<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danrem: Karhutla di Jambi Disebabkan Ulah Manusia yang Bakar Lahan</title><description>&quot;Penyebab utamanya adalah masih klasik, yakni masyarakat kita yang masih banyak suka membuka lahan dengan cara membakar,&quot; ungkapnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan"/><item><title>Danrem: Karhutla di Jambi Disebabkan Ulah Manusia yang Bakar Lahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan-rHzjYs5OUw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/340/2866493/danrem-karhutla-di-jambi-disebabkan-ulah-manusia-yang-bakar-lahan-rHzjYs5OUw.jpg</image><title>Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC8xLzE2OTM2NC81L3g4bmIzZXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Dansatgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Brigjen TNI Supriono menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya karhutla di Jambi adalah masyarakat.
&quot;Penyebab utamanya adalah masih klasik, yakni masyarakat kita yang masih banyak suka membuka lahan dengan cara membakar,&quot; ungkapnya, Jumat (18/8/2023).
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, katanya, sepanjang tahun 2023 hingga Agustus ini, sudah terdapat 229,54 hektare lahan yang terbakar.
&quot;Kawasan yang paling besar terjadi karhutla adalah Kabupaten Batanghari dengan luas kurang lebih 111,14 hektare,&quot; tegas Supriono yang juga menjabat Danrem 042/Garuda Putih (Gapu).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat ke Level 6.934

Sedangkan yang paling sedikit, katanya, adalah Kabupaten Tanjungjabung Timur dengan luas lahan yang terbakar seluas 4,80 hektare.

BACA JUGA:
Meski Banyak Wajah Baru di Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong Tegaskan Garuda Muda Siap Kalahkan Malaysia

Sementara tiga wilayah yang belum terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kota Jambi, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Dia menambahkan, personelnya selalu mensosialisasikan dan memperingatkan bahanya terjadinya kebakaran hutan kepada masyarakat.Namun bila tidak juga diindahkan, personelnya akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. &quot;Nanti bila mana sosialisasi tidak juga berubah, kami dari kepolisian akan menindak tegas,&quot; tandas Supriono.

Diakui Dansatgas, saat ini ada pelaku di suatu wilayah yang biasa membakar lahan sudah diamankan petugas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kesan Paskibraka di HUT ke-78 RI: Hadiah untuk Ibunda, Bangga dan Tetap Percaya Diri

Sedangkan Komandan Kodim (Dandim) 0415/Jambi Letkol Arm Eko Pristiono menambahkan, personelnya selalu melakukan patroli dan peninjauan lokasi titik rawan yang sering terjadi karhutla.

&quot;Kami juga melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada warga masyarakat untuk tidak membakar hutan, lahan, ilalang atau semak belukar karena dapat dikenakan sanksi pidana Pasal 187 KUHP dengan hukuman selama 10 tahun penjara,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang Diminta Ganti Julukan Gara-Gara Kalahkan Juara Dunia Ganda Putra 2022

Menurut Dandim, kebakaran hutan dan lahan disinyalir sebagian besar terjadi akibat ulah dan kelalaian manusia.

&quot;Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini melakukan pembakaran hutan dan lahan demi tujuan dan kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi sekitar,&quot; tuturnya.

Dampaknya tidak hanya pada kesehatan saja, imbuh Eko, juga terhadap perekonomian dan sendi-sendi kehidupan masyarakat, seperti kerusakan lingkungan serta dapat mengganggu stabilitas negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

&quot;Ketidaksadaran masyarakat bisa menjadi kecerobohan yang menyebabkan hal fatal terjadinya karhutla,&quot; tandas Dandim.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC8xLzE2OTM2NC81L3g4bmIzZXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Dansatgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Brigjen TNI Supriono menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya karhutla di Jambi adalah masyarakat.
&quot;Penyebab utamanya adalah masih klasik, yakni masyarakat kita yang masih banyak suka membuka lahan dengan cara membakar,&quot; ungkapnya, Jumat (18/8/2023).
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, katanya, sepanjang tahun 2023 hingga Agustus ini, sudah terdapat 229,54 hektare lahan yang terbakar.
&quot;Kawasan yang paling besar terjadi karhutla adalah Kabupaten Batanghari dengan luas kurang lebih 111,14 hektare,&quot; tegas Supriono yang juga menjabat Danrem 042/Garuda Putih (Gapu).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat ke Level 6.934

Sedangkan yang paling sedikit, katanya, adalah Kabupaten Tanjungjabung Timur dengan luas lahan yang terbakar seluas 4,80 hektare.

BACA JUGA:
Meski Banyak Wajah Baru di Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong Tegaskan Garuda Muda Siap Kalahkan Malaysia

Sementara tiga wilayah yang belum terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kota Jambi, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Dia menambahkan, personelnya selalu mensosialisasikan dan memperingatkan bahanya terjadinya kebakaran hutan kepada masyarakat.Namun bila tidak juga diindahkan, personelnya akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. &quot;Nanti bila mana sosialisasi tidak juga berubah, kami dari kepolisian akan menindak tegas,&quot; tandas Supriono.

Diakui Dansatgas, saat ini ada pelaku di suatu wilayah yang biasa membakar lahan sudah diamankan petugas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kesan Paskibraka di HUT ke-78 RI: Hadiah untuk Ibunda, Bangga dan Tetap Percaya Diri

Sedangkan Komandan Kodim (Dandim) 0415/Jambi Letkol Arm Eko Pristiono menambahkan, personelnya selalu melakukan patroli dan peninjauan lokasi titik rawan yang sering terjadi karhutla.

&quot;Kami juga melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada warga masyarakat untuk tidak membakar hutan, lahan, ilalang atau semak belukar karena dapat dikenakan sanksi pidana Pasal 187 KUHP dengan hukuman selama 10 tahun penjara,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang Diminta Ganti Julukan Gara-Gara Kalahkan Juara Dunia Ganda Putra 2022

Menurut Dandim, kebakaran hutan dan lahan disinyalir sebagian besar terjadi akibat ulah dan kelalaian manusia.

&quot;Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini melakukan pembakaran hutan dan lahan demi tujuan dan kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi sekitar,&quot; tuturnya.

Dampaknya tidak hanya pada kesehatan saja, imbuh Eko, juga terhadap perekonomian dan sendi-sendi kehidupan masyarakat, seperti kerusakan lingkungan serta dapat mengganggu stabilitas negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

&quot;Ketidaksadaran masyarakat bisa menjadi kecerobohan yang menyebabkan hal fatal terjadinya karhutla,&quot; tandas Dandim.

</content:encoded></item></channel></rss>
