<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, 1 Ton Garam Disemai di Kota Jambi</title><description>Menurutnya, terjadinya hujan di Kota Jambi karena disebabkan beberapa faktor&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi"/><item><title>Atasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, 1 Ton Garam Disemai di Kota Jambi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 09:53 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi-PG3xZIVR4O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satu ton garam disemai di Kota Jambi atasi dampak kemarau/Foto: BRIN </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/340/2869384/atasi-dampak-el-nino-dan-puncak-kemarau-1-ton-garam-disemai-di-kota-jambi-PG3xZIVR4O.jpg</image><title>Satu ton garam disemai di Kota Jambi atasi dampak kemarau/Foto: BRIN </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC8xLzE2OTQ3OC81L3g4bmN1dXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Perakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Thaha, Jambi, Jaya Martuah Sinaga mengatakan bahwa, hujan yang mengguyur Kota Jambi baik siang atau malam hari beberapa hari ini merupakan hujan buatan.

&quot;Bisa dikatakan, beberapa hari ini merupakan hujan buatan,&quot; ujarnya, Rabu (23/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polusi di Jakarta Dikurangi Lewat Modifikasi Cuaca Tanpa Hujan, Begini Penjelasannya

Menurutnya, terjadinya hujan di Kota Jambi karena disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama, disebabkan karena adanya belokan pergerakan arah angin dan pertemuan angin serta adanya tekanan udara yang rendah.

&quot;Kondisi ini menyebabkan terjadinya proses pertumbuhan awan atau terbentuknya kumpulan awan yang berpotensi hujan,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kenapa Garam Dijadikan Bahan Utama Modifikasi Cuaca?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menambahkan, kemudian juga adanya aktifitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Di mana dilakukan penyemaian garam di awan yang berpotensi hujan.

&quot;Dalam satu hari ada dua kali aktifitas penyemaian garam sepanjang 15 -21 Agustus 2023 ini. Satu kali semai sebanyak 1 ton garam,&quot; ungkap Jaya.

Untuk penyemaian, imbuhnya, dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB dan siang hari pada pukul 13.00 WIB atau 14.00 WIB.
Dijelaskannya, terbentuknya awan yang terjadi dalam proses ini jika tidak didukung TMC akan hilang karena panasnya matahari.



&quot;Jadi sayang sekali jika potensi hujan ini harus hilang jika tidak dilakukan penyemaian,&quot; tandas Jaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perkuat Global South, Jokowi Ingin Negara Berkembang Tekan Kesenjangan Ekonomi



Diakuinya, Kota Jambi berada dalam puncak musim kemarau yang diperparah dengan hadirnya El Nino.



&quot;Karena itu, berdampak kondisi udara lebih panas dan tingkat kekeringan lebih tinggi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC8xLzE2OTQ3OC81L3g4bmN1dXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Perakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Thaha, Jambi, Jaya Martuah Sinaga mengatakan bahwa, hujan yang mengguyur Kota Jambi baik siang atau malam hari beberapa hari ini merupakan hujan buatan.

&quot;Bisa dikatakan, beberapa hari ini merupakan hujan buatan,&quot; ujarnya, Rabu (23/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polusi di Jakarta Dikurangi Lewat Modifikasi Cuaca Tanpa Hujan, Begini Penjelasannya

Menurutnya, terjadinya hujan di Kota Jambi karena disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama, disebabkan karena adanya belokan pergerakan arah angin dan pertemuan angin serta adanya tekanan udara yang rendah.

&quot;Kondisi ini menyebabkan terjadinya proses pertumbuhan awan atau terbentuknya kumpulan awan yang berpotensi hujan,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kenapa Garam Dijadikan Bahan Utama Modifikasi Cuaca?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menambahkan, kemudian juga adanya aktifitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Di mana dilakukan penyemaian garam di awan yang berpotensi hujan.

&quot;Dalam satu hari ada dua kali aktifitas penyemaian garam sepanjang 15 -21 Agustus 2023 ini. Satu kali semai sebanyak 1 ton garam,&quot; ungkap Jaya.

Untuk penyemaian, imbuhnya, dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB dan siang hari pada pukul 13.00 WIB atau 14.00 WIB.
Dijelaskannya, terbentuknya awan yang terjadi dalam proses ini jika tidak didukung TMC akan hilang karena panasnya matahari.



&quot;Jadi sayang sekali jika potensi hujan ini harus hilang jika tidak dilakukan penyemaian,&quot; tandas Jaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perkuat Global South, Jokowi Ingin Negara Berkembang Tekan Kesenjangan Ekonomi



Diakuinya, Kota Jambi berada dalam puncak musim kemarau yang diperparah dengan hadirnya El Nino.



&quot;Karena itu, berdampak kondisi udara lebih panas dan tingkat kekeringan lebih tinggi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
