<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Global South, Jokowi Ingin Negara Berkembang Tekan Kesenjangan Ekonomi</title><description>Jokowi menekankan pentingnya memperkokoh kerja sama antar negara-negara di Global South.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi"/><item><title>Perkuat Global South, Jokowi Ingin Negara Berkembang Tekan Kesenjangan Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi-1R28qWY84u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/337/2869374/perkuat-global-south-jokowi-ingin-negara-berkembang-tekan-kesenjangan-ekonomi-1R28qWY84u.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2Ni81L3g4bmY0cjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memperkokoh kerja sama antar negara-negara di Global South. Hal tersebut diungkapkannya usai bertemu dengan Presiden Kenya dan Tanzania dalam rangkaian lawatannya ke Afrika.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan latar belakang Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerjasama negara-negara Global South, dikarenakan selalu membawa spirit Bandung yang harus terus diperkuat.
&quot;Akar sejarah hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika sangat kokoh sejak KAA tahun 1955 dan Gerakan Non-Blok tahun 1961. Spirit Bandung harus terus diperkuat melalui solidaritas dan kolaborasi antar negara-negara Global South,&quot; kata Bey dalam keterangannya, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Isap Vape Sejak Remaja, Paru-Paru Atlet Terpaksa Dipotong!

Bey mengatakan bahwa Global South mewakili 85 persen populasi dunia. Sehingga sudah seharusnya para aktor internasional mendengarkan suara dan kepentingan negara-negara tersebut.
&quot;Termasuk kesempatan untuk melakukan lompatan pembangunan. Untuk itulah Bapak Presiden mengajak negara-negara berkembang dapat bekerja sama agar terjadi lompatan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara-negara tersebut,&quot; kata Bey.

BACA JUGA:
Jelang Mentas di FIBA World Cup 2023 di Indonesia, Timnas Basket Prancis Berharap Tak Ada Kejutan di Grup H

Selain itu, Bey menjelaskan alasan Presiden Jokowi hanya mengunjungi Kenya, Tanzania, dan Mozambik, dikarenakan keterbatasan waktu.
&quot;Pemilihan beberapa negara tersebut karena keterbatasan waktu Bapak Presiden dan kesesuaian waktu kepala negara/kepala pemerintahan yang dikunjungi. Setelah menjajaki dan menyesuaikan waktu Bapak Presiden, hanya negara-negara inilah yang dapat dikunjungi,&quot; kata Bey.Meski begitu, Bey menekankan bahwa semua negara di dunia termasuk Afrika memiliki kedudukan yang sama dan memiliki arti bagi Indonesia.

&quot;Perlu ditekankan bahwa semua negara di dunia, termasuk negara-negara di Afrika, memiliki kedudukan yang sama dan memiliki arti penting bagi Indonesia,&quot; kata Bey.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditawari Rp2 Miliar untuk Murtad, Wanita Mualaf Ini Tegas Menolak dan Pilih Islam

Diketahui, Presiden Joko Widodo memulai rangkaian kunjungan ke sejumlah negara di kawasan Afrika, yakni ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan, pada Minggu, 20 Agustus 2023. Presiden menyebut kunjungan perdananya ke kawasan Afrika bertujuan untuk memperkokoh solidaritas di antara negara-negara selatan global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IHSG Langsung Menguat ke 6.925 saat Bel Perdagangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kunjungan Kepala Negara di kawasan Afrika nantinya akan diakhiri dengan mengunjungi Afrika Selatan untuk memenuhi undangan dalam menghadiri KTT BRICS 2023. Presiden pun diagendakan akan kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2023.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2Ni81L3g4bmY0cjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya memperkokoh kerja sama antar negara-negara di Global South. Hal tersebut diungkapkannya usai bertemu dengan Presiden Kenya dan Tanzania dalam rangkaian lawatannya ke Afrika.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan latar belakang Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerjasama negara-negara Global South, dikarenakan selalu membawa spirit Bandung yang harus terus diperkuat.
&quot;Akar sejarah hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika sangat kokoh sejak KAA tahun 1955 dan Gerakan Non-Blok tahun 1961. Spirit Bandung harus terus diperkuat melalui solidaritas dan kolaborasi antar negara-negara Global South,&quot; kata Bey dalam keterangannya, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Isap Vape Sejak Remaja, Paru-Paru Atlet Terpaksa Dipotong!

Bey mengatakan bahwa Global South mewakili 85 persen populasi dunia. Sehingga sudah seharusnya para aktor internasional mendengarkan suara dan kepentingan negara-negara tersebut.
&quot;Termasuk kesempatan untuk melakukan lompatan pembangunan. Untuk itulah Bapak Presiden mengajak negara-negara berkembang dapat bekerja sama agar terjadi lompatan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara-negara tersebut,&quot; kata Bey.

BACA JUGA:
Jelang Mentas di FIBA World Cup 2023 di Indonesia, Timnas Basket Prancis Berharap Tak Ada Kejutan di Grup H

Selain itu, Bey menjelaskan alasan Presiden Jokowi hanya mengunjungi Kenya, Tanzania, dan Mozambik, dikarenakan keterbatasan waktu.
&quot;Pemilihan beberapa negara tersebut karena keterbatasan waktu Bapak Presiden dan kesesuaian waktu kepala negara/kepala pemerintahan yang dikunjungi. Setelah menjajaki dan menyesuaikan waktu Bapak Presiden, hanya negara-negara inilah yang dapat dikunjungi,&quot; kata Bey.Meski begitu, Bey menekankan bahwa semua negara di dunia termasuk Afrika memiliki kedudukan yang sama dan memiliki arti bagi Indonesia.

&quot;Perlu ditekankan bahwa semua negara di dunia, termasuk negara-negara di Afrika, memiliki kedudukan yang sama dan memiliki arti penting bagi Indonesia,&quot; kata Bey.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditawari Rp2 Miliar untuk Murtad, Wanita Mualaf Ini Tegas Menolak dan Pilih Islam

Diketahui, Presiden Joko Widodo memulai rangkaian kunjungan ke sejumlah negara di kawasan Afrika, yakni ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan, pada Minggu, 20 Agustus 2023. Presiden menyebut kunjungan perdananya ke kawasan Afrika bertujuan untuk memperkokoh solidaritas di antara negara-negara selatan global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

IHSG Langsung Menguat ke 6.925 saat Bel Perdagangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kunjungan Kepala Negara di kawasan Afrika nantinya akan diakhiri dengan mengunjungi Afrika Selatan untuk memenuhi undangan dalam menghadiri KTT BRICS 2023. Presiden pun diagendakan akan kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2023.

</content:encoded></item></channel></rss>
