<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bongkar Kasus Jual Beli Senpi, Polda Metro Pajang Puluhan Laras Pendek hingga Sniper   </title><description>Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus produksi dan jual beli senjata api ilegal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper"/><item><title> Bongkar Kasus Jual Beli Senpi, Polda Metro Pajang Puluhan Laras Pendek hingga Sniper   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper-yC2EBlIOfF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polda Metro Jaya ungkap kasus jual beli senpi (foto: MPI/Maruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/338/2868345/bongkar-kasus-jual-beli-senpi-polda-metro-pajang-puluhan-laras-pendek-hingga-sniper-yC2EBlIOfF.jpg</image><title>Polda Metro Jaya ungkap kasus jual beli senpi (foto: MPI/Maruf)</title></images><description>
JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus produksi dan jual beli senjata api ilegal, di Aula Satya Haprabu Gedung Ditkrimum, Senin (21/8/2023). Sejumlah senjata laras pendek dan laras panjang lengkap yang digunakan sniper disita.

Pantauan di lokasi sejumlah senjata lengkap dengan berbagai senjata disita. Terlihat puluhan senjata laras pendek dan beberapa senjata laras panjang yang digunakan oleh sniper.

BACA JUGA:
Terduga Teroris di Bekasi Dapat Senjata dari Jaringan Senpi Ilegal Sumedang-Garut

Tidak hanya itu, terlihat mesin bebut yang digunakan untuk memproduksi sejumlah senjata tersebut. Kemudian terlihat ratusan peluru diamankan.

&quot;Satu pucuk airsoftgun/airgun laras panjang,&quot; tulis kertas yang menggantung pada salah satu barang bukti senjata, Senin (21/8/2023).

Selain itu, terlihat sejumlah kartu tanda anggota dari berbagai instansi yang menjadi barang bukti. Terlihat salah satu kartu tersebut bertuliskan jenderal TNI.

BACA JUGA:
Jual Senpi Ilegal ke Teroris, Pelaku Catut Nama Pejabat TNI AD dan Kemhan

Terlihat 10 orang mengenakan baju tahanan dalam kasus tersebut. Konfrensi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto beserta jajaranya.

Kemudian dari pihak TNI dihadiri oleh Kadis Penad, Brigjen TNI Hamim Tohari, Wadan Puspomad, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, Dirum Puspomad, Brigjen TNI Bayu Aji Widodo dan sejumlah jajaran.



Sebelumnya, dalam kasus tersebut Polisi menetapkan empat orang tersangka pengembangan kasus jual beli senjata api ilegal yang menyeret Bripka Reinaldy Prakoso anggota Polda Metro Jaya. Keempat tersangka ditangkap di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keempat tersangka tersebut di antaranya ANR, R, TRR, LMP, dan W. Keempatnya ditangkap di Ngawi, Garut serta Sumedang.



&quot;Garut ditangkap ANR, yang mempunyai peran pernah melakukan transaksi senpi iligal yang dipesan oleh R (Reinaldy) TKP Sumedang ditangkap TRR yang mempunyai peran, membuat, merakit, senjata api ilegal dan TKP Ngawi: LMP, menjual senpi kepada W dan W, membeli 1 pucuk Airgun jenis Beretta Illegal dan pernah dititipkan 1 kotak peluru tajam 9 mm sekitar kurun waktu tahun 2018-2020,&quot; ujarnya dalam keterangannya dikutip Senin, (21/8/2023).



Trunoyudo menyebut, pihaknya telah menyita belasan senpi ilegal yang telah dimodifikasi. &quot;Polda Metro Jaya dalam setiap pengembangan penyelidikan tetap berkolaborasi dengan Densus 88,&quot; jelasnya.



Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Puspom TNI Angkatan Darat mengungkap kasus peredaran jaringan senjata api ilegal. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyampaikan ada 4 kluster terkait kasus tersebut, yakni jaringan teror, modifikator, pabrik modifikator dan pihak penerima.







&quot;Pabrik modifikator ini yang kami baru ungkap kemarin di Semarang,&quot; ujar Hengki dalam konferensi pers Jumat (18/8/2023).







Hengki menuturkan, pabrik tersebut menjadi pemasok senjata ke DE (28), seorang karyawan PT KAI yang ditangkap di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Bekasi atas dugaan terorisme.







&quot;Ini adalah penyuplai termasuk ke teroris ini (DE),&quot; kata Hengki.







Sebanyak 38 pucuk senjata api laras pendek dan laras panjang disita polisi. Selain itu, kata Hengki, polisi juga turut mengamakan 18 senjata api modifikasi. Senjata tersebut dijual via e-commerce.







&quot;(Pelaku) menggunakan kartu palsu seolah-olah itu adalah asli, bahkan melakukan pelatihan-pelatihan sejenis militer padahal itu bukan militer,&quot; ungkapnya.







Hengki menyebut akan terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk memburu pelaku lain.







&quot;Kami tidak sebut nama tersangka dan lain sebagainya karena operasi kami belum selesai, masih banyak senjata yang belum kami sita,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus produksi dan jual beli senjata api ilegal, di Aula Satya Haprabu Gedung Ditkrimum, Senin (21/8/2023). Sejumlah senjata laras pendek dan laras panjang lengkap yang digunakan sniper disita.

Pantauan di lokasi sejumlah senjata lengkap dengan berbagai senjata disita. Terlihat puluhan senjata laras pendek dan beberapa senjata laras panjang yang digunakan oleh sniper.

BACA JUGA:
Terduga Teroris di Bekasi Dapat Senjata dari Jaringan Senpi Ilegal Sumedang-Garut

Tidak hanya itu, terlihat mesin bebut yang digunakan untuk memproduksi sejumlah senjata tersebut. Kemudian terlihat ratusan peluru diamankan.

&quot;Satu pucuk airsoftgun/airgun laras panjang,&quot; tulis kertas yang menggantung pada salah satu barang bukti senjata, Senin (21/8/2023).

Selain itu, terlihat sejumlah kartu tanda anggota dari berbagai instansi yang menjadi barang bukti. Terlihat salah satu kartu tersebut bertuliskan jenderal TNI.

BACA JUGA:
Jual Senpi Ilegal ke Teroris, Pelaku Catut Nama Pejabat TNI AD dan Kemhan

Terlihat 10 orang mengenakan baju tahanan dalam kasus tersebut. Konfrensi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto beserta jajaranya.

Kemudian dari pihak TNI dihadiri oleh Kadis Penad, Brigjen TNI Hamim Tohari, Wadan Puspomad, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, Dirum Puspomad, Brigjen TNI Bayu Aji Widodo dan sejumlah jajaran.



Sebelumnya, dalam kasus tersebut Polisi menetapkan empat orang tersangka pengembangan kasus jual beli senjata api ilegal yang menyeret Bripka Reinaldy Prakoso anggota Polda Metro Jaya. Keempat tersangka ditangkap di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keempat tersangka tersebut di antaranya ANR, R, TRR, LMP, dan W. Keempatnya ditangkap di Ngawi, Garut serta Sumedang.



&quot;Garut ditangkap ANR, yang mempunyai peran pernah melakukan transaksi senpi iligal yang dipesan oleh R (Reinaldy) TKP Sumedang ditangkap TRR yang mempunyai peran, membuat, merakit, senjata api ilegal dan TKP Ngawi: LMP, menjual senpi kepada W dan W, membeli 1 pucuk Airgun jenis Beretta Illegal dan pernah dititipkan 1 kotak peluru tajam 9 mm sekitar kurun waktu tahun 2018-2020,&quot; ujarnya dalam keterangannya dikutip Senin, (21/8/2023).



Trunoyudo menyebut, pihaknya telah menyita belasan senpi ilegal yang telah dimodifikasi. &quot;Polda Metro Jaya dalam setiap pengembangan penyelidikan tetap berkolaborasi dengan Densus 88,&quot; jelasnya.



Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Puspom TNI Angkatan Darat mengungkap kasus peredaran jaringan senjata api ilegal. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyampaikan ada 4 kluster terkait kasus tersebut, yakni jaringan teror, modifikator, pabrik modifikator dan pihak penerima.







&quot;Pabrik modifikator ini yang kami baru ungkap kemarin di Semarang,&quot; ujar Hengki dalam konferensi pers Jumat (18/8/2023).







Hengki menuturkan, pabrik tersebut menjadi pemasok senjata ke DE (28), seorang karyawan PT KAI yang ditangkap di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Bekasi atas dugaan terorisme.







&quot;Ini adalah penyuplai termasuk ke teroris ini (DE),&quot; kata Hengki.







Sebanyak 38 pucuk senjata api laras pendek dan laras panjang disita polisi. Selain itu, kata Hengki, polisi juga turut mengamakan 18 senjata api modifikasi. Senjata tersebut dijual via e-commerce.







&quot;(Pelaku) menggunakan kartu palsu seolah-olah itu adalah asli, bahkan melakukan pelatihan-pelatihan sejenis militer padahal itu bukan militer,&quot; ungkapnya.







Hengki menyebut akan terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk memburu pelaku lain.







&quot;Kami tidak sebut nama tersangka dan lain sebagainya karena operasi kami belum selesai, masih banyak senjata yang belum kami sita,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
