<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Laporkan Hashim Djojohadikusumo karena Dituding Catut Nama Jokowi</title><description>Hashim dipolisikan atas dugaan pembohongan publik dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi"/><item><title>Mahasiswa Laporkan Hashim Djojohadikusumo karena Dituding Catut Nama Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Febriyono Tamenk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi-yhGJoblsQP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa Laporkan Hashim ke Polisi/Foto: MNC Media</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/340/2865078/mahasiswa-laporkan-hashim-djojohadikusumo-karena-dituding-catut-nama-jokowi-yhGJoblsQP.jpg</image><title>Mahasiswa Laporkan Hashim ke Polisi/Foto: MNC Media</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNC8xLzE2OTIwNy81L3g4bjZ5amQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KENDARI &amp;ndash; Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) Pendukung Jokowi, melaporkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo ke Polresta Kendari.
Hashim dipolisikan atas dugaan pembohongan publik dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:
Didukung Golkar dan PAN, Prabowo Optimistis Bisa Hilangkan Kemiskinan Indonesia

Pantauan iNews di lokasi, puluhan aliansi mahasiswa ini mendatang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Kendari.
Selanjutnya, laporan tersebut kemudian langsung diserahkan ke Unit Tindak Kriminal Umum Polresta Kendari.
&quot;Kami dari Aliansi Mahasiswa keberatan karena saudara Hashim telah mencatut nama Presiden Joko Widodo,&quot; ujar Adi Maliando, Koordinator Aliansi Mahasiswa Sultra Pendukung usai membuat laporan di Mapolresta Kendari, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Panglima TNI dan Menhan Prabowo Gelar Sailing Pass, Uji Ketangguhan 2 Kapal Canggih Terbaru AL

Dia menilai, pernyataan Hashim merupakan pembohongan publik. Karena itu dia meminta kepada terlapor untuk membersihkan nama Presiden Jokowi dan meminta maaf secara terbuka.
&quot;Kami meminta kepada saudara Hashim agar mengklarifikasi pernyataannya. Kami berharap agar tidak ada lagi pencatutan nama Presiden terhadap salah satu usungan-usungan calon Presiden lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.Diketahui, pelaporan ini berawal saat salah satu Capres melaksanakan deklarasi yang dilaksanakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta Pusat yang didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB dan PAN, Minggu, 13 Agustus 2023.

Saat itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai Bacapres di Pilpres 2024 atas seizin Presiden Jokowi.

Namun pernyataan adik Kandung Prabowo ini dibantah langsung Presiden Jokowi dalam keterangan di Istana Negara, Senin (14/8/2023).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNC8xLzE2OTIwNy81L3g4bjZ5amQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KENDARI &amp;ndash; Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) Pendukung Jokowi, melaporkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo ke Polresta Kendari.
Hashim dipolisikan atas dugaan pembohongan publik dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:
Didukung Golkar dan PAN, Prabowo Optimistis Bisa Hilangkan Kemiskinan Indonesia

Pantauan iNews di lokasi, puluhan aliansi mahasiswa ini mendatang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Kendari.
Selanjutnya, laporan tersebut kemudian langsung diserahkan ke Unit Tindak Kriminal Umum Polresta Kendari.
&quot;Kami dari Aliansi Mahasiswa keberatan karena saudara Hashim telah mencatut nama Presiden Joko Widodo,&quot; ujar Adi Maliando, Koordinator Aliansi Mahasiswa Sultra Pendukung usai membuat laporan di Mapolresta Kendari, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Panglima TNI dan Menhan Prabowo Gelar Sailing Pass, Uji Ketangguhan 2 Kapal Canggih Terbaru AL

Dia menilai, pernyataan Hashim merupakan pembohongan publik. Karena itu dia meminta kepada terlapor untuk membersihkan nama Presiden Jokowi dan meminta maaf secara terbuka.
&quot;Kami meminta kepada saudara Hashim agar mengklarifikasi pernyataannya. Kami berharap agar tidak ada lagi pencatutan nama Presiden terhadap salah satu usungan-usungan calon Presiden lainnya,&amp;rdquo; pungkasnya.Diketahui, pelaporan ini berawal saat salah satu Capres melaksanakan deklarasi yang dilaksanakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta Pusat yang didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB dan PAN, Minggu, 13 Agustus 2023.

Saat itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai Bacapres di Pilpres 2024 atas seizin Presiden Jokowi.

Namun pernyataan adik Kandung Prabowo ini dibantah langsung Presiden Jokowi dalam keterangan di Istana Negara, Senin (14/8/2023).

</content:encoded></item></channel></rss>
