<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Lampung</title><description>Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung"/><item><title>   BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Lampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung-W3im54YQmJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/337/2869343/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-lampung-W3im54YQmJ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2Ni81L3g4bmY0cjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 23 - 24 Agustus 2023.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 5 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Selat Sunda bagian selatan dan perairan Merauke.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan selatan Kep. Mentawai, perairan timur Kep. Simeulue, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan Kep. Belitung, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Baubau, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, Laut Banda, Laut Seram, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Jayapura - Sarmi.

BACA JUGA:
Kisah Pebulu Tangkis Maria Febe Kusumastuti Jadi Mualaf karena Suka Suara Azan sejak Kecil

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4 meter berpeluang terjadi di perairan Barat Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, perairan P. Enggano, Samudra Hindia Barat Kep. Simeulue - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, perairan Selatan Bali - Sumbawa, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat - NTB, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba, perairan selatan P. Sumba, Samudra Hindia Selatan NTT.

BACA JUGA:
Penyerang Timnas Thailand U-23 Yotsakorn Burapha Jadi Bahan Ledekan Pemain Timnas Indonesia U-23 Lagi di Semifinal Piala AFF U-23 2023?

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sudah Sehat dan Mendapat Surat Layak Terbang, 20 Jamaah Haji Siap Pulang ke Indonesia

&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; demikian peringatan dini BMKG.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2Ni81L3g4bmY0cjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 23 - 24 Agustus 2023.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 5 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Selat Sunda bagian selatan dan perairan Merauke.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan selatan Kep. Mentawai, perairan timur Kep. Simeulue, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan Kep. Belitung, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Baubau, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, Laut Banda, Laut Seram, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Jayapura - Sarmi.

BACA JUGA:
Kisah Pebulu Tangkis Maria Febe Kusumastuti Jadi Mualaf karena Suka Suara Azan sejak Kecil

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4 meter berpeluang terjadi di perairan Barat Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, perairan P. Enggano, Samudra Hindia Barat Kep. Simeulue - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, perairan Selatan Bali - Sumbawa, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat - NTB, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba, perairan selatan P. Sumba, Samudra Hindia Selatan NTT.

BACA JUGA:
Penyerang Timnas Thailand U-23 Yotsakorn Burapha Jadi Bahan Ledekan Pemain Timnas Indonesia U-23 Lagi di Semifinal Piala AFF U-23 2023?

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sudah Sehat dan Mendapat Surat Layak Terbang, 20 Jamaah Haji Siap Pulang ke Indonesia

&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; demikian peringatan dini BMKG.

</content:encoded></item></channel></rss>
