<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prof Edvin Aldrian, Peneliti Meteorologi Penerima Bintang Jasa Pratama</title><description>Prof Edvin Aldrian menjadi salah satu dari 18 tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan oleh Presiden Joko Widodo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama"/><item><title>Prof Edvin Aldrian, Peneliti Meteorologi Penerima Bintang Jasa Pratama</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2023 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Diana Aslamiyyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama-ctvdblp34y.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Prof Edvin Aldrian terima bintang kehormatan dari Presiden Jokowi (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2864316/prof-edvin-aldrian-peneliti-meteorologi-penerima-bintang-jasa-pratama-ctvdblp34y.JPG</image><title>Prof Edvin Aldrian terima bintang kehormatan dari Presiden Jokowi (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Prof Edvin Aldrian menjadi salah satu dari 18 tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan oleh Presiden Joko Widodo. Ia mendapat Bintang Jasa Pratama bersama dua tokoh lainnya.

Edvin Aldrian merupakan seorang peneliti dan meteorologis Indonesia yang lahir pada 2 Agustus 1969 di Jakarta. Edvin merupakan anak kedua dari pasangan Darwin Ramly dan Erma Darwin.

Edvin mengalami pindah sekolah semasa SD sebanyak tiga kali, tetapi diketahui ia akhirnya lulus di SD St Maria Cirebon pada tahun 1982. Ia melanjutkan pendidikannya ke SMP St Maria Cirebon dan lulus pada tahun 1985. Ia kemudian menjadi siswa di SMA Negeri 34 Jakarta dan lulus pada tahun 1988.


BACA JUGA:
Prof Sudharto Prawoto Hadi, Guru Besar UNDIP yang Dianugerahi Bintang Jasa Pratama


Pendidikan tingginya dimulai dengan menjadi mahasiswa dari Universitas Mc Master, ia meraih gelar Bachelor of Engineering pada tahun 1993. Edvin melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program master di Universitas Nagoya dengan Beasiswa Monbukagakusho yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang.

Ia menyelesaikan program masternya pada tahun 1998 dan melanjutkan pendidikan dengan mengambil program doktor pada tahun 1999 di Max Planck Institut fur Meteorologie. Pada program doktoralnya ini, ia mendapat beasiswa dinas Pertukaran Akademis Jerman.
Edvin Aldrian telah berkarir sejak tahun 1993 hingga 2009 sebagai staf pelaksana teknis di Hujan Buatan (Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca) BPPT. Kemudian pada tahun 2009, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG sekaligus Kepala Pusat Pengembangan BMKG hingga tahun 2016.



Selain itu, selama menjabat ia juga diangkat sebagai wakil ketua Kelompok Kerja I dalam IPCC hingga Juli 2023 sebagai perwakilan Asia Tenggara dan Negara-negara di Asia Pasific Barat Daya.



Tak hanya itu, Edvin Aldrian juga diangkat sebagai Profesor Riset di bidang meteorologi sekaligus menjadi profesor riset ke-449 di Indonesia pada tahun 2010. Edvin Aldrian memiliki sederet prestasi, salah satu diantaranya adalah memenangkan Habibie Award dalam bidang rekayasa pada tahun 2008.</description><content:encoded>JAKARTA - Prof Edvin Aldrian menjadi salah satu dari 18 tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan oleh Presiden Joko Widodo. Ia mendapat Bintang Jasa Pratama bersama dua tokoh lainnya.

Edvin Aldrian merupakan seorang peneliti dan meteorologis Indonesia yang lahir pada 2 Agustus 1969 di Jakarta. Edvin merupakan anak kedua dari pasangan Darwin Ramly dan Erma Darwin.

Edvin mengalami pindah sekolah semasa SD sebanyak tiga kali, tetapi diketahui ia akhirnya lulus di SD St Maria Cirebon pada tahun 1982. Ia melanjutkan pendidikannya ke SMP St Maria Cirebon dan lulus pada tahun 1985. Ia kemudian menjadi siswa di SMA Negeri 34 Jakarta dan lulus pada tahun 1988.


BACA JUGA:
Prof Sudharto Prawoto Hadi, Guru Besar UNDIP yang Dianugerahi Bintang Jasa Pratama


Pendidikan tingginya dimulai dengan menjadi mahasiswa dari Universitas Mc Master, ia meraih gelar Bachelor of Engineering pada tahun 1993. Edvin melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program master di Universitas Nagoya dengan Beasiswa Monbukagakusho yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang.

Ia menyelesaikan program masternya pada tahun 1998 dan melanjutkan pendidikan dengan mengambil program doktor pada tahun 1999 di Max Planck Institut fur Meteorologie. Pada program doktoralnya ini, ia mendapat beasiswa dinas Pertukaran Akademis Jerman.
Edvin Aldrian telah berkarir sejak tahun 1993 hingga 2009 sebagai staf pelaksana teknis di Hujan Buatan (Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca) BPPT. Kemudian pada tahun 2009, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG sekaligus Kepala Pusat Pengembangan BMKG hingga tahun 2016.



Selain itu, selama menjabat ia juga diangkat sebagai wakil ketua Kelompok Kerja I dalam IPCC hingga Juli 2023 sebagai perwakilan Asia Tenggara dan Negara-negara di Asia Pasific Barat Daya.



Tak hanya itu, Edvin Aldrian juga diangkat sebagai Profesor Riset di bidang meteorologi sekaligus menjadi profesor riset ke-449 di Indonesia pada tahun 2010. Edvin Aldrian memiliki sederet prestasi, salah satu diantaranya adalah memenangkan Habibie Award dalam bidang rekayasa pada tahun 2008.</content:encoded></item></channel></rss>
