<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Peredaran Obat Keras Ilegal, Polda Metro Tetapkan 26 Tersangka</title><description>4 Fakta Peredaran Obat Keras Ilegal, Polda Metro Tetapkan 26 Tersangka
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/23/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka"/><item><title>4 Fakta Peredaran Obat Keras Ilegal, Polda Metro Tetapkan 26 Tersangka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/23/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka-esVY6S6n8G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ditkrimsus Polda Metro Jaya rilis pengungkapan kasus peredaran obat keras. (MPI/Irfan Maruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/338/2869131/4-fakta-peredaran-obat-keras-ilegal-polda-metro-tetapkan-26-tersangka-esVY6S6n8G.jpg</image><title>Ditkrimsus Polda Metro Jaya rilis pengungkapan kasus peredaran obat keras. (MPI/Irfan Maruf)</title></images><description>

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran obat keras terlarang. Dalam kasus ini, polisi total menetapkan 26 tersangka.



Berikut fakta-fakta peredaran obat keras ilegal yang dibongkar Polda Metro Jaya, sebagaimana dirangkum pada Rabu (23/8/2023) :


1. Tetapkan 26 Tersangka




Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, menyebut sejak awal tahun hingga Agustus 2023, pihaknya total menetapkan 26 tersangka. Ke-26 tersangka itu berdasarkan 22 laporan yang masuk ke polisi.


&quot;Total mulai bulan Januari sampai Agustus 2023 terdapat 22 laporan polisi dan 26 tersangka,&quot; kata Ade saat konferensi pers, Selasa (22/8/2023).







BACA JUGA:
2 Pemuda Edarkan Obat Keras Ilegal di Bogor, Samarkan Lewat Warung Kelontong&amp;nbsp;&amp;nbsp;










2. Sita Ratusan Ribu Butir Obat Ilegal


Dari keseluruhan kasus ini, total polisi menyita barang bukti 231.662 butir obat ilegal atau tanpa izin edar. Selain itu, polisi menyita uang tunai Rp26,8 juta, 14 handphone, 4 bundel dan 3 lembar strip resep dokter, 3 bundel segel Bayer dan Pfizer, 5 ribu butir kapsul obat kosong, 1 mobil, serta 2 unit alat press obat.





BACA JUGA:
Polisi Tangkap 4 Pria Edarkan 50 Ribu Butir Obat Keras di Sukabumi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;









&quot;Apabila ditotal dari empat kasus dari Januari-Agustus total nilai barang sebesar Rp45.668.000.000,&quot; tutur Ade.





3. Asisten Dokter hingga Apoteker





Sejumlah asisten apoteker dan karyawan ditangkap karena mengedarkan obat itu tanpa resep dokter. Dari 26 tersangka itu, 4 di antaranya adalah APAH (42), S (27), RNI (20), dan ERS (49).






BACA JUGA:
Perawat hingga Asisten Apoteker Nekat Edarkan Obat Keras










4. Peran Tersangka





Ade menjelaskan peran para tersangka dari asisten dokter hingga apoteker yang terlibat kasus obat-obatan terlarang jenis G di Jakarta dan sekitarnya tersebut.



&quot;APAH berperan membeli dari apotek, kemudian dijual kembali, S membeli dari apotek kemudian dijual kembali,&quot; ujar Ade.





Kemudian tersangka RNI merupakan admin dokter sekaligus asisten apoteker, nontenaga medis. Terakhir ERS merupakan oknum perawat sudah memiliki STR, tapi tidak memiliki SIPP/tidak memiliki izin praktik sesuai kompetensi.







</description><content:encoded>

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran obat keras terlarang. Dalam kasus ini, polisi total menetapkan 26 tersangka.



Berikut fakta-fakta peredaran obat keras ilegal yang dibongkar Polda Metro Jaya, sebagaimana dirangkum pada Rabu (23/8/2023) :


1. Tetapkan 26 Tersangka




Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, menyebut sejak awal tahun hingga Agustus 2023, pihaknya total menetapkan 26 tersangka. Ke-26 tersangka itu berdasarkan 22 laporan yang masuk ke polisi.


&quot;Total mulai bulan Januari sampai Agustus 2023 terdapat 22 laporan polisi dan 26 tersangka,&quot; kata Ade saat konferensi pers, Selasa (22/8/2023).







BACA JUGA:
2 Pemuda Edarkan Obat Keras Ilegal di Bogor, Samarkan Lewat Warung Kelontong&amp;nbsp;&amp;nbsp;










2. Sita Ratusan Ribu Butir Obat Ilegal


Dari keseluruhan kasus ini, total polisi menyita barang bukti 231.662 butir obat ilegal atau tanpa izin edar. Selain itu, polisi menyita uang tunai Rp26,8 juta, 14 handphone, 4 bundel dan 3 lembar strip resep dokter, 3 bundel segel Bayer dan Pfizer, 5 ribu butir kapsul obat kosong, 1 mobil, serta 2 unit alat press obat.





BACA JUGA:
Polisi Tangkap 4 Pria Edarkan 50 Ribu Butir Obat Keras di Sukabumi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;









&quot;Apabila ditotal dari empat kasus dari Januari-Agustus total nilai barang sebesar Rp45.668.000.000,&quot; tutur Ade.





3. Asisten Dokter hingga Apoteker





Sejumlah asisten apoteker dan karyawan ditangkap karena mengedarkan obat itu tanpa resep dokter. Dari 26 tersangka itu, 4 di antaranya adalah APAH (42), S (27), RNI (20), dan ERS (49).






BACA JUGA:
Perawat hingga Asisten Apoteker Nekat Edarkan Obat Keras










4. Peran Tersangka





Ade menjelaskan peran para tersangka dari asisten dokter hingga apoteker yang terlibat kasus obat-obatan terlarang jenis G di Jakarta dan sekitarnya tersebut.



&quot;APAH berperan membeli dari apotek, kemudian dijual kembali, S membeli dari apotek kemudian dijual kembali,&quot; ujar Ade.





Kemudian tersangka RNI merupakan admin dokter sekaligus asisten apoteker, nontenaga medis. Terakhir ERS merupakan oknum perawat sudah memiliki STR, tapi tidak memiliki SIPP/tidak memiliki izin praktik sesuai kompetensi.







</content:encoded></item></channel></rss>
