<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerap Disebut Pak Lurah, Jokowi: Saya Presiden Republik Indonesia!</title><description>Istilah tersebut, katanya, sering disebutkan oleh para politikus saat ditanya mengenai Capres dan Cawapres.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia"/><item><title>Kerap Disebut Pak Lurah, Jokowi: Saya Presiden Republik Indonesia!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia-H4wN5NaYNf.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi tegaskan bahwa dirinya bukan pak lurah, tapi presiden/Foto: Biro Setpres </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865289/kerap-disebut-pak-lurah-jokowi-saya-presiden-republik-indonesia-H4wN5NaYNf.JPG</image><title>Presiden Jokowi tegaskan bahwa dirinya bukan pak lurah, tapi presiden/Foto: Biro Setpres </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa dirinya baru mengetahui istilah Pak Lurah. Istilah tersebut, katanya, sering disebutkan oleh para politikus saat ditanya mengenai Capres dan Cawapres.

Hal tersebut disampaikannya pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD pagi ini, Rabu (16/8).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sidang Tahunan MPR, Para Menteri Kompak Pakai Jas dengan Dasi

&quot;Kita saat ini sudah memasuki tahun politik suasana sudah hangat-hangat kuku dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol setiap ditanya Capres dan Cawapresnya jawabannya belum ada arahan pak lurah,&quot; kata Jokowi dalam pidatonya, Rabu (16/8/2023).

&quot;Saya, sempat mikir siapa ini pak lurah, sedikit-sedikit kok pak lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud pak lurah ternyata saya,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pidato Presiden Jokowi: Situasi Mulai Hangat-Hangat Kuku

Jokowi pun menegaskan bahwa dirinya bukan seorang lurah melainkan presiden. Kata lurah, menurut Jokowi dijadikan sebagai kode oleh para politikus.

&quot;Ya, saya jawab saja saya bukan lurah saya adalah presiden republik Indonesia. Ternyata pak lurah itu kode tapi perlu saya tegaskan saya ini bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik, bukan juga ketua koalisi partai,&quot; ujarnya.

Jokowi menjelaskan bahwa sesuai ketentuan Undang-Undang yang menentukan capres dan cawapres itu adalah partai politik dan koalisi partai politik.



&quot;Jadi saya ingin mengatakan itu bukan wewenang saya. Bukan wewenang pak lurah, bukan wewenang pak lurah, sekali lagi. Walaupun saya paham ini sudah menjadi nasib seorang presiden untuk dijadikan 'paten-patenan', dijadikan alibi, dijadikan tameng,&quot; kata Jokowi.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa dirinya baru mengetahui istilah Pak Lurah. Istilah tersebut, katanya, sering disebutkan oleh para politikus saat ditanya mengenai Capres dan Cawapres.

Hal tersebut disampaikannya pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD pagi ini, Rabu (16/8).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sidang Tahunan MPR, Para Menteri Kompak Pakai Jas dengan Dasi

&quot;Kita saat ini sudah memasuki tahun politik suasana sudah hangat-hangat kuku dan sedang tren ini di kalangan politisi dan parpol setiap ditanya Capres dan Cawapresnya jawabannya belum ada arahan pak lurah,&quot; kata Jokowi dalam pidatonya, Rabu (16/8/2023).

&quot;Saya, sempat mikir siapa ini pak lurah, sedikit-sedikit kok pak lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud pak lurah ternyata saya,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pidato Presiden Jokowi: Situasi Mulai Hangat-Hangat Kuku

Jokowi pun menegaskan bahwa dirinya bukan seorang lurah melainkan presiden. Kata lurah, menurut Jokowi dijadikan sebagai kode oleh para politikus.

&quot;Ya, saya jawab saja saya bukan lurah saya adalah presiden republik Indonesia. Ternyata pak lurah itu kode tapi perlu saya tegaskan saya ini bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik, bukan juga ketua koalisi partai,&quot; ujarnya.

Jokowi menjelaskan bahwa sesuai ketentuan Undang-Undang yang menentukan capres dan cawapres itu adalah partai politik dan koalisi partai politik.



&quot;Jadi saya ingin mengatakan itu bukan wewenang saya. Bukan wewenang pak lurah, bukan wewenang pak lurah, sekali lagi. Walaupun saya paham ini sudah menjadi nasib seorang presiden untuk dijadikan 'paten-patenan', dijadikan alibi, dijadikan tameng,&quot; kata Jokowi.

</content:encoded></item></channel></rss>
