<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Bilang Posisi Presiden Tidak Senyaman yang Dipersepsikan</title><description>Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan ada tanggung jawab besar yang harus diemban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan"/><item><title>Jokowi Bilang Posisi Presiden Tidak Senyaman yang Dipersepsikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan-cuJ6yUNHvt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi sampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR RI (Foto : Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865339/jokowi-bilang-posisi-presiden-tidak-senyaman-yang-dipersepsikan-cuJ6yUNHvt.jpg</image><title>Jokowi sampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR RI (Foto : Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa menjadi seorang presiden tidak senyaman yang dipersepsikan banyak pihak. Menurutnya ada tanggung jawab besar dan permasalahan yang harus diselesaikan.
Hal tersebut disampaikannya pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD pagi ini, Rabu (16/8/2023).
&quot;Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan ada tanggung jawab besar yang harus diemban, banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan,&quot; kata Jokowi dalam pidatonya.

BACA JUGA:
Jokowi Akui Kerap Dijadikan Tameng Endorse Capres dan Cawapres&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Jokowi, dengan adanya media sosial masyarakat dapat menyampaikan permasalahannya. Bahkan, Jokowi mengaku sering menerima cacian di media sosial.
&quot;Dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, apapun, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Mulai dari masalah rakyat di pinggiran, sampai kemarahan, sampai ejekan, dan bahkan makian dan fitnah bisa dengan mudah disampaikan dengan media sosial,&quot; kata Jokowi.&quot;Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, ya ndak papa. Sebagai pribadi saya menerima saja,&quot; ujarnya disambut tepuk tangan peserta sidang.
Kendati begitu, Jokowi merasa sedih karena budaya santun dan budaya budi pekerti luhur bangsa ini mulai kelihatan hilang.
&quot;Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Jokowi: Pemimpin Berikutnya Bukan tentang Siapa Presidennya, tapi Berani atau Tidak

Polusi di wilayah budaya ini, kata Jokowi, sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia yang besar. Meski dirinya melihat tidak semuanya seperti itu.
&quot;Saya melihat mayoritas masyarakat juga sangat kecewa dengan polusi budaya tersebut, cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani kita semua, nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik bersatu menjaga mentalitas masyarakat. Sehingga kita bisa tetap melangkah maju menjalankan transformasi bangsa menuju Indonesia maju, menuju Indonesia Emas 2045,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa menjadi seorang presiden tidak senyaman yang dipersepsikan banyak pihak. Menurutnya ada tanggung jawab besar dan permasalahan yang harus diselesaikan.
Hal tersebut disampaikannya pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD pagi ini, Rabu (16/8/2023).
&quot;Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan ada tanggung jawab besar yang harus diemban, banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan,&quot; kata Jokowi dalam pidatonya.

BACA JUGA:
Jokowi Akui Kerap Dijadikan Tameng Endorse Capres dan Cawapres&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Jokowi, dengan adanya media sosial masyarakat dapat menyampaikan permasalahannya. Bahkan, Jokowi mengaku sering menerima cacian di media sosial.
&quot;Dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, apapun, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Mulai dari masalah rakyat di pinggiran, sampai kemarahan, sampai ejekan, dan bahkan makian dan fitnah bisa dengan mudah disampaikan dengan media sosial,&quot; kata Jokowi.&quot;Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, ya ndak papa. Sebagai pribadi saya menerima saja,&quot; ujarnya disambut tepuk tangan peserta sidang.
Kendati begitu, Jokowi merasa sedih karena budaya santun dan budaya budi pekerti luhur bangsa ini mulai kelihatan hilang.
&quot;Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Jokowi: Pemimpin Berikutnya Bukan tentang Siapa Presidennya, tapi Berani atau Tidak

Polusi di wilayah budaya ini, kata Jokowi, sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia yang besar. Meski dirinya melihat tidak semuanya seperti itu.
&quot;Saya melihat mayoritas masyarakat juga sangat kecewa dengan polusi budaya tersebut, cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani kita semua, nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik bersatu menjaga mentalitas masyarakat. Sehingga kita bisa tetap melangkah maju menjalankan transformasi bangsa menuju Indonesia maju, menuju Indonesia Emas 2045,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
