereka yang ada di lapis bawah akan bisa berubah.

&quot;Untuk itu kita harus bisa mengusahkan secara bersama-sama bagaimana caranya agar pemilu 2024 yang akan datang benar-benar bisa dilaksanakan dengan biaya atau ongkos yang semurah-murahnya. karena dengan itulah kita akan bisa mendapatkan anggota DPR yang benar-benar mampu mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat,&quot; tuturnya.

Menurutnya hal tersebut penting agar masyarakat dapat berharap terciptanya sebuah perubahan yang benar-benar berarti dan bermakna. &quot;Di mana rakyatnya akan bisa hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera dan bahagia semoga,&quot; tuturnya.Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkapkan bahwa biaya atau ongkos untuk bisa duduk menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta  sangat mahal yaitu sebesar Rp40 miliar.

Bahkan dia menyebut jika sang calon hanya memiliki modal Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Maka besar kemungkinan mereka  tidak akan pernah bisa melaju ke senayan.

&quot;Di Jakarta ini, teman-teman saya yang jadi tiga empat kali, itu kita-kira buat orang NU (Nahdlatul Ulama) akan sangat tidak mungkin jadi DPR dari DKI Jakarta. Cost-nya sekitar Rp40 miliar, ada yang Rp20 miliar enggak jadi yang selalu jadi sekitaran Rp40 miliaran&quot; ujar Cak Imin dikutip dalam video dalam akun YouTube NU Channel.</content:encoded></item></channel></rss>
