<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Kebakaran Puluhan Kapal Nelayan di Tegal, Ganjar Terjunkan Heli Water Bombing</title><description>Ganjar menyebut kebakaran meluas dari sebelumnya 52 kapal menjadi 57 kapal karena angin kencang&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing"/><item><title>Tinjau Kebakaran Puluhan Kapal Nelayan di Tegal, Ganjar Terjunkan Heli Water Bombing</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2023 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing-cI7A1dY6Qy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar tinjau kebakaran kapal nelayan di Tegal/Foto: Itimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/17/512/2866236/tinjau-kebakaran-puluhan-kapal-nelayan-di-tegal-ganjar-terjunkan-heli-water-bombing-cI7A1dY6Qy.jpeg</image><title>Ganjar tinjau kebakaran kapal nelayan di Tegal/Foto: Itimewa </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTMxOS81L3g4bjlmeTU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEGAL - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga Bacapres Partai Perindo, meninjau langsung kebakaran puluhan kapal nelayan di Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Jateng, Rabu (16/8/2023).

Dari tinjauannya, Ganjar menyebut kebakaran meluas dari sebelumnya 52 kapal menjadi 57 kapal karena angin kencang. Belasan mobil damkar, water cannon polisi, hingga ratusan personel TNI-Polri sudah diterjunkan untuk upaya pemadaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belasan Kapal Nelayan Terbakar di Tegal, Angin Kencang Bikin Api Sulit Dipadamkan

&amp;ldquo;Kita dibantu seluruh tim. Ada dari Angkatan Laut, ada Kodim, ada Polres, terus kemudian ini komplet dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) datang semuanya,&amp;rdquo; kata Ganjar di lokasi.

Dari kondisi di lapangan, Ganjar menyebut pemadaman melalui jalur darat hingga kini belum efektif. Pasalnya jalur parkir pelabuhan yang membentuk angka &amp;lsquo;6&amp;rsquo; membuat evakuasi kapal menjadi sulit dan api rawan merembet ke kapal lain.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penerima Klaim Asuransi KTA, Safrian: Sangat Membantu dan Bermanfaat, Terima Kasih Partai Perindo

Ganjar pun mendorong pemadaman agar lebih efektif melalui udara. Sebab itu Ganjar langsung menelepon Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk menerjunkan helikopter water bombing.

&amp;ldquo;Kalau satu daerah itu seperti bentuknya seperti &amp;lsquo;jebakan&amp;rsquo;, mereka masuk di situ dan tidak bisa keluar (kapal), sedangkan ditembak dengan pemadam kebakarannya yang manual tidak selesai, maka butuh water bombing pakai heli. Tadi sudah diokekan, dari sana (BNPB) sudah siap,&amp;rdquo; kata Ganjar.

Pasca kebakaran ini, Ganjar meminta Pemprov, Pemkot, hingga KKP untuk mengatur ulang jalur parkir kapal di Pelabuhan Jongor. Ganjar juga meminta regulasinya diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

&amp;ldquo;Rasa-rasanya kita perlu mengadukasi penting kapal diasuransi. Tadi ada satu dua kalau tidak salah yang memiliki lima kapal. Satu orang ini pasti kerugiannya sangat besar,&amp;rdquo; imbuhnya.



Dalam kesempatan tersebut, Ganjar melalui Pemprov Jateng akan menurunkan bantuan paket makanan untuk nelayan setempat. Ganjar berharap kondisi ini segera pulih dan nelayan bisa beraktivitas normal seperti biasa.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serahkan Remisi Umum, Ganjar Apresiasi Pola Pembinaan di Lapas dan Rutan


&amp;ldquo;Kita minta para nelayan yang tidak bisa melaut, hari ini kita kasih bantuan makanan dulu karena selama beberapa hari ini dia akan kesulitan,&amp;rdquo; tandasnya.



Kebakaran di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Jateng terjadi pada Senin (14/8/2023) malam sekitar pukul 19.00 WIB dari satu kapal. Cuaca dengan tiupan angin kencang, membuat api dengan mudah menjalar ke kapal lain. Terlebih, kapal-kapal di pelabuhan ini sandar dengan jarak sangat rapat.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTMxOS81L3g4bjlmeTU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TEGAL - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga Bacapres Partai Perindo, meninjau langsung kebakaran puluhan kapal nelayan di Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Jateng, Rabu (16/8/2023).

Dari tinjauannya, Ganjar menyebut kebakaran meluas dari sebelumnya 52 kapal menjadi 57 kapal karena angin kencang. Belasan mobil damkar, water cannon polisi, hingga ratusan personel TNI-Polri sudah diterjunkan untuk upaya pemadaman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Belasan Kapal Nelayan Terbakar di Tegal, Angin Kencang Bikin Api Sulit Dipadamkan

&amp;ldquo;Kita dibantu seluruh tim. Ada dari Angkatan Laut, ada Kodim, ada Polres, terus kemudian ini komplet dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) datang semuanya,&amp;rdquo; kata Ganjar di lokasi.

Dari kondisi di lapangan, Ganjar menyebut pemadaman melalui jalur darat hingga kini belum efektif. Pasalnya jalur parkir pelabuhan yang membentuk angka &amp;lsquo;6&amp;rsquo; membuat evakuasi kapal menjadi sulit dan api rawan merembet ke kapal lain.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Penerima Klaim Asuransi KTA, Safrian: Sangat Membantu dan Bermanfaat, Terima Kasih Partai Perindo

Ganjar pun mendorong pemadaman agar lebih efektif melalui udara. Sebab itu Ganjar langsung menelepon Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk menerjunkan helikopter water bombing.

&amp;ldquo;Kalau satu daerah itu seperti bentuknya seperti &amp;lsquo;jebakan&amp;rsquo;, mereka masuk di situ dan tidak bisa keluar (kapal), sedangkan ditembak dengan pemadam kebakarannya yang manual tidak selesai, maka butuh water bombing pakai heli. Tadi sudah diokekan, dari sana (BNPB) sudah siap,&amp;rdquo; kata Ganjar.

Pasca kebakaran ini, Ganjar meminta Pemprov, Pemkot, hingga KKP untuk mengatur ulang jalur parkir kapal di Pelabuhan Jongor. Ganjar juga meminta regulasinya diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

&amp;ldquo;Rasa-rasanya kita perlu mengadukasi penting kapal diasuransi. Tadi ada satu dua kalau tidak salah yang memiliki lima kapal. Satu orang ini pasti kerugiannya sangat besar,&amp;rdquo; imbuhnya.



Dalam kesempatan tersebut, Ganjar melalui Pemprov Jateng akan menurunkan bantuan paket makanan untuk nelayan setempat. Ganjar berharap kondisi ini segera pulih dan nelayan bisa beraktivitas normal seperti biasa.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Serahkan Remisi Umum, Ganjar Apresiasi Pola Pembinaan di Lapas dan Rutan


&amp;ldquo;Kita minta para nelayan yang tidak bisa melaut, hari ini kita kasih bantuan makanan dulu karena selama beberapa hari ini dia akan kesulitan,&amp;rdquo; tandasnya.



Kebakaran di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Jateng terjadi pada Senin (14/8/2023) malam sekitar pukul 19.00 WIB dari satu kapal. Cuaca dengan tiupan angin kencang, membuat api dengan mudah menjalar ke kapal lain. Terlebih, kapal-kapal di pelabuhan ini sandar dengan jarak sangat rapat.</content:encoded></item></channel></rss>
