<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koalisi Masih Cair, Cak Imin Ketar-ketir Tersingkir dari Kandidat Cawapres Prabowo</title><description>Cak Imin merasa deg-degan usai bergabungnya Golkar dan PAN dalam koalisi untuk mendukung Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai bacapres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo"/><item><title>Koalisi Masih Cair, Cak Imin Ketar-ketir Tersingkir dari Kandidat Cawapres Prabowo</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Lisvi Padlilah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo-jx1jG3wagQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Koalisi masih cair, Cak Imin ketar-ketir tersingkir dari kandidat bacawapres Prabowo Subianto. (Foto: YouTube/iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/266/2870258/koalisi-masih-cair-cak-imin-ketar-ketir-tersingkir-dari-kandidat-cawapres-prabowo-jx1jG3wagQ.jpg</image><title>Koalisi masih cair, Cak Imin ketar-ketir tersingkir dari kandidat bacawapres Prabowo Subianto. (Foto: YouTube/iNews)</title></images><description>
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar mendklarasikan dukungan untuk bakal calon presiden (bacapres) dari partai Gerindra, Prabowo Subianto. Bergabungnya dua partai besar itu pun mengusik PKB yang telah lebih dahulu memberikan dukungan untuk sang baccapres.
Meski menerima dengan terbuka, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merasa deg-degan dengan posisinya yang terancam sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

BACA JUGA:
Golkar dan PKB Tak Dapat Kursi Cawapres, Koalisi Prabowo Terancam Bubar

Hal itu disampaikan Waketum PKB, Jazilul Fawaid saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews.
Bagaimana tidak, ketakutan PKB cukup beralasan. Pasalnya, mereka yang telah 12 bulan telah mendukung Prabowo lebih dulu, kini kedatangan kemungkinan kandidat nama lain dari masing-masing partai koalisi baru. Adalah Airlangga Hartarto dari Golkar sementara PAN menyebut dua sosok kuat sebagai bacapres yakni Erick Thohir dan Muhadjir Effendy.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Ganjar Ungguli Prabowo Head to Head Apabila Pengenalan Berimbang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wajar jika Cak Imin resah jika posisi yang dia harapkan selama ini untuk mendampingi Prabowo Subianto terancam. Rupanya, meski telah lama bersama koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), akan tetapi belum ada kesepakatan tentang cawapres.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jadi capres dan cawapres itu dibahas Pak Prabowo dan Gus Muhaimin, diputuskan bersama, belum ada nama Prabowo-Cak Imin (sebagai pasangan capres-cawapres). Kalau sudah ada nama itu tentu PKB akan lebih senang,&amp;rdquo; kata Waketum PKB Jazilul Fawaid.
PKB sendiri sampai hari ini masih bersikukuh untuk mendorong ketumnya untuk mendampingi Prabowo. Meskipun hal itu bukan semata ambisi Cak Imin melainkan amanat dari partai dan para pendukung.

BACA JUGA:
Ganjar Gemar Berolahraga, Relawan Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

&amp;ldquo;Itu yang menjadi harapan para ulama, muktamar, dan mandat. Tapi 12 bulan berlalu belum ada keputusan capres-cawapres. Golkan dan PAN masuk, makin banyak yang harus diputuskan,&amp;rdquo; ujarnya lagi.
Secara tegas, Jazilul juga menyatakan jika partai tidak akan segan untuk melepas koalisi jika arah dan tujuannya nanti tidak sesuai dengan harapan PKB.</description><content:encoded>
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dan Golkar mendklarasikan dukungan untuk bakal calon presiden (bacapres) dari partai Gerindra, Prabowo Subianto. Bergabungnya dua partai besar itu pun mengusik PKB yang telah lebih dahulu memberikan dukungan untuk sang baccapres.
Meski menerima dengan terbuka, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merasa deg-degan dengan posisinya yang terancam sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

BACA JUGA:
Golkar dan PKB Tak Dapat Kursi Cawapres, Koalisi Prabowo Terancam Bubar

Hal itu disampaikan Waketum PKB, Jazilul Fawaid saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews.
Bagaimana tidak, ketakutan PKB cukup beralasan. Pasalnya, mereka yang telah 12 bulan telah mendukung Prabowo lebih dulu, kini kedatangan kemungkinan kandidat nama lain dari masing-masing partai koalisi baru. Adalah Airlangga Hartarto dari Golkar sementara PAN menyebut dua sosok kuat sebagai bacapres yakni Erick Thohir dan Muhadjir Effendy.

BACA JUGA:
Survei SMRC: Ganjar Ungguli Prabowo Head to Head Apabila Pengenalan Berimbang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wajar jika Cak Imin resah jika posisi yang dia harapkan selama ini untuk mendampingi Prabowo Subianto terancam. Rupanya, meski telah lama bersama koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), akan tetapi belum ada kesepakatan tentang cawapres.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jadi capres dan cawapres itu dibahas Pak Prabowo dan Gus Muhaimin, diputuskan bersama, belum ada nama Prabowo-Cak Imin (sebagai pasangan capres-cawapres). Kalau sudah ada nama itu tentu PKB akan lebih senang,&amp;rdquo; kata Waketum PKB Jazilul Fawaid.
PKB sendiri sampai hari ini masih bersikukuh untuk mendorong ketumnya untuk mendampingi Prabowo. Meskipun hal itu bukan semata ambisi Cak Imin melainkan amanat dari partai dan para pendukung.

BACA JUGA:
Ganjar Gemar Berolahraga, Relawan Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat

&amp;ldquo;Itu yang menjadi harapan para ulama, muktamar, dan mandat. Tapi 12 bulan berlalu belum ada keputusan capres-cawapres. Golkan dan PAN masuk, makin banyak yang harus diputuskan,&amp;rdquo; ujarnya lagi.
Secara tegas, Jazilul juga menyatakan jika partai tidak akan segan untuk melepas koalisi jika arah dan tujuannya nanti tidak sesuai dengan harapan PKB.</content:encoded></item></channel></rss>
