<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbarui Kekuatan Gempa Banten Menjadi M5,7, Ini Analisis BMKG</title><description>Sebelumnya, gempa ini terjadi pada Kamis 17 Agustus 2023 pukul 11.28.48 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg"/><item><title>Perbarui Kekuatan Gempa Banten Menjadi M5,7, Ini Analisis BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2023 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg-oX3jzcEoT4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa M5,7 mengguncang Muara Binuanguen Banten. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/17/340/2866072/perbarui-kekuatan-gempa-banten-menjadi-m5-7-ini-analisis-bmkg-oX3jzcEoT4.jpg</image><title>Gempa M5,7 mengguncang Muara Binuanguen Banten. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate kekuatan gempa yang mengguncang wilayah Banten dari M5,9 menjadi M5,7. Sebelumnya, gempa ini terjadi pada Kamis 17 Agustus 2023 pukul 11.28.48 WIB.



&amp;ldquo;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).



Sementara itu, Daryono mengatakan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,69&amp;deg; LS ; 105,34&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muarabinuangeun, Banten pada kedalaman 50 km.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M5,9 Banten, BMKG: Akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia (intraslab) yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia,&amp;rdquo; jelas Daryono.



Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique thrust ).


BACA JUGA:


Gempa M5,9 Muara Binuangeun Banten Dirasakan Sampai ke Bogor&amp;nbsp;

Lebih lanjut, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),&amp;rdquo; ungkapnya.







Daryono pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.







&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate kekuatan gempa yang mengguncang wilayah Banten dari M5,9 menjadi M5,7. Sebelumnya, gempa ini terjadi pada Kamis 17 Agustus 2023 pukul 11.28.48 WIB.



&amp;ldquo;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Kamis (17/8/2023).



Sementara itu, Daryono mengatakan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,69&amp;deg; LS ; 105,34&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muarabinuangeun, Banten pada kedalaman 50 km.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gempa M5,9 Banten, BMKG: Akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia (intraslab) yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia,&amp;rdquo; jelas Daryono.



Daryono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique thrust ).


BACA JUGA:


Gempa M5,9 Muara Binuangeun Banten Dirasakan Sampai ke Bogor&amp;nbsp;

Lebih lanjut, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),&amp;rdquo; ungkapnya.







Daryono pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.







&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
