<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuota Keterwakilan Perempuan di Bawah 30%, Ini Kata Bacaleg Perindo Eva Mutia</title><description>Kuota Keterwakilan Perempuan di Bawah 30%, Ini Kata Bacaleg Perindo Eva Mutia
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia"/><item><title>Kuota Keterwakilan Perempuan di Bawah 30%, Ini Kata Bacaleg Perindo Eva Mutia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Melati Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia-uEbzzq0vx4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen DPP Kartini Perindo Eva Mutia. (tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/1/2868486/kuota-keterwakilan-perempuan-di-bawah-30-ini-kata-bacaleg-perindo-eva-mutia-uEbzzq0vx4.jpg</image><title>Sekjen DPP Kartini Perindo Eva Mutia. (tangkapan layar)</title></images><description>

JAKARTA - Aturan di Indonesia menyebut keterwakilan perempuan dalam politik mencapai 30 persen. Meskipun begitu, kuota tersebut masih belum terwujud di Parlemen.

Sekretaris Jenderal DPP Kartini Perindo yang Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat 5 Partai Perindo, Eva Mutia, mengatakan ada alasan yang mendasari mengapa kuota 30 persen keterwakilan perempuan belum dapat dipenuhi. Salah satunya, perempuan dinilai masih memiliki pandangan skeptis pada politik.

&quot;Kalau menurut saya perempuan di Indonesia masih skeptis terhadap politik, mereka masih takut,&quot; kata Eva Mutia dalam Podcast Aksi Nyata, Senin (21/8/2023).

Ada sebagian perempuan yang menganggap dunia politik 'tidak bersih'. Selain itu, perempuan sudah dipusingkan oleh urusan lain seperti rumah tangga sehingga merasa kerepotan kalau harus terjun ke politik.






BACA JUGA:
Motivasi Pelaku UMKM di Sidoarjo, Hary Tanoe: Semoga Gerobak Perindo Bermanfaat&amp;nbsp; &amp;nbsp;







&quot;Mereka berpikir politik itu kotor, males repot,&quot; ujar Eva.

Padahal, jika dilihat dari sisi positif, bagi Eva, dunia politik ini bisa dimanfaatkan perempuan dalam mengangkat isu-isu penting. Mereka bisa bersuara sesuai dengan kebutuhan kaum hawa Indonesia.




BACA JUGA:
Beri Gerobak Gratis ke UMKM, Bacaleg Perindo Anang Iskandar: Semoga Bermanfaat ke Masyarakat










&quot;Setidaknya bisa memberikan kontribusi apa yang dibutuhkan oleh perempuan. Kaya beras mahal, pendidikan mahal kan perempuan yang tahu jadi kita yang bisa menyuarakan hal seperti itu,&quot; ucapnya.

Eva Mutia kemudian berkaca pada beberapa negara yang memiliki keterwakilan perempuan di parlemen cukup tinggi. Antara lain ada Rwanda dengan 61 persen, Kuba 55 persen, dan bahkan Uni Emirat Arab mencapai 50 persen.






BACA JUGA:
Soroti Lomba Makan Kerupuk di RS, Partai Perindo: Kebablasan dan Rugikan Pasien











&quot;Kalau kita lihat negara berbasis muslim, bisa mengangkat dan memberikan peluang terhadap wanita sampai 50 persen, amazing,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>

JAKARTA - Aturan di Indonesia menyebut keterwakilan perempuan dalam politik mencapai 30 persen. Meskipun begitu, kuota tersebut masih belum terwujud di Parlemen.

Sekretaris Jenderal DPP Kartini Perindo yang Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat 5 Partai Perindo, Eva Mutia, mengatakan ada alasan yang mendasari mengapa kuota 30 persen keterwakilan perempuan belum dapat dipenuhi. Salah satunya, perempuan dinilai masih memiliki pandangan skeptis pada politik.

&quot;Kalau menurut saya perempuan di Indonesia masih skeptis terhadap politik, mereka masih takut,&quot; kata Eva Mutia dalam Podcast Aksi Nyata, Senin (21/8/2023).

Ada sebagian perempuan yang menganggap dunia politik 'tidak bersih'. Selain itu, perempuan sudah dipusingkan oleh urusan lain seperti rumah tangga sehingga merasa kerepotan kalau harus terjun ke politik.






BACA JUGA:
Motivasi Pelaku UMKM di Sidoarjo, Hary Tanoe: Semoga Gerobak Perindo Bermanfaat&amp;nbsp; &amp;nbsp;







&quot;Mereka berpikir politik itu kotor, males repot,&quot; ujar Eva.

Padahal, jika dilihat dari sisi positif, bagi Eva, dunia politik ini bisa dimanfaatkan perempuan dalam mengangkat isu-isu penting. Mereka bisa bersuara sesuai dengan kebutuhan kaum hawa Indonesia.




BACA JUGA:
Beri Gerobak Gratis ke UMKM, Bacaleg Perindo Anang Iskandar: Semoga Bermanfaat ke Masyarakat










&quot;Setidaknya bisa memberikan kontribusi apa yang dibutuhkan oleh perempuan. Kaya beras mahal, pendidikan mahal kan perempuan yang tahu jadi kita yang bisa menyuarakan hal seperti itu,&quot; ucapnya.

Eva Mutia kemudian berkaca pada beberapa negara yang memiliki keterwakilan perempuan di parlemen cukup tinggi. Antara lain ada Rwanda dengan 61 persen, Kuba 55 persen, dan bahkan Uni Emirat Arab mencapai 50 persen.






BACA JUGA:
Soroti Lomba Makan Kerupuk di RS, Partai Perindo: Kebablasan dan Rugikan Pasien











&quot;Kalau kita lihat negara berbasis muslim, bisa mengangkat dan memberikan peluang terhadap wanita sampai 50 persen, amazing,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
