<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tawa Tamu Sidang Tahunan MPR Pecah saat Jokowi Mengaku Baru Tahu Disebut Pak Lurah</title><description>&amp;nbsp;
Jokowi menyebutkan yang akan menentukan Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024 adalah partai politik dan koalisi partai politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah"/><item><title>Tawa Tamu Sidang Tahunan MPR Pecah saat Jokowi Mengaku Baru Tahu Disebut Pak Lurah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah-lrfEpgXomI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi pidato Sidang Tahunan MPR (Foto: Tangkapan layar Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865304/tawa-tamu-sidang-tahunan-mpr-pecah-saat-jokowi-mengaku-baru-tahu-disebut-pak-lurah-lrfEpgXomI.jpg</image><title>Presiden Jokowi pidato Sidang Tahunan MPR (Foto: Tangkapan layar Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya bukan seorang lurah seperti yang banyak dinarasikan di berbagai grup pesan singkat dan media sosial.&amp;nbsp;Ia pun mengaku baru mengetahui istilah Pak Lurah.&amp;nbsp;
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan awal pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Gedung Kura-Kura Komplek Parlemen Senayan Jakarta Pusat pada Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Fotonya Sering Dipakai Kampanye Capres, Jokowi: Enggak Apa-Apa

Jokowi menyebutkan memasuki tahun politik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, kondisi perpolitikan nasional sudah hangat-hangat kuku.

&quot;Kita sudah memasuki tahun politik, sedang trend di kalangan politisi dan parpol. Setiap ditanya Ketum parpol selalu jawabannya menunggu arahan dari pak lurah,&quot; ujar Jokowi.

Meskipun demikian Jokowi menegaskan dirinya bukan pak Lurah yang menentukan arah jalan koalisi dan menentukan Capres-Cawapres yang akan berkompetisi dalam Pemilu Presiden 2024.

&quot;Saya bukan lurah, saya Presiden RI,&quot; tegas Jokowi disambut tepuk tangan dan riuh dari para tamu dan anggota DPR/MPR/DPD yang hadir.

BACA JUGA:
Soal Capres-Cawapres, Jokowi: Itu Bukan Wewenang Pak Lurah


Jokowi menyebutkan yang akan menentukan Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024 adalah partai politik dan koalisi partai politik. Jokowi sekali lagi menegaskan dirinya tidak memiliki wewenang dalam menentukan Capres-Cawapres serta koalisi partai politik.

&quot;Pak lurah itu rupanya kode, maksudnya saya (Presiden Jokowi),&quot; kata Jokowi disambut gelak tawa para tamu yang hadir di gedung kura kura DPR RI.

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa yang dapat menentukan Capres-Cawapres adalah Ketum partai politik beserta koalisi partai politik sesuai dengan konstitusi.



&quot;Tapi perlu saya tegaskan, saya bukan Ketum parpol, bukan ketua koalisi partai. Sesuai dengan ketentuan UU, yang menentukan Capres-Cawapres itu adalah partai politik dan koalisi partai politik. Jadi yang mau saya katakan bukan wewenang saya atau pak lurah,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Kerap Disebut Pak Lurah, Jokowi: Saya Presiden Republik Indonesia!




Jokowi kemudian membahas terkait foto dirinya yang banyak terpampang di berbagai baliho dan spanduk so kota/kabupaten hingga desa-desa.



&quot;Ini sudah menjadi nasib Presiden dijadikan tameng, alibi, dan bahkan sebelum kampanye mulai, foto Saya ada dimana-mana. Ke kota A, kita B, kabupaten C, sampai ke desa-desa ada foto Saya. Bukan foto Saya sendirian, ada disebelahnya bareng Capres, menurut saya gak apa-apa boleh-boleh saja,&quot; tutur Jokowi.

BACA JUGA:
Momen Jokowi, Maruf Amin, dan Puan Maharani Kompak Kenakan Pakaian Adat di Sidang Tahunan MPR 2023


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan posisi menjadi seorang Presiden itu tidak semudah seperti yang dipikirkan publik. &quot;Dengan kehadiran medsos, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Dari aspirasi masyarakat kecil, ada yang mengatakan saya bodoh, plonga-plongo, tolol, saya tidak apa-apa. Yang membuat saya sedih, budaya santun, Budi pekerti luhur bangsa ini mulai hilang,&quot; kata Jokowi.

Kebebasan dan demokrasi disebut Presiden Jokowi digunakan untuk melakukan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini kata Jokowi amat sangat melukai budi pekerti bangsa Indonesia.



&quot;Memang tidak semua seperti itu. Mayoritas masyarakat luas kecewa dengan maki-maki, kita harus bersatu menjaga mentalitas dan moralitas masyarakat sehingga dapat membuat Indonesia maju menuju Indonesia emas,&quot; pungkas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya bukan seorang lurah seperti yang banyak dinarasikan di berbagai grup pesan singkat dan media sosial.&amp;nbsp;Ia pun mengaku baru mengetahui istilah Pak Lurah.&amp;nbsp;
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan awal pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Gedung Kura-Kura Komplek Parlemen Senayan Jakarta Pusat pada Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Fotonya Sering Dipakai Kampanye Capres, Jokowi: Enggak Apa-Apa

Jokowi menyebutkan memasuki tahun politik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, kondisi perpolitikan nasional sudah hangat-hangat kuku.

&quot;Kita sudah memasuki tahun politik, sedang trend di kalangan politisi dan parpol. Setiap ditanya Ketum parpol selalu jawabannya menunggu arahan dari pak lurah,&quot; ujar Jokowi.

Meskipun demikian Jokowi menegaskan dirinya bukan pak Lurah yang menentukan arah jalan koalisi dan menentukan Capres-Cawapres yang akan berkompetisi dalam Pemilu Presiden 2024.

&quot;Saya bukan lurah, saya Presiden RI,&quot; tegas Jokowi disambut tepuk tangan dan riuh dari para tamu dan anggota DPR/MPR/DPD yang hadir.

BACA JUGA:
Soal Capres-Cawapres, Jokowi: Itu Bukan Wewenang Pak Lurah


Jokowi menyebutkan yang akan menentukan Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024 adalah partai politik dan koalisi partai politik. Jokowi sekali lagi menegaskan dirinya tidak memiliki wewenang dalam menentukan Capres-Cawapres serta koalisi partai politik.

&quot;Pak lurah itu rupanya kode, maksudnya saya (Presiden Jokowi),&quot; kata Jokowi disambut gelak tawa para tamu yang hadir di gedung kura kura DPR RI.

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa yang dapat menentukan Capres-Cawapres adalah Ketum partai politik beserta koalisi partai politik sesuai dengan konstitusi.



&quot;Tapi perlu saya tegaskan, saya bukan Ketum parpol, bukan ketua koalisi partai. Sesuai dengan ketentuan UU, yang menentukan Capres-Cawapres itu adalah partai politik dan koalisi partai politik. Jadi yang mau saya katakan bukan wewenang saya atau pak lurah,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Kerap Disebut Pak Lurah, Jokowi: Saya Presiden Republik Indonesia!




Jokowi kemudian membahas terkait foto dirinya yang banyak terpampang di berbagai baliho dan spanduk so kota/kabupaten hingga desa-desa.



&quot;Ini sudah menjadi nasib Presiden dijadikan tameng, alibi, dan bahkan sebelum kampanye mulai, foto Saya ada dimana-mana. Ke kota A, kita B, kabupaten C, sampai ke desa-desa ada foto Saya. Bukan foto Saya sendirian, ada disebelahnya bareng Capres, menurut saya gak apa-apa boleh-boleh saja,&quot; tutur Jokowi.

BACA JUGA:
Momen Jokowi, Maruf Amin, dan Puan Maharani Kompak Kenakan Pakaian Adat di Sidang Tahunan MPR 2023


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan posisi menjadi seorang Presiden itu tidak semudah seperti yang dipikirkan publik. &quot;Dengan kehadiran medsos, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Dari aspirasi masyarakat kecil, ada yang mengatakan saya bodoh, plonga-plongo, tolol, saya tidak apa-apa. Yang membuat saya sedih, budaya santun, Budi pekerti luhur bangsa ini mulai hilang,&quot; kata Jokowi.

Kebebasan dan demokrasi disebut Presiden Jokowi digunakan untuk melakukan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini kata Jokowi amat sangat melukai budi pekerti bangsa Indonesia.



&quot;Memang tidak semua seperti itu. Mayoritas masyarakat luas kecewa dengan maki-maki, kita harus bersatu menjaga mentalitas dan moralitas masyarakat sehingga dapat membuat Indonesia maju menuju Indonesia emas,&quot; pungkas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
