<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Pertama WFH, Pekerja Swasta Juga Berharap Bisa Kerja dari Rumah seperti ASN</title><description>&amp;nbsp;
Kata Mela juga untuk bisa membantu pemerintah agar tak banyak orang di luar rumah yang menyebabkan polusi&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-wfh-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-wfh-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn"/><item><title>Hari Pertama WFH, Pekerja Swasta Juga Berharap Bisa Kerja dari Rumah seperti ASN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-wfh-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-wfh-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-whf-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn-g7sxTFFWsx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pegawai swasta berharap bisa WFH seperti ASN/Foto: Okezone </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868033/hari-pertama-whf-pekerja-swasta-juga-berharap-bisa-kerja-dari-rumah-seperti-asn-g7sxTFFWsx.jpg</image><title>Pegawai swasta berharap bisa WFH seperti ASN/Foto: Okezone </title></images><description>


JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) selama dua bulan, yakni sejak 21 Agustus hingga 21 Oktober 2023. Hal itu dilakukan untuk mengurangi polusi  dan kemacetan di Jakarta.
Pemberlakuan WFH yang diperuntukan hanya untuk ASN itu tentu menuai banyak komentar dari masyarakat, salah satunya Mela (26) warga Serpong yang bekerja di bidang marketing. Ia juga menginginkan bekerja dengan sistem WFH.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Modifikasi Cuaca Tanggulangi Polusi Udara, 800 Kg Garam Ditabur di Langit Jabodetabek

Hal itu, kata Mela juga untuk bisa membantu pemerintah agar tak banyak orang di luar rumah yang menyebabkan polusi dan kemacetan di Jakarta.
&quot;Sebenarnya pengen (WFH) tapi aku karyawan swasta jadi enggak ada, itu kan sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing,&quot; kata Mela saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara, Begini Suasana Balai Kota DKI Hari Pertama ASN Terapkan WFH

Di sisi lain, seorang pekerja kontrak di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dita (24), juga mengungkapkan perasaan yang sama, jika dirinya lebih baik bekerja di rumah, agar pengurangan polusi di Jakarta bisa berjalan lebih efektif.
&quot;Sejujurnya pengen sih, supaya selain mengurangi polusi, lebih enak aja kerja di rumah, WFH sangat efektif sih,&quot; kata Dita.Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mengurangi kemacetan di Ibu Kota dan juga polusi yang kini merajalela di Jakarta.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ASN DKI Terapkan WFH, Stasiun Tanah Abang Tetap Terpantau Ramai Pekerja Swasta

Namun, dari pantauan MNC Portal Indonesia di Stasiun Tanah Abang, pada pukul 09.02 WIB terpantau kondisi stasiun yang masih dipenuhi oleh para pekerja swasta yang masih diwajibkan untuk bekerja di kantor.
Sementara untuk lalu lintas di sekitar Tanah Abang, masih mengalami kemacetan dan penuh akan kendaraan yang masih berlalu-lalang di tengah pemberlakuan WFH di Jakarta untuk mengurangi polusi udara.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) selama dua bulan, yakni sejak 21 Agustus hingga 21 Oktober 2023. Hal itu dilakukan untuk mengurangi polusi  dan kemacetan di Jakarta.
Pemberlakuan WFH yang diperuntukan hanya untuk ASN itu tentu menuai banyak komentar dari masyarakat, salah satunya Mela (26) warga Serpong yang bekerja di bidang marketing. Ia juga menginginkan bekerja dengan sistem WFH.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Modifikasi Cuaca Tanggulangi Polusi Udara, 800 Kg Garam Ditabur di Langit Jabodetabek

Hal itu, kata Mela juga untuk bisa membantu pemerintah agar tak banyak orang di luar rumah yang menyebabkan polusi dan kemacetan di Jakarta.
&quot;Sebenarnya pengen (WFH) tapi aku karyawan swasta jadi enggak ada, itu kan sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing,&quot; kata Mela saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara, Begini Suasana Balai Kota DKI Hari Pertama ASN Terapkan WFH

Di sisi lain, seorang pekerja kontrak di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dita (24), juga mengungkapkan perasaan yang sama, jika dirinya lebih baik bekerja di rumah, agar pengurangan polusi di Jakarta bisa berjalan lebih efektif.
&quot;Sejujurnya pengen sih, supaya selain mengurangi polusi, lebih enak aja kerja di rumah, WFH sangat efektif sih,&quot; kata Dita.Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mengurangi kemacetan di Ibu Kota dan juga polusi yang kini merajalela di Jakarta.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

ASN DKI Terapkan WFH, Stasiun Tanah Abang Tetap Terpantau Ramai Pekerja Swasta

Namun, dari pantauan MNC Portal Indonesia di Stasiun Tanah Abang, pada pukul 09.02 WIB terpantau kondisi stasiun yang masih dipenuhi oleh para pekerja swasta yang masih diwajibkan untuk bekerja di kantor.
Sementara untuk lalu lintas di sekitar Tanah Abang, masih mengalami kemacetan dan penuh akan kendaraan yang masih berlalu-lalang di tengah pemberlakuan WFH di Jakarta untuk mengurangi polusi udara.</content:encoded></item></channel></rss>
