<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta Jokowi Bilang Kualitas Udara Jabodetabek Buruk, Ungkap Beberapa Faktornya</title><description>Tanggal 13 Agustus 2023, indeks kualitas di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya"/><item><title>3 Fakta Jokowi Bilang Kualitas Udara Jabodetabek Buruk, Ungkap Beberapa Faktornya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya-de8Mvx3Xdq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi mengungkap sejumlah faktor penyebab buruknya kualitas udara di Jabodetabek (Foto : Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/337/2864677/3-fakta-jokowi-bilang-kualitas-udara-jabodetabek-buruk-ungkap-beberapa-faktornya-de8Mvx3Xdq.jpg</image><title>Presiden Jokowi mengungkap sejumlah faktor penyebab buruknya kualitas udara di Jabodetabek (Foto : Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>KUALITAS udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi (Jabodetabek) dinilai sangat buruk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut sejumlah fakta terkait pernyataan Presiden Jokowi soal buruknya kualitas udara di Jabodetabek:

1. Disampaikan saat Ratas

Hal tersebut disampaikan dalam arahannya pada Rapat Terbatas terkait Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek di Istana Merdeka, Jakarta pada hari ini Senin 14 Agustus 2023.


BACA JUGA:
ASN WFH untuk Atasi Polusi Udara, Menpan-RB: Jangan Istirahat di Rumah!


&quot;Kita akan membahas mengenai kualitas udara di Jabodetabek yang selama satu pekan terakhir, kualitas udara di Jabodetabek sangat, sangat buruk,&quot; kata Jokowi dalam arahannya.

&quot;Tanggal 13 Agustus 2023, indeks kualitas di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
BMKG Akui Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Polusi Udara di Jakarta


2. Faktor Penyebab

Jokowi mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kualitas udara di Jabodetabek semakin buruk, di antaranya musim kemarau berkepanjangan hingga pembuangan emisi.

&quot;Kemarau panjang selama 3 bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi. Serta pembuangan emisi dari transportasi,&quot; kata Jokowi.Faktor lainnya, kata Jokowi, dikarenakan adanya aktivitas industri di Jabodetabek yang menggunakan batubara.

&quot;Dan juga aktivitas industri di Jabodetabek terutama yang menggunakan batubara di sektor industri manufaktur,&quot; ungkapnya.


BACA JUGA:
Soal WFH ASN untuk Kurangi Polusi, Menpan RB: Sedang Kita Kaji


3. Ratas Dihadiri Menteri hingga Gubernur

Para menteri yang hadir pada Ratas tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tito Karnavian, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir.

Kemudian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.</description><content:encoded>KUALITAS udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi (Jabodetabek) dinilai sangat buruk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut sejumlah fakta terkait pernyataan Presiden Jokowi soal buruknya kualitas udara di Jabodetabek:

1. Disampaikan saat Ratas

Hal tersebut disampaikan dalam arahannya pada Rapat Terbatas terkait Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek di Istana Merdeka, Jakarta pada hari ini Senin 14 Agustus 2023.


BACA JUGA:
ASN WFH untuk Atasi Polusi Udara, Menpan-RB: Jangan Istirahat di Rumah!


&quot;Kita akan membahas mengenai kualitas udara di Jabodetabek yang selama satu pekan terakhir, kualitas udara di Jabodetabek sangat, sangat buruk,&quot; kata Jokowi dalam arahannya.

&quot;Tanggal 13 Agustus 2023, indeks kualitas di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
BMKG Akui Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Polusi Udara di Jakarta


2. Faktor Penyebab

Jokowi mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kualitas udara di Jabodetabek semakin buruk, di antaranya musim kemarau berkepanjangan hingga pembuangan emisi.

&quot;Kemarau panjang selama 3 bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi. Serta pembuangan emisi dari transportasi,&quot; kata Jokowi.Faktor lainnya, kata Jokowi, dikarenakan adanya aktivitas industri di Jabodetabek yang menggunakan batubara.

&quot;Dan juga aktivitas industri di Jabodetabek terutama yang menggunakan batubara di sektor industri manufaktur,&quot; ungkapnya.


BACA JUGA:
Soal WFH ASN untuk Kurangi Polusi, Menpan RB: Sedang Kita Kaji


3. Ratas Dihadiri Menteri hingga Gubernur

Para menteri yang hadir pada Ratas tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tito Karnavian, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir.

Kemudian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.</content:encoded></item></channel></rss>
