<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungan Perdana ke Tanzania, Jokowi Ajak Presiden Samia Perkuat Solidaritas</title><description>Presiden Jokowi melaksanakan pertemuan dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania Samia Suluhu Hassan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas"/><item><title>Kunjungan Perdana ke Tanzania, Jokowi Ajak Presiden Samia Perkuat Solidaritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas-reviNQYq6N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi melakukan kunjungan perdana ke Tanzania. (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/337/2869111/kunjungan-perdana-ke-tanzania-jokowi-ajak-presiden-samia-perkuat-solidaritas-reviNQYq6N.jpg</image><title>Presiden Jokowi melakukan kunjungan perdana ke Tanzania. (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzMS81L3g4bmUyYnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Indonesia selanjutnya yang mengunjungi Republik Persatuan Tanzania dengan membawa semangat untuk memperkuat kolaborasi antarnegara selatan global.

Dalam kunjungan kenegaraannya, Presiden Jokowi melaksanakan pertemuan dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania Samia Suluhu Hassan, pada hari Selasa, 22 Agustus 2023 di Dar Es Salaam State House, Dar Es Salaam, Republik Persatuan tanzania.

&quot;Presiden Hassan terima kasih atas penerimaan yang hangat kepada saya dan delegasi, ini adalah kunjungan pertama saya ke Tanzania,&quot; kata Presiden Jokowi dalam keterangannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapolri: AMMTC di Labuan Bajo Sesuai Harapan Presiden Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala Negara menilai bahwa Afrika dan Indonesia memiliki hubungan kuat yang telah terbangun sejak lama. &quot;Kita bersyukur memiliki akar hubungan yang kuat. Sejak KAA di Bandung tahun 1955 serta Gerakan Non-Blok tahun 1961,&quot; kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak Presiden Samia untuk terus memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarnegara berkembang melalui semangat yang pernah dimiliki dalam momentum bersejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bergerak dari Kenya, Presiden Jokowi Tiba di Dar Es Salaam Tanzania

&quot;Spirit 'Bandung' harus terus dipertebal solidaritas dan kolaborasi antarnegara the global south harus terus diperkokoh,&quot; ajak Presiden.Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa negara-negara selatan global mencapai 85 persen populasi dunia. Oleh karenanya, Presiden menilai bahwa sudah seharusnya suara dan kepentingan negara-negara selatan global harus didengar oleh seluruh dunia.



&quot;Global South berisikan 85 persen populasi dunia, sehingga seharusnya dunia mendengarkan suara dan kepentingan negara the global south termasuk hak lakukan lompatan pembangunan,&quot; ucap Presiden.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzMS81L3g4bmUyYnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Indonesia selanjutnya yang mengunjungi Republik Persatuan Tanzania dengan membawa semangat untuk memperkuat kolaborasi antarnegara selatan global.

Dalam kunjungan kenegaraannya, Presiden Jokowi melaksanakan pertemuan dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania Samia Suluhu Hassan, pada hari Selasa, 22 Agustus 2023 di Dar Es Salaam State House, Dar Es Salaam, Republik Persatuan tanzania.

&quot;Presiden Hassan terima kasih atas penerimaan yang hangat kepada saya dan delegasi, ini adalah kunjungan pertama saya ke Tanzania,&quot; kata Presiden Jokowi dalam keterangannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapolri: AMMTC di Labuan Bajo Sesuai Harapan Presiden Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kepala Negara menilai bahwa Afrika dan Indonesia memiliki hubungan kuat yang telah terbangun sejak lama. &quot;Kita bersyukur memiliki akar hubungan yang kuat. Sejak KAA di Bandung tahun 1955 serta Gerakan Non-Blok tahun 1961,&quot; kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak Presiden Samia untuk terus memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarnegara berkembang melalui semangat yang pernah dimiliki dalam momentum bersejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bergerak dari Kenya, Presiden Jokowi Tiba di Dar Es Salaam Tanzania

&quot;Spirit 'Bandung' harus terus dipertebal solidaritas dan kolaborasi antarnegara the global south harus terus diperkokoh,&quot; ajak Presiden.Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa negara-negara selatan global mencapai 85 persen populasi dunia. Oleh karenanya, Presiden menilai bahwa sudah seharusnya suara dan kepentingan negara-negara selatan global harus didengar oleh seluruh dunia.



&quot;Global South berisikan 85 persen populasi dunia, sehingga seharusnya dunia mendengarkan suara dan kepentingan negara the global south termasuk hak lakukan lompatan pembangunan,&quot; ucap Presiden.

</content:encoded></item></channel></rss>
