<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswi S2 Tewas, IPB University Evaluasi 300 Laboratorium Kampus   </title><description>Pihaknya akan memastikan seluruh laboratorium dalam kondisi aman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus"/><item><title>Mahasiswi S2 Tewas, IPB University Evaluasi 300 Laboratorium Kampus   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus-txHYFCsAvk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti. (Foto: Putra Ramadhani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868277/mahasiswi-s2-tewas-ipb-university-evaluasi-300-laboratorium-kampus-txHYFCsAvk.jpg</image><title>Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti. (Foto: Putra Ramadhani)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMC8xLzE1NzIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) University akan mengevaluasi seluruh laboratorium yang ada di kampusnya. Hal itu menyusul peristiwa meninggalnya mahasiswi program S2 Fakultas Peternakan Laila Atika Sari akibat laboratorium terbakar.

&quot;Dibentuk juga tim untuk evaluasi seluruh laboratorium yang ada di IPB. Jadi di IPB ini ada 300 laboratorium,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti kepada wartawan di Kampus IPB Dramaga, Senin (21/8/2023).

Pihaknya akan memastikan seluruh laboratorium dalam kondisi aman. Termasuk standar persyaratan dan penggunaan laboratorium.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebakaran Dekat TPA Sumur Batu Bekasi, 30 Keluarga Terdampak

&quot;Semua harus dipastikan keadaan aman. Semua itu (standar keselamatan) ada di IPB. Sudah disiapkan semua peraturan tentang lab, cara penggunaan, prasyarat masuk lab sudah ada,&quot; ungkapnya.

Meski begitu, kejadian tersebut tidak menganggu proses penelitian yang dilakukan oleh IPB Universty. Hanya saja, seluruh faktor keamanan atau prosedural laboratoriun akan lebih ditingkatkan kembali.

&quot;Kalau penelitian di lab tetap, akademi kan prosesnya harus ada praktikum tetap berjalan tetapi kemudian kami sangat menekankan kembali supaya kembali pada prosedur, taati prosedur, persyaratan untuk masuk lab, cara penyimpanan bahan-bahan itu sangat ditekankan kembali,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kebakaran Laboratorium IPB yang Sebabkan Mahasiswi S2 Meninggal Dunia

Sebelumnya, mahasiswi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB Laila Atika Sari meninggal dunia dalam musibah kebakaran laboratorium yang terjadi pada Jumat 18 Agustus 2023.

Ketika itu, Laila sedang berada di laboratorium melaksanakan penelitian S2-nya yakni analisis lemak bahan pakan dengan metode soxlet. Namun, sekira pukul 16.00 WIB terjadi kebakaran di ruang tersebut.

Mengetahui ada kejadian tersebut para mahasiswa lain yang berada di sekitar laboratorium membantu memadamkan api dan menolong Laila. Selanjutnya, Laila dibawa dengan ambulans IPB ke RS Medika Darmaga untuk mendapatkan pertolongan.Dari dokter yang menangani disampaikan bahwa pasien perlu dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan yang lebih baik. Malam itu Tim IPB dan keluarga sepakat membawa Laila ke RSCM untuk mendapat perawatan lebih intensif.



&quot;Atas kehendak-Nya, setelah mendapat penanganan intensif dari tim dokter RSCM, Sabtu 19 Agustus 2023 sekitar pukul 10.00 WIB, Laila Atika Sari meningal dunia,&quot; tutut Rektor IPB University Arif Satria.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMC8xLzE1NzIzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) University akan mengevaluasi seluruh laboratorium yang ada di kampusnya. Hal itu menyusul peristiwa meninggalnya mahasiswi program S2 Fakultas Peternakan Laila Atika Sari akibat laboratorium terbakar.

&quot;Dibentuk juga tim untuk evaluasi seluruh laboratorium yang ada di IPB. Jadi di IPB ini ada 300 laboratorium,&quot; kata Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti kepada wartawan di Kampus IPB Dramaga, Senin (21/8/2023).

Pihaknya akan memastikan seluruh laboratorium dalam kondisi aman. Termasuk standar persyaratan dan penggunaan laboratorium.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kebakaran Dekat TPA Sumur Batu Bekasi, 30 Keluarga Terdampak

&quot;Semua harus dipastikan keadaan aman. Semua itu (standar keselamatan) ada di IPB. Sudah disiapkan semua peraturan tentang lab, cara penggunaan, prasyarat masuk lab sudah ada,&quot; ungkapnya.

Meski begitu, kejadian tersebut tidak menganggu proses penelitian yang dilakukan oleh IPB Universty. Hanya saja, seluruh faktor keamanan atau prosedural laboratoriun akan lebih ditingkatkan kembali.

&quot;Kalau penelitian di lab tetap, akademi kan prosesnya harus ada praktikum tetap berjalan tetapi kemudian kami sangat menekankan kembali supaya kembali pada prosedur, taati prosedur, persyaratan untuk masuk lab, cara penyimpanan bahan-bahan itu sangat ditekankan kembali,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kebakaran Laboratorium IPB yang Sebabkan Mahasiswi S2 Meninggal Dunia

Sebelumnya, mahasiswi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB Laila Atika Sari meninggal dunia dalam musibah kebakaran laboratorium yang terjadi pada Jumat 18 Agustus 2023.

Ketika itu, Laila sedang berada di laboratorium melaksanakan penelitian S2-nya yakni analisis lemak bahan pakan dengan metode soxlet. Namun, sekira pukul 16.00 WIB terjadi kebakaran di ruang tersebut.

Mengetahui ada kejadian tersebut para mahasiswa lain yang berada di sekitar laboratorium membantu memadamkan api dan menolong Laila. Selanjutnya, Laila dibawa dengan ambulans IPB ke RS Medika Darmaga untuk mendapatkan pertolongan.Dari dokter yang menangani disampaikan bahwa pasien perlu dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan yang lebih baik. Malam itu Tim IPB dan keluarga sepakat membawa Laila ke RSCM untuk mendapat perawatan lebih intensif.



&quot;Atas kehendak-Nya, setelah mendapat penanganan intensif dari tim dokter RSCM, Sabtu 19 Agustus 2023 sekitar pukul 10.00 WIB, Laila Atika Sari meningal dunia,&quot; tutut Rektor IPB University Arif Satria.

</content:encoded></item></channel></rss>
