<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi : Harus Manfaatkan Bonus Demografi dan Siap Hadapi Disrupsi Teknologi, Tak Boleh Kendor</title><description>Jokowi : Harus Manfaatkan Bonus Demografi dan Siap Hadapi Disrupsi Teknologi, Tak Boleh Kendor</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor"/><item><title>Jokowi : Harus Manfaatkan Bonus Demografi dan Siap Hadapi Disrupsi Teknologi, Tak Boleh Kendor</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor-1UXkDoleLj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sebut harus siap menghadapi disrupsi teknologi, tidak boleh kendor. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865645/jokowi-harus-manfaatkan-bonus-demografi-dan-siap-hadapi-disrupsi-teknologi-tak-boleh-kendor-1UXkDoleLj.jpg</image><title>Presiden Jokowi sebut harus siap menghadapi disrupsi teknologi, tidak boleh kendor. (tangkapan layar)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4OC81L3g4bjhlM2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk tidak kendor menghadapi disrupsi teknologi. Oleh karena itu, bonus demografi harus dimanfaatkannya untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.



&amp;ldquo;Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Tidak boleh kita kendor,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2023).



Bahkan, Jokowi mengatakan untuk mewujudkan SDM unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing, telah disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20% APBN, tercermin dari alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, transfer ke daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun.







BACA JUGA:
Kerap Diserang, Jokowi Sedih Budaya Santun dan Budi Pekerti Luhur Mulai Hilang









&amp;ldquo;Agar sumber daya manusia kita produktif, inovatif, berdaya saing global, berintegritas, berakhlak mulia, dengan tetap menjaga jati diri budaya bangsa,&amp;rdquo; katanya.






BACA JUGA:
Jadi Modal Politik, Jokowi: Pemimpin ke Depan Harus Punya Public Trust









Selain itu, kata Jokowi, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia ditekankan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, kemudian pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan distribusi guru dan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kualitas PAUD, dan peningkatan akses pendidikan di semua jenjang pendidikan.




Jokowi mengatakan, perlu dilakukan peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.







BACA JUGA:
Jadi Modal Politik, Jokowi: Pemimpin ke Depan Harus Punya Public Trust














&amp;ldquo;Penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja, serta perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi,&amp;rdquo; tuturnya.

</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4OC81L3g4bjhlM2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk tidak kendor menghadapi disrupsi teknologi. Oleh karena itu, bonus demografi harus dimanfaatkannya untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.



&amp;ldquo;Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Tidak boleh kita kendor,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2023).



Bahkan, Jokowi mengatakan untuk mewujudkan SDM unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing, telah disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20% APBN, tercermin dari alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, transfer ke daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun.







BACA JUGA:
Kerap Diserang, Jokowi Sedih Budaya Santun dan Budi Pekerti Luhur Mulai Hilang









&amp;ldquo;Agar sumber daya manusia kita produktif, inovatif, berdaya saing global, berintegritas, berakhlak mulia, dengan tetap menjaga jati diri budaya bangsa,&amp;rdquo; katanya.






BACA JUGA:
Jadi Modal Politik, Jokowi: Pemimpin ke Depan Harus Punya Public Trust









Selain itu, kata Jokowi, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia ditekankan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, kemudian pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan distribusi guru dan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kualitas PAUD, dan peningkatan akses pendidikan di semua jenjang pendidikan.




Jokowi mengatakan, perlu dilakukan peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.







BACA JUGA:
Jadi Modal Politik, Jokowi: Pemimpin ke Depan Harus Punya Public Trust














&amp;ldquo;Penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja, serta perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi,&amp;rdquo; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
