<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Gajah Mada Menyatukan Nusantara, Terapkan Sanksi Mesum!</title><description>Dalam visi misinya, ia ingin menyatukan Nusantara, di bawah kekuasaan Majapahit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/17/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum"/><item><title>Kisah Gajah Mada Menyatukan Nusantara, Terapkan Sanksi Mesum!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/17/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2023 06:06 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum-NkGllMmATW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gajah Mada (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/337/2865762/kisah-gajah-mada-menyatukan-nusantara-terapkan-sanksi-mesum-NkGllMmATW.jpg</image><title>Gajah Mada (Foto: Ist)</title></images><description>GAJAH MADA langsung melancarkan strateginya untuk mewujudkan visi misi setelah mengucapkan Sumpah Amukti Palapa. Dalam visi misinya, ia ingin menyatukan Nusantara, di bawah kekuasaan Majapahit.

Kala itu, Gajah Mada resmi dilantik sebagai Mahapatih Majapahit. Ia melancarkan strategi menangani urusan dalam pemerintahan dari rumusan strategi ke luar wilayah. Pertama yang dilakukan menumpas habis seluruh pejabat yang dianggap akan menghalangi visi misinya.

BACA JUGA:
Lihainya Gajah Mada Rencanakan Pembunuhan Jayanagara Raja Majapahit


Mulai Ra Kembar dan Ra Banyak yang awalnya menertawakan Sumpah Amukti Palapa Mahapatih Gajah Mada ditumpasnya. Usai menumpas pejabat Kerajaan Majapahit yang menghalangi visi misinya, strategi-strategi lain diatur untuk menuju kepada tujuan visi misi tersebut.

Strategi direalisasikan dalam sebuah kebijakan peraturan hukum. Peraturan hukum Majapahit diambil dari Kitab Hukum Kutara Manawa, kandungannya yakni ketentuan umum mengenai denda, astadusta atau delapan macam pembunuhan, kawula atau perlakuan terhadap hamba, dan astacorah atau delapan macam pencurian.

BACA JUGA:
Ikuti Suaminya, Ken Bebed Pilih Bunuh Diri Setelah Gajah Mada Moksa


Kemudian, ada sahasa atau paksaan, adol-tuku atau jual beli, sanda atau gadai, ahutang-apihutang atau utang piutang, titipan tukon atau mahar, kawarangan atau perkawinan, dan paradara (mesum). Berikutnya, ada drewe kaliliran (warisan), wakparusya (caci maki), dan daparusya (menyakiti), kagelehan atau kelalaian, atukaran atau pertengkaran, bhumi atau tanah, serta duwilatek atau fitnah.

Hingga dilantik menjadi Mahapatih Majapahit, Gajah Mada terkenal dengan sifat kepemimpinannya dan kecerdikannya. Tak heran bila karena kebijakannya, Kerajaan Majapahit begitu disegani di seluruh Nusantara. Mahapatih ini bisa menyatukan beberapa wilayah di Nusantara, sebagai perwujudan dari Sumpah Amukti Palapa.

Mahapatih Gajah Mada, memiliki sifat wicakseneng sebagaimana Kakawin Negarakertagama. Hal ini juga dituliskan oleh Enung Nurhayati dalam bukunya berjudul &quot; Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan&quot;. Wicakseneng berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti cerdas, pandai, bijaksana, berpengalaman dalam, mengetahui tentang, ahli dalam.



Maka bisa disimpulkan dari arti bahasa Sansekerta ini, Gajah Mada dinyatakan sebagai pemimpin yang mempunyai sifat wicakseneng naya, karena dia seorang pemimpin yang pandai dalam berdiplomasi dan pandai mengatur siasat. Gajah Mada mahir melakukan konsolidasi dan berdiplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain di wilayah Nusantara.

BACA JUGA:
Buntut Perang Bubat, Gajah Mada Moksa Saat Diburu Tentara Majapahit




Hasil diplomasi ini terbukti banyak lawan yang bertekuk lutut di hadapan Gajah Mada. Strategi perang Gajah Mada pun bisa menjadikan musuh-musuhnya tidak kuasa menghadapi tipu muslihat yang dilakukan Gajah Mada, misalnya saat Gajah Mada menyerang Bali.

BACA JUGA:
Pertemuan Rahasia Gayatri dan Gajah Mada: Susun Rencana Pembunuhan Raja Majapahit




Gajah Mada bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi-strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa. Visi Gajah Mada tersebut ditransformasikan ke dalam misinya melalui Sumpah Palapa.



Berdasarkan misi Sumpah Palapa, selanjutnya ditentukan sasaran dan tujuan segar lebih terperinci untuk dilaksanakan. Bentuk dari pembagian misi itu, Gajah Mada menentukan wilayah-wilayah yang menjadi sasaran dan tujuan penaklukan dari Sumpah Palapa.







Wilayah-wilayah yang menjadi sasaran Gajah Mada yaitu Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik. Bahkan dalam sumpahnya, Gajah Mada sesumbar akan berusaha menaklukkan pulau-pulau di luar Majapahit, sebelum ia akan beristirahat.

BACA JUGA:
Daftar Senjata Pusaka Milik Raja Gajah Mada, Termasuk Keris Mpu Gandring Peninggalan Ken Arok








Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Gajah Mada itu, justru mendapat hinaan dan tertawaan dari para pejabat di Kerajaan Majapahit. Pejabat Kerajaan Majapahit, seperti Ra Kembar, dan Ra Banyak menuding sumpah itu sebagai omong kosong dan tidak masuk akal.

BACA JUGA:
Daftar Senjata Pusaka Milik Raja Gajah Mada, Termasuk Keris Mpu Gandring Peninggalan Ken Arok








Namun, Gajah Mada tetaplah Gajah Mada yang teguh dalam pendiriannya. Dia mencoba meyakinkan mereka dengan merumuskan strategi-strategi yang praktis, untuk menaklukkan wilayah-wilayah yang jadi incarannya.</description><content:encoded>GAJAH MADA langsung melancarkan strateginya untuk mewujudkan visi misi setelah mengucapkan Sumpah Amukti Palapa. Dalam visi misinya, ia ingin menyatukan Nusantara, di bawah kekuasaan Majapahit.

Kala itu, Gajah Mada resmi dilantik sebagai Mahapatih Majapahit. Ia melancarkan strategi menangani urusan dalam pemerintahan dari rumusan strategi ke luar wilayah. Pertama yang dilakukan menumpas habis seluruh pejabat yang dianggap akan menghalangi visi misinya.

BACA JUGA:
Lihainya Gajah Mada Rencanakan Pembunuhan Jayanagara Raja Majapahit


Mulai Ra Kembar dan Ra Banyak yang awalnya menertawakan Sumpah Amukti Palapa Mahapatih Gajah Mada ditumpasnya. Usai menumpas pejabat Kerajaan Majapahit yang menghalangi visi misinya, strategi-strategi lain diatur untuk menuju kepada tujuan visi misi tersebut.

Strategi direalisasikan dalam sebuah kebijakan peraturan hukum. Peraturan hukum Majapahit diambil dari Kitab Hukum Kutara Manawa, kandungannya yakni ketentuan umum mengenai denda, astadusta atau delapan macam pembunuhan, kawula atau perlakuan terhadap hamba, dan astacorah atau delapan macam pencurian.

BACA JUGA:
Ikuti Suaminya, Ken Bebed Pilih Bunuh Diri Setelah Gajah Mada Moksa


Kemudian, ada sahasa atau paksaan, adol-tuku atau jual beli, sanda atau gadai, ahutang-apihutang atau utang piutang, titipan tukon atau mahar, kawarangan atau perkawinan, dan paradara (mesum). Berikutnya, ada drewe kaliliran (warisan), wakparusya (caci maki), dan daparusya (menyakiti), kagelehan atau kelalaian, atukaran atau pertengkaran, bhumi atau tanah, serta duwilatek atau fitnah.

Hingga dilantik menjadi Mahapatih Majapahit, Gajah Mada terkenal dengan sifat kepemimpinannya dan kecerdikannya. Tak heran bila karena kebijakannya, Kerajaan Majapahit begitu disegani di seluruh Nusantara. Mahapatih ini bisa menyatukan beberapa wilayah di Nusantara, sebagai perwujudan dari Sumpah Amukti Palapa.

Mahapatih Gajah Mada, memiliki sifat wicakseneng sebagaimana Kakawin Negarakertagama. Hal ini juga dituliskan oleh Enung Nurhayati dalam bukunya berjudul &quot; Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan&quot;. Wicakseneng berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti cerdas, pandai, bijaksana, berpengalaman dalam, mengetahui tentang, ahli dalam.



Maka bisa disimpulkan dari arti bahasa Sansekerta ini, Gajah Mada dinyatakan sebagai pemimpin yang mempunyai sifat wicakseneng naya, karena dia seorang pemimpin yang pandai dalam berdiplomasi dan pandai mengatur siasat. Gajah Mada mahir melakukan konsolidasi dan berdiplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain di wilayah Nusantara.

BACA JUGA:
Buntut Perang Bubat, Gajah Mada Moksa Saat Diburu Tentara Majapahit




Hasil diplomasi ini terbukti banyak lawan yang bertekuk lutut di hadapan Gajah Mada. Strategi perang Gajah Mada pun bisa menjadikan musuh-musuhnya tidak kuasa menghadapi tipu muslihat yang dilakukan Gajah Mada, misalnya saat Gajah Mada menyerang Bali.

BACA JUGA:
Pertemuan Rahasia Gayatri dan Gajah Mada: Susun Rencana Pembunuhan Raja Majapahit




Gajah Mada bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi-strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa. Visi Gajah Mada tersebut ditransformasikan ke dalam misinya melalui Sumpah Palapa.



Berdasarkan misi Sumpah Palapa, selanjutnya ditentukan sasaran dan tujuan segar lebih terperinci untuk dilaksanakan. Bentuk dari pembagian misi itu, Gajah Mada menentukan wilayah-wilayah yang menjadi sasaran dan tujuan penaklukan dari Sumpah Palapa.







Wilayah-wilayah yang menjadi sasaran Gajah Mada yaitu Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik. Bahkan dalam sumpahnya, Gajah Mada sesumbar akan berusaha menaklukkan pulau-pulau di luar Majapahit, sebelum ia akan beristirahat.

BACA JUGA:
Daftar Senjata Pusaka Milik Raja Gajah Mada, Termasuk Keris Mpu Gandring Peninggalan Ken Arok








Sumpah Amukti Palapa yang diucapkan Gajah Mada itu, justru mendapat hinaan dan tertawaan dari para pejabat di Kerajaan Majapahit. Pejabat Kerajaan Majapahit, seperti Ra Kembar, dan Ra Banyak menuding sumpah itu sebagai omong kosong dan tidak masuk akal.

BACA JUGA:
Daftar Senjata Pusaka Milik Raja Gajah Mada, Termasuk Keris Mpu Gandring Peninggalan Ken Arok








Namun, Gajah Mada tetaplah Gajah Mada yang teguh dalam pendiriannya. Dia mencoba meyakinkan mereka dengan merumuskan strategi-strategi yang praktis, untuk menaklukkan wilayah-wilayah yang jadi incarannya.</content:encoded></item></channel></rss>
