<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembenahan Sektor Transportasi Jadi Salah Satu Solusi Perbaiki Kualitas Udara DKI Jakarta</title><description>Sementara, dari total warga yang melakukan aktivitas di Jakarta, hanya 10 persen yang menggunakan transportasi umum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta"/><item><title>Pembenahan Sektor Transportasi Jadi Salah Satu Solusi Perbaiki Kualitas Udara DKI Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 07:13 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta-mfRB2xdETT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/338/2864458/pembenahan-sektor-transportasi-jadi-salah-satu-solusi-perbaiki-kualitas-udara-dki-jakarta-mfRB2xdETT.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Antara)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNS8xLzE2OTIyNy81L3g4bjdmczI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai bahwa pembenahan transportasi umum menjadi salah satu solusi penting untuk memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta.
Nirwono menjelaskan bahwa 75 persen polusi udara di Ibu Kota disumbangkan dari sektor transportasi. Sebab, saat ini mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara, dari total warga yang melakukan aktivitas di Jakarta, hanya 10 persen yang menggunakan transportasi umum.
&amp;ldquo;Artinya 90 persennya pengguna kendaraan pribadi dengan komposisi pemotor 21 juta dan pemobil 4 juta setiap harinya, yang mana hal itu belum tentu lolos uji emisi. Jadi sektor transportasi yang harus dibenahi total,&amp;rdquo; kata Nirwono, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Dispenad: Kasus Mayor Dedi Hasibuan Dikembalikan ke Kodam Bukit Barisan

Selain pembenahan transportasi umum, Nirwono menilai perlu juga adanya penertiban industri yang selama ini mencemari lingkungan. Menurutnya, industri yang selama ini menggunakan energi batu bara, harus didorong untuk beralih menggunakan energi terbarukan seperti panel surya.

BACA JUGA:
Pegawai Syahbandar Palabuhanratu Sukabumi Ditangkap Bawa Sabu

&amp;ldquo;Dan penertiban industri yang harus ramah lingkungan atau pemindahan pabrik penyebab polusi udara keluar Jabodetabek dan fokus pada industri yang lebih ramah lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.Lebih lanjut, dengan kondisi udara dan suhu yang saat ini memprihatinkan, ia pun mengingatkan bahwa seharusnya Pemprov DKI menetapkan status berbahaya bagi kesehatan.

&amp;ldquo;Dengan begitu kebijakan yang akan diambil juga harus berani, tegas, dan signifikan (non populis) bagi masyarakat (pasti banyak pro - kontra),&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Manchester United Menang Tipis atas Wolverhampton Wanderers, Erik ten Hag: Kami Temukan Cara untuk Menang!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan menteri dan kepala daerah di Jabodetabek untuk melakukan beberapa hal dalam meningkatkan kualitas udara. Dalam jangka pendek, Jokowi memerintahkan secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Tiga atau Dua Poros di Pilpres 2024 Tak Timbulkan Polarisasi Tajam

&quot;Kemudian juga rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi Euro 5 dan Euro 6 khususnya di Jabodetabek,&quot; ujar Jokowi dalam arahannya pada Ratas Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Jokowi juga memerintahkan untuk memperbanyak ruang terbuka hijau. Jokowi mengakui hal tersebut memerlukan anggaran, dirinya meminta untuk dipersiapkan.







</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNS8xLzE2OTIyNy81L3g4bjdmczI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai bahwa pembenahan transportasi umum menjadi salah satu solusi penting untuk memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta.
Nirwono menjelaskan bahwa 75 persen polusi udara di Ibu Kota disumbangkan dari sektor transportasi. Sebab, saat ini mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara, dari total warga yang melakukan aktivitas di Jakarta, hanya 10 persen yang menggunakan transportasi umum.
&amp;ldquo;Artinya 90 persennya pengguna kendaraan pribadi dengan komposisi pemotor 21 juta dan pemobil 4 juta setiap harinya, yang mana hal itu belum tentu lolos uji emisi. Jadi sektor transportasi yang harus dibenahi total,&amp;rdquo; kata Nirwono, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Dispenad: Kasus Mayor Dedi Hasibuan Dikembalikan ke Kodam Bukit Barisan

Selain pembenahan transportasi umum, Nirwono menilai perlu juga adanya penertiban industri yang selama ini mencemari lingkungan. Menurutnya, industri yang selama ini menggunakan energi batu bara, harus didorong untuk beralih menggunakan energi terbarukan seperti panel surya.

BACA JUGA:
Pegawai Syahbandar Palabuhanratu Sukabumi Ditangkap Bawa Sabu

&amp;ldquo;Dan penertiban industri yang harus ramah lingkungan atau pemindahan pabrik penyebab polusi udara keluar Jabodetabek dan fokus pada industri yang lebih ramah lingkungan,&amp;rdquo; ujarnya.Lebih lanjut, dengan kondisi udara dan suhu yang saat ini memprihatinkan, ia pun mengingatkan bahwa seharusnya Pemprov DKI menetapkan status berbahaya bagi kesehatan.

&amp;ldquo;Dengan begitu kebijakan yang akan diambil juga harus berani, tegas, dan signifikan (non populis) bagi masyarakat (pasti banyak pro - kontra),&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Manchester United Menang Tipis atas Wolverhampton Wanderers, Erik ten Hag: Kami Temukan Cara untuk Menang!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan menteri dan kepala daerah di Jabodetabek untuk melakukan beberapa hal dalam meningkatkan kualitas udara. Dalam jangka pendek, Jokowi memerintahkan secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Tiga atau Dua Poros di Pilpres 2024 Tak Timbulkan Polarisasi Tajam

&quot;Kemudian juga rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek dan menerapkan regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi Euro 5 dan Euro 6 khususnya di Jabodetabek,&quot; ujar Jokowi dalam arahannya pada Ratas Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Jokowi juga memerintahkan untuk memperbanyak ruang terbuka hijau. Jokowi mengakui hal tersebut memerlukan anggaran, dirinya meminta untuk dipersiapkan.







</content:encoded></item></channel></rss>
