<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Wilayah Himalaya India, Tewaskan Setidaknya 48 Orang</title><description>Upaya penyelamatan masih berlangsung di Shimla.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang"/><item><title>Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Wilayah Himalaya India, Tewaskan Setidaknya 48 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang-zv8aGxeaqT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/18/2864612/hujan-lebat-picu-banjir-dan-longsor-di-wilayah-himalaya-india-tewaskan-setidaknya-48-orang-zv8aGxeaqT.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNi8xLzE1Mzc4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
HUJAN monsun yang lebat memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Himalaya India, mengakibatkan 48 orang tewas dan banyak lainnya terjebak, menurut para pejabat kepada media setempat, Senin (14/8/2023).

BACA JUGA:
300 Rumah Warga Muslim Dibuldoser, 150 Orang Ditangkap Pasca Kerusuhan Antargama di India

Hujan deras yang dimulai akhir pekan lalu di negara bagian Himachal Pradesh yang dikelilingi pegunungan telah membanjiri jalan-jalan dan menghanyutkan rumah warga, sementara petugas SAR berupaya membantu orang-orang yang terjebak di bawah tumpukan puing.
Salah satu daerah yang terdampak paling parah adalah Distrik Mandi di Pradesh, di mana 19 mayat ditemukan tim SAR, kata pejabat setempat kepada kantor berita Press Trust of India (PTI).
Di Ibu Kota Shimla, 14 orang tewas akibat dua tanah longsor, sementara hujan deras mendadak (cloudburst) di Distrik Solan pada Minggu (13/8/2023) menewaskan sembilan orang di wilayah itu, tambah mereka.

BACA JUGA:
Tanah Longsor Himalaya Tewaskan 41 Orang, Puluhan Masih Terperangkap

Jumlah korban jiwa terus meningkat sepanjang hari selama hujan deras terus menerpa berbagai daerah di negara bagian itu, memicu banjir bandang dan lebih banyak tanah longsor, kata pihak berwenang sebagaimana dilansir VOA Indonesia.
Kepala Menteri Himachal Pradesh, Sukhvinder Singh Sukhu, mengatakan bahwa para petugas penyelamatan di Shimla berupaya membersihkan puing-puing dan membantu warga yang masih terjebak.
Cloudburst terjadi ketika curah hujan lebih dari 10 sentimeter turun di area seluas 10 kilometer persegi dalam waktu satu jam. Peristiwa cuaca itu sering terjadi di wilayah Himalaya dan berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor yang hebat dan berdampak pada ribuan orang.

BACA JUGA:
Banjir Monsun Hantam India, 15 Orang Meninggal dan Banyak Jalanan Terendam Air

Rumah-rumah warga di Solan hanyut, sementara jalanan terendam banjir akibat hujan deras, kata polisi kepada PTI. Di Shimla, tanah longsor meruntuhkan sebuah kuil Hindu yang tengah dipadati umat, sehingga memicu kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban tewas.
Semua sekolah dan perguruan tinggi di negara bagian itu ditutup sementara dan lebih dari 700 ruas jalan yang tergenang telah ditutup.
Departemen cuaca India memperingatkan bahwa hujan sedang hingga deras melanda berbagai wilayah di negara bagian itu pada Senin dan mengatakan bahwa hujan dapat berlanjut hingga akhir pekan. Instansi itu telah mengeluarkan peringatan bahaya selama akhir pekan, ketika hujan lebat melanda negara bagian tetangga, Uttarakhand, di mana 60 orang tewas akibat hujan monsun pada musim ini, tulis PTI.
Bulan lalu, hujan monsun yang memecahkan rekor menewaskan lebih dari 100 orang dalam kurun dua minggu di beberapa wilayah India utara, termasuk di Himachal Pradesh, yang terdampak paling parah.

BACA JUGA:
Korban Jiwa Bertambah, Banjir di Beijing Tewaskan 33 Orang, 18 Lainnya Masih Hilang

Bencana yang disebabkan oleh tanah longsor dan banjir merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah Himalaya, India utara, selama musim monsun pada Juni hingga September. Para ilmuwan mengatakan, peristiwa cuaca itu terjadi semakin sering karena pemanasan global berkontribusi negatif pada pencairan gletser di wilayah tersebut.
Pada Februari 2021, banjir bandang menewaskan hampir 200 orang dan menghanyutkan rumah-rumah warga di Uttarakhand.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNi8xLzE1Mzc4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
HUJAN monsun yang lebat memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Himalaya India, mengakibatkan 48 orang tewas dan banyak lainnya terjebak, menurut para pejabat kepada media setempat, Senin (14/8/2023).

BACA JUGA:
300 Rumah Warga Muslim Dibuldoser, 150 Orang Ditangkap Pasca Kerusuhan Antargama di India

Hujan deras yang dimulai akhir pekan lalu di negara bagian Himachal Pradesh yang dikelilingi pegunungan telah membanjiri jalan-jalan dan menghanyutkan rumah warga, sementara petugas SAR berupaya membantu orang-orang yang terjebak di bawah tumpukan puing.
Salah satu daerah yang terdampak paling parah adalah Distrik Mandi di Pradesh, di mana 19 mayat ditemukan tim SAR, kata pejabat setempat kepada kantor berita Press Trust of India (PTI).
Di Ibu Kota Shimla, 14 orang tewas akibat dua tanah longsor, sementara hujan deras mendadak (cloudburst) di Distrik Solan pada Minggu (13/8/2023) menewaskan sembilan orang di wilayah itu, tambah mereka.

BACA JUGA:
Tanah Longsor Himalaya Tewaskan 41 Orang, Puluhan Masih Terperangkap

Jumlah korban jiwa terus meningkat sepanjang hari selama hujan deras terus menerpa berbagai daerah di negara bagian itu, memicu banjir bandang dan lebih banyak tanah longsor, kata pihak berwenang sebagaimana dilansir VOA Indonesia.
Kepala Menteri Himachal Pradesh, Sukhvinder Singh Sukhu, mengatakan bahwa para petugas penyelamatan di Shimla berupaya membersihkan puing-puing dan membantu warga yang masih terjebak.
Cloudburst terjadi ketika curah hujan lebih dari 10 sentimeter turun di area seluas 10 kilometer persegi dalam waktu satu jam. Peristiwa cuaca itu sering terjadi di wilayah Himalaya dan berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor yang hebat dan berdampak pada ribuan orang.

BACA JUGA:
Banjir Monsun Hantam India, 15 Orang Meninggal dan Banyak Jalanan Terendam Air

Rumah-rumah warga di Solan hanyut, sementara jalanan terendam banjir akibat hujan deras, kata polisi kepada PTI. Di Shimla, tanah longsor meruntuhkan sebuah kuil Hindu yang tengah dipadati umat, sehingga memicu kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban tewas.
Semua sekolah dan perguruan tinggi di negara bagian itu ditutup sementara dan lebih dari 700 ruas jalan yang tergenang telah ditutup.
Departemen cuaca India memperingatkan bahwa hujan sedang hingga deras melanda berbagai wilayah di negara bagian itu pada Senin dan mengatakan bahwa hujan dapat berlanjut hingga akhir pekan. Instansi itu telah mengeluarkan peringatan bahaya selama akhir pekan, ketika hujan lebat melanda negara bagian tetangga, Uttarakhand, di mana 60 orang tewas akibat hujan monsun pada musim ini, tulis PTI.
Bulan lalu, hujan monsun yang memecahkan rekor menewaskan lebih dari 100 orang dalam kurun dua minggu di beberapa wilayah India utara, termasuk di Himachal Pradesh, yang terdampak paling parah.

BACA JUGA:
Korban Jiwa Bertambah, Banjir di Beijing Tewaskan 33 Orang, 18 Lainnya Masih Hilang

Bencana yang disebabkan oleh tanah longsor dan banjir merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah Himalaya, India utara, selama musim monsun pada Juni hingga September. Para ilmuwan mengatakan, peristiwa cuaca itu terjadi semakin sering karena pemanasan global berkontribusi negatif pada pencairan gletser di wilayah tersebut.
Pada Februari 2021, banjir bandang menewaskan hampir 200 orang dan menghanyutkan rumah-rumah warga di Uttarakhand.</content:encoded></item></channel></rss>
