<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Meluasnya Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Semeru</title><description>Lahan di perbukitan dengan kemiringan terjal, sulitnya sumber air, dan angin yang bertiup kencang&amp;nbsp;membuat tim di lapangan diakui kesulitan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru"/><item><title>Ini Penyebab Meluasnya Kebakaran Lahan di Kawasan Gunung Semeru</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru-SRkoVG1l1h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo (Foto: dok istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/519/2869125/ini-penyebab-meluasnya-kebakaran-lahan-di-kawasan-gunung-semeru-SRkoVG1l1h.jpg</image><title>Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo (Foto: dok istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi83LzE2OTU1MC81L3g4bmVmb3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Kebakaran di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya padam. Bahkan kebakaran meluas ke barat ke blok Pusung Tenda, yang berdekatan dengan blok Pusung Keling, di Kabupaten Malang.
&quot;Titik api bergerak ke arah barat tepatnya di blok Pusung Tenda, Pusung tenda berdekatan dengan Pusung Keling ke arah wilayah Kabupaten Malang,&quot; ucap Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, dikonfirmasi pada Selasa petang (22/8/2023).
Lahan terbakar yang berada di perbukitan dengan kemiringan terjal, sulitnya sumber air, dan angin yang bertiup kencang membuat tim di lapangan diakui kesulitan memadamkan api. Proses pemadaman api pun terpaksa dilakukan dengan cara manual dengan membuat sekat dan memukul - mukul titik api dengan ranting pohon.

BACA JUGA:
Jokowi Bertemu Presiden Tanzania Bahas Blok Migas hingga Kerja Sama Farmasi

&quot;Kesulitannya lokasi jauh beberapa sulit, suhu udara dingin terutama malam hari, peralatan pemadaman juga terbatas, sumber air juga cukup jauh,&quot; ucap dia.

BACA JUGA:
Perusahaan Jepang Bikin Robot Gundam Sungguhan Lengkap dengan Kokpit Pilot

Hal inilah yang membuat titik api akhirnya merambat ke arah barat dari wilayah lain di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menuju Kabupaten Malang. Petugas di lapangan pun disebut Septi Eka, bergerak menuju lokasi titik api baru di Pusung Tenda.&quot;Sore ini tim gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, MPA, MMP, dan masyarakat bergerak ke lokasi tersebut (di Pusung Tenda). Saat ini kami msh berkonsentrasi ke pengendalian dan pemadaman kebakaran,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Marc Klok Yakin Shin Tae-yong Bakal Persembahkan Trofi untuk Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Sebelumnya diberitakan, kebakaran lahan muncul pada 18 Agustus 2023 di kawasan Gunung Semeru yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api terpantau pertama kali di blok Oro-Oro Ombo di bawah puncak Gunung Semeru, yang masuk dalam RPTN Wilayah Ranupani SPTN Wilayah III Bidang Wilayah II Lumajang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Yuk, Kenali Mata Uang Arab Saudi: Pecahan Uang, Sejarah, dan Nilai Tukar

Upaya pemadaman pun dilakukan sejak Jumat dengan mengerahkan tim gabungan dari petugas Balai Besar TNBTS selaku pengelola kawasan, TNI Polri, BPBD, masyarakat setempat.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi83LzE2OTU1MC81L3g4bmVmb3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Kebakaran di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya padam. Bahkan kebakaran meluas ke barat ke blok Pusung Tenda, yang berdekatan dengan blok Pusung Keling, di Kabupaten Malang.
&quot;Titik api bergerak ke arah barat tepatnya di blok Pusung Tenda, Pusung tenda berdekatan dengan Pusung Keling ke arah wilayah Kabupaten Malang,&quot; ucap Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, dikonfirmasi pada Selasa petang (22/8/2023).
Lahan terbakar yang berada di perbukitan dengan kemiringan terjal, sulitnya sumber air, dan angin yang bertiup kencang membuat tim di lapangan diakui kesulitan memadamkan api. Proses pemadaman api pun terpaksa dilakukan dengan cara manual dengan membuat sekat dan memukul - mukul titik api dengan ranting pohon.

BACA JUGA:
Jokowi Bertemu Presiden Tanzania Bahas Blok Migas hingga Kerja Sama Farmasi

&quot;Kesulitannya lokasi jauh beberapa sulit, suhu udara dingin terutama malam hari, peralatan pemadaman juga terbatas, sumber air juga cukup jauh,&quot; ucap dia.

BACA JUGA:
Perusahaan Jepang Bikin Robot Gundam Sungguhan Lengkap dengan Kokpit Pilot

Hal inilah yang membuat titik api akhirnya merambat ke arah barat dari wilayah lain di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menuju Kabupaten Malang. Petugas di lapangan pun disebut Septi Eka, bergerak menuju lokasi titik api baru di Pusung Tenda.&quot;Sore ini tim gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, MPA, MMP, dan masyarakat bergerak ke lokasi tersebut (di Pusung Tenda). Saat ini kami msh berkonsentrasi ke pengendalian dan pemadaman kebakaran,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Marc Klok Yakin Shin Tae-yong Bakal Persembahkan Trofi untuk Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Sebelumnya diberitakan, kebakaran lahan muncul pada 18 Agustus 2023 di kawasan Gunung Semeru yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api terpantau pertama kali di blok Oro-Oro Ombo di bawah puncak Gunung Semeru, yang masuk dalam RPTN Wilayah Ranupani SPTN Wilayah III Bidang Wilayah II Lumajang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Yuk, Kenali Mata Uang Arab Saudi: Pecahan Uang, Sejarah, dan Nilai Tukar

Upaya pemadaman pun dilakukan sejak Jumat dengan mengerahkan tim gabungan dari petugas Balai Besar TNBTS selaku pengelola kawasan, TNI Polri, BPBD, masyarakat setempat.

</content:encoded></item></channel></rss>
