<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Miris! Puluhan Siswa SD di Nias Selatan Lewati Sungai Deras Pakai Pohon Kelapa   </title><description>Viral puluhan siswa sekolah dasar (SD) di pelosok Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, harus berjalan di pohon kelapa</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa"/><item><title> Miris! Puluhan Siswa SD di Nias Selatan Lewati Sungai Deras Pakai Pohon Kelapa   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Jonirman Tafonao</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa-Pp50jSxbcK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siswa SD sebarangi sungai gunakan pohon kelapa (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/608/2865054/miris-puluhan-siswa-sd-di-nias-selatan-lewati-sungai-deras-pakai-pohon-kelapa-Pp50jSxbcK.jpg</image><title>Siswa SD sebarangi sungai gunakan pohon kelapa (foto: dok ist)</title></images><description>NIAS SELATAN - Viral puluhan siswa sekolah dasar (SD) di pelosok Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, harus berjalan di pohon kelapa untuk melewati sungai yang deras. Walaupun taruhannya nyawa terpaksa harus dilalui akibat tidak adanya jembatan di wilayah tersebut.
Pada video yang disiarkan langsung oleh akun medsos Feber Tersabasar Daya pada Senin (14/8/2023) itu berdurasi 3.23 menit, langsung menarik perhatian masyarakat Nias dan warganet. Video itu pun telah ditonton 200 ribu lebih dan telah dibagikan  660 kali.

BACA JUGA:
Viral Emak-Emak Serobot Antrean Pengisian BBM, Netizen: Respect Petugas SPBU

Dalam video terlihat sempat ada salah seorang siswi hampir jatuh, namun dengan cepat ditahan oleh salah seorang pemuda yang memegang erat tangan siswi itu. Sungguh memerlukan keseimbangan yang maksimal, jika tidak maka akan jatuh dan terbawa oleh arus sungai yang deras.
Dalam hitungan sehari video itupun langsung viral, mendapat ribuan komenter dari netizen, ada yang prihatian, sedih, dan yang memberi semangat buat para anak SD itu, bahkan ada beberapa yang merasa kesal dan kecewa kepada Pemerintah Daerah setempat yang tidak memberikan fasilitas jembatan dilokasi itu.
&amp;ldquo;Masya Alloh... perjuangan mereka begitu berat... semangat adik adik dan bapak... Semoga kalian jadi orang sukses dan bagi pemerintah daerah lebih peduli dengan memberikan prasarana jembatan buat adik adik ini dan warga setempat... aamin ya rabbal allamiin&amp;rdquo; tulis akun bernama Sri Isniwati pada komentarnya.

BACA JUGA:
Viral Video Sekelompok Pemuda Konvoi Bawa Senjata Tajam di Lampung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Perih dan pilu rasanya bercampur air mata, dimana gerangan pembangunan itu? Adakah pihak terkait yang peduli? Ini taruhannya nyawa manusia Lho&amp;rsquo;...&amp;rdquo; tulis akun FT Tuntun Zalukhu.Diketahui lokasi sungai itu berada di Desa Lawindra Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Pohon Kelapa yang sesekali tergeser dan goyang itu, dilewati dengan satu per satu tanpa ada bantuan tali sebagai pegangan. Terlihat juga seorang pria dewasa yang berada di ujung untuk menahan geseran dari pohon kelapa.
Kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Feberius Daya pemilik akun Feber Tersabasar Daya mengatakan, puluhan pelajar SD yang menggunakan seragam pramuka itu merupakan siswa-siswi Sekolah Dasar Lolomboli yang hendak mengikuti kegiatan hari Pramuka yang diselenggarakan di Desa Hilinalawo yang dekat di pusat Kecamatan.
&amp;ldquo;Anak-anak itu siswa SD Lolomboli, mereka menuju Desa Hilinalawo untuk mengikuti kegiatan hari Pramuka&amp;rdquo; ucap Feberius Daya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (15/8/2023).
Ia menambahkan, jika anak sekolah maupun masyarakat Desa Lawindra dan Lolomboli mempunyai urusan ke Kecamatan Mazino maupun ke Ibu Kota Nias Selatan, Telukdalam, harus melintasi sungai tersebut.
&amp;ldquo;Disana tidak ada jembatan, hanya ada sebatang pohon kelapa. Jika hujan maka arus sungai sangat deras sehingga jalan satu-satunya melewati batang pohon tersebut. Memang membahayakan, dan pernah memakan korban jiwa,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>NIAS SELATAN - Viral puluhan siswa sekolah dasar (SD) di pelosok Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, harus berjalan di pohon kelapa untuk melewati sungai yang deras. Walaupun taruhannya nyawa terpaksa harus dilalui akibat tidak adanya jembatan di wilayah tersebut.
Pada video yang disiarkan langsung oleh akun medsos Feber Tersabasar Daya pada Senin (14/8/2023) itu berdurasi 3.23 menit, langsung menarik perhatian masyarakat Nias dan warganet. Video itu pun telah ditonton 200 ribu lebih dan telah dibagikan  660 kali.

BACA JUGA:
Viral Emak-Emak Serobot Antrean Pengisian BBM, Netizen: Respect Petugas SPBU

Dalam video terlihat sempat ada salah seorang siswi hampir jatuh, namun dengan cepat ditahan oleh salah seorang pemuda yang memegang erat tangan siswi itu. Sungguh memerlukan keseimbangan yang maksimal, jika tidak maka akan jatuh dan terbawa oleh arus sungai yang deras.
Dalam hitungan sehari video itupun langsung viral, mendapat ribuan komenter dari netizen, ada yang prihatian, sedih, dan yang memberi semangat buat para anak SD itu, bahkan ada beberapa yang merasa kesal dan kecewa kepada Pemerintah Daerah setempat yang tidak memberikan fasilitas jembatan dilokasi itu.
&amp;ldquo;Masya Alloh... perjuangan mereka begitu berat... semangat adik adik dan bapak... Semoga kalian jadi orang sukses dan bagi pemerintah daerah lebih peduli dengan memberikan prasarana jembatan buat adik adik ini dan warga setempat... aamin ya rabbal allamiin&amp;rdquo; tulis akun bernama Sri Isniwati pada komentarnya.

BACA JUGA:
Viral Video Sekelompok Pemuda Konvoi Bawa Senjata Tajam di Lampung&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Perih dan pilu rasanya bercampur air mata, dimana gerangan pembangunan itu? Adakah pihak terkait yang peduli? Ini taruhannya nyawa manusia Lho&amp;rsquo;...&amp;rdquo; tulis akun FT Tuntun Zalukhu.Diketahui lokasi sungai itu berada di Desa Lawindra Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Pohon Kelapa yang sesekali tergeser dan goyang itu, dilewati dengan satu per satu tanpa ada bantuan tali sebagai pegangan. Terlihat juga seorang pria dewasa yang berada di ujung untuk menahan geseran dari pohon kelapa.
Kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Feberius Daya pemilik akun Feber Tersabasar Daya mengatakan, puluhan pelajar SD yang menggunakan seragam pramuka itu merupakan siswa-siswi Sekolah Dasar Lolomboli yang hendak mengikuti kegiatan hari Pramuka yang diselenggarakan di Desa Hilinalawo yang dekat di pusat Kecamatan.
&amp;ldquo;Anak-anak itu siswa SD Lolomboli, mereka menuju Desa Hilinalawo untuk mengikuti kegiatan hari Pramuka&amp;rdquo; ucap Feberius Daya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (15/8/2023).
Ia menambahkan, jika anak sekolah maupun masyarakat Desa Lawindra dan Lolomboli mempunyai urusan ke Kecamatan Mazino maupun ke Ibu Kota Nias Selatan, Telukdalam, harus melintasi sungai tersebut.
&amp;ldquo;Disana tidak ada jembatan, hanya ada sebatang pohon kelapa. Jika hujan maka arus sungai sangat deras sehingga jalan satu-satunya melewati batang pohon tersebut. Memang membahayakan, dan pernah memakan korban jiwa,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
