<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejahatan Lintas Negara Makin Masif, Jokowi: Perlu Kolaborasi dan Peningkatan Profesionalitas Aparat</title><description>Menurut Jokowi, dengan adanya hal tersebut, penanganan dari segi penegakan hukum juga harus lebih berkembang&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat"/><item><title>Kejahatan Lintas Negara Makin Masif, Jokowi: Perlu Kolaborasi dan Peningkatan Profesionalitas Aparat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat-yHdW1gzImE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi sebut kejahatan lintas negara semakin massif/Foto: Biro Setpres </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/337/2868043/kejahatan-lintas-negara-makin-masif-jokowi-perlu-kolaborasi-dan-peningkatan-profesionalitas-aparat-yHdW1gzImE.jpg</image><title>Jokowi sebut kejahatan lintas negara semakin massif/Foto: Biro Setpres </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ4Ni81L3g4bmQzd2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LABUAN BAJO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa, kejahatan lintas negara atau transnational crime semakin masif lantaran memanfaatkan kemajuan teknologi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka kegiatan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) ke-17, di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka AMMTC Ke-17, Jokowi Harap Hasilkan Kerja Sama Strategis Menjaga Kawasan ASEAN

&quot;Dan dengan kemajuan teknologi saat ini kejahatan lintas negara berkembang semakin masif dengan cara-cara yang semakin kompleks,&quot; kata Jokowi.

Menurut Jokowi, dengan adanya hal tersebut, penanganan dari segi penegakan hukum juga harus lebih berkembang dari pada pelaku kejahatan itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tim Percepatan Reformasi Hukum Segera Serahkan Agenda Prioritas ke Presiden Jokowi

&quot;Sehingga penanganannya juga harus semakin adaptif. Terutama terkait tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia dan perdagangan gelap narkotika,&quot; ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, dalam pertemuan AMMTC ini, diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama untuk berlokaborasi mulai dari pertukaran informasi hingga meningkatkan kapasitas serta profesional aparat penegak hukumnya.

&quot;Kita perlu membangun kolaborasi berkelanjutan melakukan pertukaran informasi, memanfaatkan teknologi serta meningkatkan kapasitas dan profesionalitas aparat,&quot; ucap Jokowi.



Diketahui, AMMTC akan mempertemukan 10 negara ASEAN, 3 negara dialog serta satu negara peninjau.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hari Pertama WHF, Pekerja Swasta Juga Berharap Bisa Kerja dari Rumah seperti ASN


Dalam pertemuannya, negara-negara tersebut akan membahas soal kejahatan transnasional atau lintas negara di negara masing-masing anggota.



Adapun, 10 negara Asean yang mengikuti AAMTC itu antara lain Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.



Sedangkan, tiga negara mitra dialog yakni Cina, Jepang, Korea Selatan dan Timor Leste sebagai observer.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ4Ni81L3g4bmQzd2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LABUAN BAJO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa, kejahatan lintas negara atau transnational crime semakin masif lantaran memanfaatkan kemajuan teknologi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka kegiatan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) ke-17, di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka AMMTC Ke-17, Jokowi Harap Hasilkan Kerja Sama Strategis Menjaga Kawasan ASEAN

&quot;Dan dengan kemajuan teknologi saat ini kejahatan lintas negara berkembang semakin masif dengan cara-cara yang semakin kompleks,&quot; kata Jokowi.

Menurut Jokowi, dengan adanya hal tersebut, penanganan dari segi penegakan hukum juga harus lebih berkembang dari pada pelaku kejahatan itu sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tim Percepatan Reformasi Hukum Segera Serahkan Agenda Prioritas ke Presiden Jokowi

&quot;Sehingga penanganannya juga harus semakin adaptif. Terutama terkait tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia dan perdagangan gelap narkotika,&quot; ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, dalam pertemuan AMMTC ini, diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama untuk berlokaborasi mulai dari pertukaran informasi hingga meningkatkan kapasitas serta profesional aparat penegak hukumnya.

&quot;Kita perlu membangun kolaborasi berkelanjutan melakukan pertukaran informasi, memanfaatkan teknologi serta meningkatkan kapasitas dan profesionalitas aparat,&quot; ucap Jokowi.



Diketahui, AMMTC akan mempertemukan 10 negara ASEAN, 3 negara dialog serta satu negara peninjau.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hari Pertama WHF, Pekerja Swasta Juga Berharap Bisa Kerja dari Rumah seperti ASN


Dalam pertemuannya, negara-negara tersebut akan membahas soal kejahatan transnasional atau lintas negara di negara masing-masing anggota.



Adapun, 10 negara Asean yang mengikuti AAMTC itu antara lain Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.



Sedangkan, tiga negara mitra dialog yakni Cina, Jepang, Korea Selatan dan Timor Leste sebagai observer.</content:encoded></item></channel></rss>
