<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Varian Eris Masuk ke Tanah Air, DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Langkah</title><description>Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Eris yang lebih masif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah"/><item><title>Covid-19 Varian Eris Masuk ke Tanah Air, DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Langkah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah-4dkCGQU1uD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/337/2869001/covid-19-varian-eris-masuk-ke-tanah-air-dpr-ingatkan-pemerintah-siapkan-langkah-4dkCGQU1uD.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi83LzE2OTU0OS81L3g4bmVjbG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 varian baru EG.5.1 atau lebih dikenal varian Eris yang sudah diketahui menyebar di 6 Provinsi di Indonesia.
&quot;Meskipun kita sudah memasuki fase endemi, saya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya virus baru Covid-19. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang akan merugikan masyarakat akibat varian ini,&amp;rdquo; kata Puan, Selasa (22/8/2023).
Mantan Menko PMK itu meminta Pemerintah kembali menggencarkan testing kepada masyarakat. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Eris yang lebih masif.
&quot;Dengan kembali memperbanyak testing, Pemerintah dapat mengantisipasi proses penyebaran virus tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal, untuk memutus mata rantai penyebaran virus,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Perjalanan Karier Jenderal TNI Widjojo Soejono, dari Bintara hingga Emban Sejumlah Jabatan Strategis

Selain itu, Puan juga mendorong Kementerian Kesehatan agar melakukan surveilance dan monitoring penuh terhadap pasien-pasien yang terdeteksi terpapar virus varian Eris.
&quot;Harapannya penyebaran virus tersebut bisa ditekan sehingga kita tidak lagi masuk kedalam fase pandemi akibat virus Covid-19,&quot; tegas Puan.
Ketua DPP PDI-Perjuangan itu meminta Pemerintah memberi penjelasan lebih lanjut mengenai informasi soal virus Eris. Tak hanya soal tingkat penyebarannya, tapi juga seberapa bahaya ancaman dari varian ini.

BACA JUGA:
Pelatih Timnas Thailand U-23 Pastikan Timnas Indonesia U-23 Bukan Lagi Ancaman Terbesar di Piala AFF U-23 2023

&amp;ldquo;Penjelasan dan edukasi terkait varian baru Covid-19 akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran warga. Masyarakat juga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat bagi keluarga mereka masing-masing,&amp;rdquo; katanya.
Sementara itu, pemerintah diimbau Puan untuk meniru langkah tanggap yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap penyebaran virus tersebut. Dimana, pemerintah AS tengah menyiapkan vaksin dosis terbaru untuk mengantisipasi penyebaran virus Eris.
&quot;Jangan sampai kita lengah. Kita sudah punya pengalaman saat Pandemi Covid-19, serta kita juga sudah berhasil menciptakan vaksin dari dalam negeri. Jadi saya mendorong perlunya dilakukan penambahan vaksin Eris untuk masyarakat sebagai salah satu langkah antisipasi,&quot; tutur Puan.Upaya antisipasi yang lebih pun diperlukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami musim kemarau ekstrem yang memicu berbagai dampak buruk, termasuk memburuknya kualitas udara. Bahkan peningkatan polusi udara di Jabodetabek menyebabkan banyak masyarakat terserang penyakit.

Oleh karenanya, Puan mendorong fasilitas kesehatan harus bersiap untuk segala skenario yang terjadi akibat polusi udara dan penyebaran varian Eris.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara soal Rencana Besar Merger dengan Citilink-Pelita Air

&quot;Kondisi udara yang memburuk di Jabodetabek masih menjadi PR kita bersama dan membuat masyarakat rentan terkena penyakit khususnya di saluran pernapasan. Virus Eris pun menyerang di bagian tersebut, jadi harus ada langkah antisipatif,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dicap Artis Tanpa Prestasi, Wika Salim Menangis: Aku Sedih Banget

Menurut data Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, varian Eris ternyata sudah mendominasi Tanah Air sejak Juli hingga Agustus 2023, dengan persentase kasus positif sekitar lebih dari 20 persen.

Varian virus tersebut juga sudah menyebar di 6 provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan DKI Jakarta. Eris diketahui memicu peningkatan kasus di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi83LzE2OTU0OS81L3g4bmVjbG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 varian baru EG.5.1 atau lebih dikenal varian Eris yang sudah diketahui menyebar di 6 Provinsi di Indonesia.
&quot;Meskipun kita sudah memasuki fase endemi, saya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya virus baru Covid-19. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang akan merugikan masyarakat akibat varian ini,&amp;rdquo; kata Puan, Selasa (22/8/2023).
Mantan Menko PMK itu meminta Pemerintah kembali menggencarkan testing kepada masyarakat. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Eris yang lebih masif.
&quot;Dengan kembali memperbanyak testing, Pemerintah dapat mengantisipasi proses penyebaran virus tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal, untuk memutus mata rantai penyebaran virus,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Perjalanan Karier Jenderal TNI Widjojo Soejono, dari Bintara hingga Emban Sejumlah Jabatan Strategis

Selain itu, Puan juga mendorong Kementerian Kesehatan agar melakukan surveilance dan monitoring penuh terhadap pasien-pasien yang terdeteksi terpapar virus varian Eris.
&quot;Harapannya penyebaran virus tersebut bisa ditekan sehingga kita tidak lagi masuk kedalam fase pandemi akibat virus Covid-19,&quot; tegas Puan.
Ketua DPP PDI-Perjuangan itu meminta Pemerintah memberi penjelasan lebih lanjut mengenai informasi soal virus Eris. Tak hanya soal tingkat penyebarannya, tapi juga seberapa bahaya ancaman dari varian ini.

BACA JUGA:
Pelatih Timnas Thailand U-23 Pastikan Timnas Indonesia U-23 Bukan Lagi Ancaman Terbesar di Piala AFF U-23 2023

&amp;ldquo;Penjelasan dan edukasi terkait varian baru Covid-19 akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran warga. Masyarakat juga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat bagi keluarga mereka masing-masing,&amp;rdquo; katanya.
Sementara itu, pemerintah diimbau Puan untuk meniru langkah tanggap yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap penyebaran virus tersebut. Dimana, pemerintah AS tengah menyiapkan vaksin dosis terbaru untuk mengantisipasi penyebaran virus Eris.
&quot;Jangan sampai kita lengah. Kita sudah punya pengalaman saat Pandemi Covid-19, serta kita juga sudah berhasil menciptakan vaksin dari dalam negeri. Jadi saya mendorong perlunya dilakukan penambahan vaksin Eris untuk masyarakat sebagai salah satu langkah antisipasi,&quot; tutur Puan.Upaya antisipasi yang lebih pun diperlukan mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami musim kemarau ekstrem yang memicu berbagai dampak buruk, termasuk memburuknya kualitas udara. Bahkan peningkatan polusi udara di Jabodetabek menyebabkan banyak masyarakat terserang penyakit.

Oleh karenanya, Puan mendorong fasilitas kesehatan harus bersiap untuk segala skenario yang terjadi akibat polusi udara dan penyebaran varian Eris.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara soal Rencana Besar Merger dengan Citilink-Pelita Air

&quot;Kondisi udara yang memburuk di Jabodetabek masih menjadi PR kita bersama dan membuat masyarakat rentan terkena penyakit khususnya di saluran pernapasan. Virus Eris pun menyerang di bagian tersebut, jadi harus ada langkah antisipatif,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dicap Artis Tanpa Prestasi, Wika Salim Menangis: Aku Sedih Banget

Menurut data Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, varian Eris ternyata sudah mendominasi Tanah Air sejak Juli hingga Agustus 2023, dengan persentase kasus positif sekitar lebih dari 20 persen.

Varian virus tersebut juga sudah menyebar di 6 provinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan DKI Jakarta. Eris diketahui memicu peningkatan kasus di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

</content:encoded></item></channel></rss>
