<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter, Dokter Gigi, dan Antropolog Berupaya Identifikasi Korban Kebakaran Hutan Hawaii</title><description>Upaya identifikasi para korban adalah pekerjaan berat abgi para ahli.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii"/><item><title>Dokter, Dokter Gigi, dan Antropolog Berupaya Identifikasi Korban Kebakaran Hutan Hawaii</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii-zWLEMlLxKH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/18/2868242/dokter-dokter-gigi-dan-antropolog-berupaya-identifikasi-korban-kebakaran-hutan-hawaii-zWLEMlLxKH.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTEzMi81L3g4bjYxZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAUI - Tim spesialis - termasuk ahli patologi forensik, teknisi sinar-X, ahli sidik jari dan dokter gigi forensik - bekerja 12 jam sehari di dalam kamar mayat sementara di dekat kantor koroner Kabupaten Maui, Hawaii, Amerika Serikat (AS). Tim ini mengidentifikasi sisa-sisa korban yang hangus akibat bencana kebakaran bulan ini.

BACA JUGA:
Korban Jiwa Kebakaran Hutan Hawaii Mencapai 114 Orang, Proses Identifikasi Berjalan 12 Jam Sehari

Mereka adalah anggota program Tim Tanggap Operasional Kamar Mayat federal, Disaster Mortuary Operational Response Team atau DMORT, yang dikerahkan saat insiden kematian massal membuat otoritas setempat kewalahan.
Luasnya pengalaman para anggota tim menegaskan kesulitan tugas yang dihadapi tim. Jumlah korban belum diketahui, ratusan masih dalam daftar orang hilang, dan dalam sebagian kasus amukan api hanya menyisakan sedikit bagian tubuh.

BACA JUGA:
Viral Rumah Beratap Merah Jadi Satu-satunya Bangunan Utuh, Selamat dari Kebakaran Hutan HawaiiBACA JUGA:

Viral Rumah Beratap Merah Jadi Satu-satunya Bangunan Utuh, Selamat dari Kebakaran Hutan Hawaii


Pekerjaan ini sangat penting, dengan banyak keluarga yang putus asa untuk mengetahui nasib kerabat mereka serta berharap memperoleh kesempatan mengucapkan selamat tinggal. Korban tewas di kota Lahaina yang hancur telah melampaui 100, tetapi hanya segelintir yang sudah diidentifikasi secara resmi, dengan mengatakan prosesnya akan lama.&amp;ldquo;Sangat penting bagi keluarga untuk menemukan kembali orang yang mereka kasihi&amp;ndash; itulah misi kami, dan kapan kami mewujudkannya akan menjadi hari yang baik ,&quot; kata Frank Sebastian, (68), komandan DMORT Maui dan pensiunan pemeriksa medis dari wilayah Seattle, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Ada 10 DMORT regional di seluruh Amerika, terdiri lebih dari 600 anggota sipil, yang beraksi untuk bencana yang beragam seperti kecelakaan pesawat, badai dan serangan massal seperti pembajakan 11 September 2001.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTEzMi81L3g4bjYxZjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MAUI - Tim spesialis - termasuk ahli patologi forensik, teknisi sinar-X, ahli sidik jari dan dokter gigi forensik - bekerja 12 jam sehari di dalam kamar mayat sementara di dekat kantor koroner Kabupaten Maui, Hawaii, Amerika Serikat (AS). Tim ini mengidentifikasi sisa-sisa korban yang hangus akibat bencana kebakaran bulan ini.

BACA JUGA:
Korban Jiwa Kebakaran Hutan Hawaii Mencapai 114 Orang, Proses Identifikasi Berjalan 12 Jam Sehari

Mereka adalah anggota program Tim Tanggap Operasional Kamar Mayat federal, Disaster Mortuary Operational Response Team atau DMORT, yang dikerahkan saat insiden kematian massal membuat otoritas setempat kewalahan.
Luasnya pengalaman para anggota tim menegaskan kesulitan tugas yang dihadapi tim. Jumlah korban belum diketahui, ratusan masih dalam daftar orang hilang, dan dalam sebagian kasus amukan api hanya menyisakan sedikit bagian tubuh.

BACA JUGA:
Viral Rumah Beratap Merah Jadi Satu-satunya Bangunan Utuh, Selamat dari Kebakaran Hutan HawaiiBACA JUGA:

Viral Rumah Beratap Merah Jadi Satu-satunya Bangunan Utuh, Selamat dari Kebakaran Hutan Hawaii


Pekerjaan ini sangat penting, dengan banyak keluarga yang putus asa untuk mengetahui nasib kerabat mereka serta berharap memperoleh kesempatan mengucapkan selamat tinggal. Korban tewas di kota Lahaina yang hancur telah melampaui 100, tetapi hanya segelintir yang sudah diidentifikasi secara resmi, dengan mengatakan prosesnya akan lama.&amp;ldquo;Sangat penting bagi keluarga untuk menemukan kembali orang yang mereka kasihi&amp;ndash; itulah misi kami, dan kapan kami mewujudkannya akan menjadi hari yang baik ,&quot; kata Frank Sebastian, (68), komandan DMORT Maui dan pensiunan pemeriksa medis dari wilayah Seattle, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
Ada 10 DMORT regional di seluruh Amerika, terdiri lebih dari 600 anggota sipil, yang beraksi untuk bencana yang beragam seperti kecelakaan pesawat, badai dan serangan massal seperti pembajakan 11 September 2001.

</content:encoded></item></channel></rss>
