<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melihat Surat Kabar Pertama yang Menyiarkan Kemerdekaan Indonesia   </title><description>Pada 17 Agustus 1945 Indonesia akhirnya merdeka usai naskah Proklamasi dibacakan Soekarno.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/18/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/18/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia"/><item><title>Melihat Surat Kabar Pertama yang Menyiarkan Kemerdekaan Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/18/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/18/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/17/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia-PHV0JVdQhf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Soeara Asia, surat kabar pertama yang menyiarkan kabar Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/17/337/2866366/melihat-surat-kabar-pertama-yang-menyiarkan-kemerdekaan-indonesia-PHV0JVdQhf.jpeg</image><title>Soeara Asia, surat kabar pertama yang menyiarkan kabar Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTM1MC81L3g4bmFvZGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MENYIARKAN sebuah informasi di masa awal Kemerdekaan Indonesia bukanlah perkara mudah. Selain sumber informasi yang masih terbatas, pantauan penjajah yang masih bercokol di Tanah Air juga jadi ancaman.

Pada 17 Agustus 1945 Indonesia akhirnya merdeka usai naskah Proklamasi dibacakan Soekarno. Sesaat setelahnya, dilakukan penyebaran berita mengenai kemerdekaan Indonesia ke berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini, yaitu melalui media radio, koran, pamflet, bahkan coretan-coretan di dinding kota dan gerbong kereta api.

BACA JUGA:


Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus untuk Proklamasi Kemerdekaan RI&amp;nbsp;
Penyebarluasan berita proklamasi dilakukan agar Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara yang merdeka.

Surat kabar pertama yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah surat kabar Soeara Asia, yang terbit di Surabaya dan Tjahaya yang terbit di Bandung.

BACA JUGA:


Detik-Detik Pembacaan Teks Proklamasi dan Pengibaran Merah Putih 17 Agustus 1945&amp;nbsp;
Surat kabar ini memuat berita terkait kemerdekaan Indonesia sehari setelah pembacaan teks proklamasi, yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Jepang melarang media untuk memuat berita mengenai pergerakan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.Namun, para pemuda Indonesia tetap berjuang melalui pers untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini.



Pemuda yang berjuang untuk menyebarkannya antara lain Adam Malik, Sajoeti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H., Manai Sophian, dan Ali Hasyim.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTM1MC81L3g4bmFvZGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MENYIARKAN sebuah informasi di masa awal Kemerdekaan Indonesia bukanlah perkara mudah. Selain sumber informasi yang masih terbatas, pantauan penjajah yang masih bercokol di Tanah Air juga jadi ancaman.

Pada 17 Agustus 1945 Indonesia akhirnya merdeka usai naskah Proklamasi dibacakan Soekarno. Sesaat setelahnya, dilakukan penyebaran berita mengenai kemerdekaan Indonesia ke berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini, yaitu melalui media radio, koran, pamflet, bahkan coretan-coretan di dinding kota dan gerbong kereta api.

BACA JUGA:


Alasan Bung Karno Memilih Tanggal 17 Agustus untuk Proklamasi Kemerdekaan RI&amp;nbsp;
Penyebarluasan berita proklamasi dilakukan agar Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara yang merdeka.

Surat kabar pertama yang menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah surat kabar Soeara Asia, yang terbit di Surabaya dan Tjahaya yang terbit di Bandung.

BACA JUGA:


Detik-Detik Pembacaan Teks Proklamasi dan Pengibaran Merah Putih 17 Agustus 1945&amp;nbsp;
Surat kabar ini memuat berita terkait kemerdekaan Indonesia sehari setelah pembacaan teks proklamasi, yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Jepang melarang media untuk memuat berita mengenai pergerakan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.Namun, para pemuda Indonesia tetap berjuang melalui pers untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini.



Pemuda yang berjuang untuk menyebarkannya antara lain Adam Malik, Sajoeti Melik, Sutan Syahrir, B.M Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H., Manai Sophian, dan Ali Hasyim.</content:encoded></item></channel></rss>
