<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerja Sama Politik Didasarkan Kesukarelaan, Ahmad Basarah Tegaskan Koalisi Pengusung Ganjar Tetap Kompak</title><description>&amp;nbsp;
Ahmad Basarah bahkan merasa tidak berbicara sesuai judul yang ditulis media massa itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak"/><item><title>Kerja Sama Politik Didasarkan Kesukarelaan, Ahmad Basarah Tegaskan Koalisi Pengusung Ganjar Tetap Kompak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2023 22:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak-crZiFHrUG0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Basarah tegaskan koalisi pendukung Ganjar kompak/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/14/337/2864390/kerja-sama-politik-didasarkan-kesukarelaan-ahmad-basarah-tegaskan-koalisi-pengusung-ganjar-tetap-kompak-crZiFHrUG0.jpg</image><title>Ahmad Basarah tegaskan koalisi pendukung Ganjar kompak/Foto: MPI </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNC8xLzE2OTIxMy81L3g4bjcyaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua MPR, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, sangat menyesalkan judul berita beberapa media massa yang dibuat tidak sesuai dengan isi wawancara mereka. Wawancara itu tentang sikap PDI Perjuangan terhadap Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ahmad Basarah bahkan merasa tidak berbicara sesuai judul yang ditulis media massa itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sosialisasikan Ganjar, Relawan Gelar Pelatihan Bikin Kue Tradisional di Jaksel

&quot;Sejumlah judul yang saya baca bahkan saya nilai berpotensi ingin mengadu domba antara PDI Perjuangan dengan PPP. Saya maklum, beberapa media massa memang cenderung menyukai berita sensasional, tapi hal tersebut seharusnya tidak mengorbankan narasumber, apalagi sampai melakukan framing kepada narasumber dan meninggalkan etika jurnalistik seperti tidak boleh mencampurkan antara fakta dan opini,&quot; tegas Ahmad Basarah di Jakarta, Senin (14/8/2023).

Pernyataan tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu merujuk pada sejumlah berita yang beredar hari ini (14/8/2023), berisi wawancara mereka dengan Ahmad Basarah ihwal bergabungnya PAN dan Partai Golkar ke kubu Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Soal Pertemuan Ganjar dengan Sinta Wahid, Ini Penjelasan PDIP

Beberapa wartawan, lanjutnya, menemui Ahmad Basarah usai jumpa pers tentang penyelenggaraan sidang tahunan di Gedung MPR RI, bertanya dan meminta konfirmasi sikap PDI Perjuangan terhadap pernyataan petinggi PPP yang mewanti-wanti jika Sandiaga Uno tidak ditunjuk menjadi Cawapres Ganjar Pranowo, partai itu akan cabut dari koalisi.

&quot;Menjawab pertanyaan itu, saya hanya mengatakan 'monggo', (tidak lebih dan tidak ada kata-kata lain),&quot; tegas Ahmad Basarah.

&quot;Setelah itu, saya lanjutkan penjelasan saya 'lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya,&quot; lanjut Ahmad Basarah.

Usai wawancara berlangsung, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku sangat terkejut membaca berita di beberapa media massa dengan judul yang sama sekali tidak pernah diucapkannya sedikit pun. Di antara judul-judul itu, misalnya 'PDIP Persilakan PPP Pergi jika Sandiaga Uno Tak Diusung jadi Cawapres Ganjar, Basarah: Monggo', atau 'PDIP Siap Ditinggal PPP Jika Sandiaga Uno Tak Diusung untuk Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.&quot;

Judul lain yang juga disesalkan Ahmad Basarah misalnya 'PDIP Persilakan PPP Pergi Jika Sandiaga Uno Tak Jadi Cawapres, Koalisi Ganjar Pranowo Tak Solid?' atau 'PPP Kena Ulti PDIP, Kalau Masih Nekat Usung Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar Dipersilakan Cabut.'
&quot;Saya tak pernah menyatakan apa yang ditulis oleh contoh judul-judul itu. Terus terang semua judul itu membuat PDI Perjuangan khususnya saya merasa dirugikan dan dapat merusak psikologis politik hubungan baik kami dengan teman-teman PPP,&amp;rdquo; urai Ahmad Basarah



Menurut dia, apa yang hendak ditekankannya saat diwawancarai wartawan pesannya adalah bahwa landasan sebuah kerja sama politik dalam pilpres adalah kesukarelaan, kehendak bersama dan tidak boleh ada paksaan satu dengan lainnya. Tanpa landasan tersebut, perjalanan sebuah kerja sama akan sulit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panglima TNI dan Menhan Prabowo Gelar Sailing Pass, Uji Ketangguhan 2 Kapal Canggih Terbaru AL



&quot;Setelah saya jelaskan demikian, saya tambahkan penjelasan pada wartawan tadi siang bahwa sekali lagi, semua Bacawapres yang muncul di permukaan publik mau Pak Sandiaga Uno, mau Pak Mahfud MD, kemudian sekarang Mbak Puan menyebut nama Mbak Yenny Wahid, ada juga mantan panglima TNI (Purn) Jenderal Andika Perkasa. Kemudian, ada Pak Erick Thohir dan banyak lagi, probability mereka untuk menjadi Cawapres Pak Ganjar cukup tinggi, kita tunggu nanti pada batas akhir pendaftaran Capres dan Cawapres yang telah diatur KPU, kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya dan formasi Capres-Cawapresnya,&quot; jelas Ahmad Basarah.



Seperti diketahui, koalisi partai pengusung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, yaitu PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNC8xLzE2OTIxMy81L3g4bjcyaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua MPR, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, sangat menyesalkan judul berita beberapa media massa yang dibuat tidak sesuai dengan isi wawancara mereka. Wawancara itu tentang sikap PDI Perjuangan terhadap Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ahmad Basarah bahkan merasa tidak berbicara sesuai judul yang ditulis media massa itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sosialisasikan Ganjar, Relawan Gelar Pelatihan Bikin Kue Tradisional di Jaksel

&quot;Sejumlah judul yang saya baca bahkan saya nilai berpotensi ingin mengadu domba antara PDI Perjuangan dengan PPP. Saya maklum, beberapa media massa memang cenderung menyukai berita sensasional, tapi hal tersebut seharusnya tidak mengorbankan narasumber, apalagi sampai melakukan framing kepada narasumber dan meninggalkan etika jurnalistik seperti tidak boleh mencampurkan antara fakta dan opini,&quot; tegas Ahmad Basarah di Jakarta, Senin (14/8/2023).

Pernyataan tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu merujuk pada sejumlah berita yang beredar hari ini (14/8/2023), berisi wawancara mereka dengan Ahmad Basarah ihwal bergabungnya PAN dan Partai Golkar ke kubu Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Soal Pertemuan Ganjar dengan Sinta Wahid, Ini Penjelasan PDIP

Beberapa wartawan, lanjutnya, menemui Ahmad Basarah usai jumpa pers tentang penyelenggaraan sidang tahunan di Gedung MPR RI, bertanya dan meminta konfirmasi sikap PDI Perjuangan terhadap pernyataan petinggi PPP yang mewanti-wanti jika Sandiaga Uno tidak ditunjuk menjadi Cawapres Ganjar Pranowo, partai itu akan cabut dari koalisi.

&quot;Menjawab pertanyaan itu, saya hanya mengatakan 'monggo', (tidak lebih dan tidak ada kata-kata lain),&quot; tegas Ahmad Basarah.

&quot;Setelah itu, saya lanjutkan penjelasan saya 'lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya,&quot; lanjut Ahmad Basarah.

Usai wawancara berlangsung, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku sangat terkejut membaca berita di beberapa media massa dengan judul yang sama sekali tidak pernah diucapkannya sedikit pun. Di antara judul-judul itu, misalnya 'PDIP Persilakan PPP Pergi jika Sandiaga Uno Tak Diusung jadi Cawapres Ganjar, Basarah: Monggo', atau 'PDIP Siap Ditinggal PPP Jika Sandiaga Uno Tak Diusung untuk Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.&quot;

Judul lain yang juga disesalkan Ahmad Basarah misalnya 'PDIP Persilakan PPP Pergi Jika Sandiaga Uno Tak Jadi Cawapres, Koalisi Ganjar Pranowo Tak Solid?' atau 'PPP Kena Ulti PDIP, Kalau Masih Nekat Usung Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar Dipersilakan Cabut.'
&quot;Saya tak pernah menyatakan apa yang ditulis oleh contoh judul-judul itu. Terus terang semua judul itu membuat PDI Perjuangan khususnya saya merasa dirugikan dan dapat merusak psikologis politik hubungan baik kami dengan teman-teman PPP,&amp;rdquo; urai Ahmad Basarah



Menurut dia, apa yang hendak ditekankannya saat diwawancarai wartawan pesannya adalah bahwa landasan sebuah kerja sama politik dalam pilpres adalah kesukarelaan, kehendak bersama dan tidak boleh ada paksaan satu dengan lainnya. Tanpa landasan tersebut, perjalanan sebuah kerja sama akan sulit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panglima TNI dan Menhan Prabowo Gelar Sailing Pass, Uji Ketangguhan 2 Kapal Canggih Terbaru AL



&quot;Setelah saya jelaskan demikian, saya tambahkan penjelasan pada wartawan tadi siang bahwa sekali lagi, semua Bacawapres yang muncul di permukaan publik mau Pak Sandiaga Uno, mau Pak Mahfud MD, kemudian sekarang Mbak Puan menyebut nama Mbak Yenny Wahid, ada juga mantan panglima TNI (Purn) Jenderal Andika Perkasa. Kemudian, ada Pak Erick Thohir dan banyak lagi, probability mereka untuk menjadi Cawapres Pak Ganjar cukup tinggi, kita tunggu nanti pada batas akhir pendaftaran Capres dan Cawapres yang telah diatur KPU, kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya dan formasi Capres-Cawapresnya,&quot; jelas Ahmad Basarah.



Seperti diketahui, koalisi partai pengusung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, yaitu PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura.</content:encoded></item></channel></rss>
