<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partai Pendukung Rentan Bermanuver, Koalisi Prabowo Terancam Bubar</title><description>Golkar dan PKB bakal bermanuver jika visi, misi, dan tujuan bersama koalisi Prabowo tak dapat dicapai, termasuk jika gagal jadi cawapres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar"/><item><title>Partai Pendukung Rentan Bermanuver, Koalisi Prabowo Terancam Bubar</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Lisvi Padlilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar-AMy517uhpa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Partai pendukung rentan bermanuver, koalisi Prabowo </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/1/2870530/partai-pendukung-rentan-bermanuver-koalisi-prabowo-terancam-bubar-AMy517uhpa.jpg</image><title>Partai pendukung rentan bermanuver, koalisi Prabowo </title></images><description>&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/EeveYSwaW7o?si=SN907blKez8-_BXd&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp;Gibran Rakabuming Raka banyak mendapat dukungan untuk mendampingi calon presiden Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Namun, PKB dan Golkar yang saat ini berkoalisi dengan Gerindra enggan merestui.
Apalagi, saat ini kedua partai pengusung Prabowo itu masih ngotot dengan cawapres masing-masing yang mereka miliki yakni Airlangga Hartarto dari Golkar dan PKB dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

BACA JUGA:
Ogah Terima Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Jazilul Fawaid: PKB Tegak Lurus pada Konstitusi

PKB sendiri tegas mengatakan bisa saja berpaling jika memang koalisi tidak lagi sejalan dengan partai.
&amp;ldquo;Yang namanya politik itu dinamikanya kadang menit per minit, kadang bisa hari per hari, kadang bisa bulan per bulan. sedangkan menuju pilpres masih enam bulan lagi, masih panjang,&amp;rdquo; tutur Waketum PKB Jazilul Fawaid dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews.
Belum lagi tantangannya keberhasilan koalsi pun cukup banyak. Mulai dari masyarakat yang melihat pesta rakya biasa-biasa saja.
Bahkan, jika Gibran yang merupakan putra sulung presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat memiliki pengaruh karena nama sang ayah, bagi PKB dan Golkar itu bukan jaminan. Apalagi, saat ini Jokowi masih aktif sebagai presiden.

BACA JUGA:
Koalisi Masih Cair, Cak Imin Ketar-ketir Tersingkir dari Kandidat Cawapres Prabowo

&amp;ldquo;Belum ada studi atau apa yang mengatakan kesukaan itu akan dikonversi menjadi elektabilitas. Sukanya kepada Pak Jokowi, tapi elektabilitasnya tidak ke Pak Jokowi.
Koalisi jika menganggap itu bisa memenangkan pemilu ya monggo, tapi Jokowi masih aktif sebagai presiden sehingga tidak bisa kampanye sebebas-bebasnya. Dampaknya juga akan berbeda,&amp;rdquo; ucap Waketum Golkar Melchias Markus Mekeng.</description><content:encoded>&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/EeveYSwaW7o?si=SN907blKez8-_BXd&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
JAKARTA -&amp;nbsp;Gibran Rakabuming Raka banyak mendapat dukungan untuk mendampingi calon presiden Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Namun, PKB dan Golkar yang saat ini berkoalisi dengan Gerindra enggan merestui.
Apalagi, saat ini kedua partai pengusung Prabowo itu masih ngotot dengan cawapres masing-masing yang mereka miliki yakni Airlangga Hartarto dari Golkar dan PKB dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

BACA JUGA:
Ogah Terima Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Jazilul Fawaid: PKB Tegak Lurus pada Konstitusi

PKB sendiri tegas mengatakan bisa saja berpaling jika memang koalisi tidak lagi sejalan dengan partai.
&amp;ldquo;Yang namanya politik itu dinamikanya kadang menit per minit, kadang bisa hari per hari, kadang bisa bulan per bulan. sedangkan menuju pilpres masih enam bulan lagi, masih panjang,&amp;rdquo; tutur Waketum PKB Jazilul Fawaid dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews.
Belum lagi tantangannya keberhasilan koalsi pun cukup banyak. Mulai dari masyarakat yang melihat pesta rakya biasa-biasa saja.
Bahkan, jika Gibran yang merupakan putra sulung presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat memiliki pengaruh karena nama sang ayah, bagi PKB dan Golkar itu bukan jaminan. Apalagi, saat ini Jokowi masih aktif sebagai presiden.

BACA JUGA:
Koalisi Masih Cair, Cak Imin Ketar-ketir Tersingkir dari Kandidat Cawapres Prabowo

&amp;ldquo;Belum ada studi atau apa yang mengatakan kesukaan itu akan dikonversi menjadi elektabilitas. Sukanya kepada Pak Jokowi, tapi elektabilitasnya tidak ke Pak Jokowi.
Koalisi jika menganggap itu bisa memenangkan pemilu ya monggo, tapi Jokowi masih aktif sebagai presiden sehingga tidak bisa kampanye sebebas-bebasnya. Dampaknya juga akan berbeda,&amp;rdquo; ucap Waketum Golkar Melchias Markus Mekeng.</content:encoded></item></channel></rss>
