<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minta Lanjutkan Hilirisasi dan Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi: Rakyat Harus Berani Ingatkan Itu!</title><description>Ia menyebutkan pentingnya peningkatan pendapatan negara dari hilirisasi industri nikel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu"/><item><title>Minta Lanjutkan Hilirisasi dan Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi: Rakyat Harus Berani Ingatkan Itu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu</guid><pubDate>Sabtu 19 Agustus 2023 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu-Tu35cb0TZx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/19/337/2867437/minta-lanjutkan-hilirisasi-dan-stop-ekspor-bahan-mentah-jokowi-rakyat-harus-berani-ingatkan-itu-Tu35cb0TZx.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOS83LzE2OTQyNS81L3g4bmM4Zms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Presiden yang terpilih dalam Pilpres 2024 untuk melanjutkan program hilirisasi dan menghentikan ekspor bahan mentah.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Rakernas DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (19/8/2023).
Ia menyebutkan pentingnya peningkatan pendapatan negara dari hilirisasi industri nikel. Jokowi memberi contoh ekspor bahan mentah nikel hanya menghasilkan US 2,1 miliar atau sekitar Rp32 triliun.

BACA JUGA:
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U-23 2023 Kelar Laga Timnas Kamboja U-23 vs Myanmar U-23: Angkor Warriors Muda Cuma Tambah 1 Poin, Timnas Indonesia U-23 Jaga Kans ke Semifinal!

Namun setelah hilirisasi, pendapatan negara naik menjadi USD33,8 miliar atau sekitar Rp510 triliun. Ekspor bahan mentah disebut Jokowi tidak akan pernah membuat Indonesia maju.
&quot;Sekali lagi, kalau hanya mengekspor bahan mentah saja, sampai kapanpun negara ini tidak akan jadi negara maju. Jadi kita harus berani, pemimpin ke depan harus berani melanjutkan itu, meskipun risikonya digugat di WTO, ditekan IMF, mungkin ada negara lain nekan lagi, jangan mundur. Jangan kemudian tidak berani melanjutkan, akan rugi besar kita,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Antusias Disambangi Bacaleg Perindo, Warga Johar Baru Berharap Aspirasinya Ditangani

Presiden menyebutkan ekspor bahan mentah tidak akan membuat masyarakat Indonesia sejahtera karena tidak mendapatkan nilai tambah.
Ia memberikan contoh saat Indonesia booming produksi minyak pada tahun 1970-an, tapi pemerintah tidak mendapatkan nilai tambah dari minyak bumi.Hal serupa juga terjadi booming kayu karena banyaknya penebangan hutan pada tahun 1980-an, namun lagi-lagi Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah juga karena ekspor bahan mentah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

El Nino Ancam Pasokan Pangan, Jokowi: Kita Impor Agar Harga Stabil

&quot;Dulu, Indonesia pernah booming minyak tahun 70-an, tapi kita tidak mendapatkan nilai tambah dari sana. Tahun 80-an kita booming kayu, hutan banyak dibabat, kita juga tidak dapat nilai tambah dari sana. Sekali lagi, sejarah lama tidak boleh terulang lagi, jangan ekspor bahan mentah,&quot; tegas Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Itu Beauty Privilege dalam Bahasa Gaul?

Kepala Negara meminta, semua pihak mengingatkan pemimpin di masa depan agar menghentikan ekspor bahan mentah. Mantan Walikota Solo itu meminta rakyat harus mengingatkan pemimpin agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

&quot;Tolong diingatkan pemimpin yang akan datang, jangan ekspor bahan mentah, rakyat harus berani mengingatkan mengenai itu,&quot; tutup Joko Widodo.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOS83LzE2OTQyNS81L3g4bmM4Zms=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Presiden yang terpilih dalam Pilpres 2024 untuk melanjutkan program hilirisasi dan menghentikan ekspor bahan mentah.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Rakernas DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (19/8/2023).
Ia menyebutkan pentingnya peningkatan pendapatan negara dari hilirisasi industri nikel. Jokowi memberi contoh ekspor bahan mentah nikel hanya menghasilkan US 2,1 miliar atau sekitar Rp32 triliun.

BACA JUGA:
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U-23 2023 Kelar Laga Timnas Kamboja U-23 vs Myanmar U-23: Angkor Warriors Muda Cuma Tambah 1 Poin, Timnas Indonesia U-23 Jaga Kans ke Semifinal!

Namun setelah hilirisasi, pendapatan negara naik menjadi USD33,8 miliar atau sekitar Rp510 triliun. Ekspor bahan mentah disebut Jokowi tidak akan pernah membuat Indonesia maju.
&quot;Sekali lagi, kalau hanya mengekspor bahan mentah saja, sampai kapanpun negara ini tidak akan jadi negara maju. Jadi kita harus berani, pemimpin ke depan harus berani melanjutkan itu, meskipun risikonya digugat di WTO, ditekan IMF, mungkin ada negara lain nekan lagi, jangan mundur. Jangan kemudian tidak berani melanjutkan, akan rugi besar kita,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Antusias Disambangi Bacaleg Perindo, Warga Johar Baru Berharap Aspirasinya Ditangani

Presiden menyebutkan ekspor bahan mentah tidak akan membuat masyarakat Indonesia sejahtera karena tidak mendapatkan nilai tambah.
Ia memberikan contoh saat Indonesia booming produksi minyak pada tahun 1970-an, tapi pemerintah tidak mendapatkan nilai tambah dari minyak bumi.Hal serupa juga terjadi booming kayu karena banyaknya penebangan hutan pada tahun 1980-an, namun lagi-lagi Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah juga karena ekspor bahan mentah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

El Nino Ancam Pasokan Pangan, Jokowi: Kita Impor Agar Harga Stabil

&quot;Dulu, Indonesia pernah booming minyak tahun 70-an, tapi kita tidak mendapatkan nilai tambah dari sana. Tahun 80-an kita booming kayu, hutan banyak dibabat, kita juga tidak dapat nilai tambah dari sana. Sekali lagi, sejarah lama tidak boleh terulang lagi, jangan ekspor bahan mentah,&quot; tegas Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Itu Beauty Privilege dalam Bahasa Gaul?

Kepala Negara meminta, semua pihak mengingatkan pemimpin di masa depan agar menghentikan ekspor bahan mentah. Mantan Walikota Solo itu meminta rakyat harus mengingatkan pemimpin agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

&quot;Tolong diingatkan pemimpin yang akan datang, jangan ekspor bahan mentah, rakyat harus berani mengingatkan mengenai itu,&quot; tutup Joko Widodo.



</content:encoded></item></channel></rss>
