<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Jayabaya dianggap sebagai Titisan Dewa Wisnu?</title><description>Mengapa Prabu Jayabaya dianggap oleh masyarakat sebagai titisan dari Dewa Wisnu?</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu"/><item><title>Mengapa Jayabaya dianggap sebagai Titisan Dewa Wisnu?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 00:19 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu-VQcPlCEzOt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Prabu Jayabaya yang dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2869973/mengapa-jayabaya-dianggap-sebagai-titisan-dewa-wisnu-VQcPlCEzOt.jpeg</image><title>Ilustrasi Prabu Jayabaya yang dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Mungkin banyak yang belum mengetahui alasan mengapa Jayabaya dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu?
Prabu Jayabaya memiliki nama lengkap Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Dia merupakan Raja Kediri yang memerintah pada 1135-1157.

BACA JUGA:
Inilah Ramalan Prabu Jayabaya yang Dikaitkan dengan Pemilu

Di masa pemerintahannya, Kediri mengalami masa keemasan yang kabarnya terdengar jauh hingga ke negeri seberang. Hal tersebut wajar karena Prabu Jayabaya berhasil mengalahkan kerajaan Jenggala dan meleburkannya dengan Kediri.
Bukti-bukti penanda kekuatan dan kekuasaan Prabu Jayabaya bisa dilihat dari peninggalan sejarahnya, seperti Kakawin Bharatayuddha, Prasasti Jepun, dan lain-lain.
Karena kesuksesannya, Prabu Jayabaya kerap dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (23/8/2023), pengkultusan tersebut dapat terlihat dari prasasti Hantang atau Ngantang yang ditemukan di daerah Ngantang, Malang.
Dalam prasasti tersebut tertulis, &amp;ldquo;Sri Maharaja Sang Apanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa&amp;rdquo;
Yang apabila diartikan menjadi &amp;ldquo;Yang termulya raja agung Jayabhaya yang termulya tuan dari keadilan titisan Dewa Wisnu yang tidak tercela, yang kuat, yang berani, seperti Singa, yang memenangkan dunia dengan nama Uttunggadewa.&amp;rdquo;
Jika dilihat dari tulisan tersebut, terdapat dua pengertian yakni:
Sang Apanji Jayabaya merupakan nama pribadi sang raja. Sementara Sri Warmeswara adalah nama sucinya yang mengungkapkan sifat serta kedudukan Jayabaya.
Raja Jayabaya merupakan titisan Dewa Wisnu, yakni dewa yang memiliki tugas untuk memelihara hukum abadi dan diturunkan sewaktu dunia dalam keadaan kacau.
Bila merujuk pada kisah pewayangan, sosok Bathara Wisnu atau Dewa Wisnu mendapatkan tugas di dunia untuk memberantas segala bentuk wujud angkara murka baik lahir maupun batin, membangun hidup manusia, membangun bangsa dan negara, hingga mengayomi rakyatnya.
Berdasarkan kesamaan sifat dan karakteristik tersebut, maka tidak salah jika Prabu Jayabaya dianggap sebagai titisan dari Dewa Wisnu. Pasalnya, ia telah membuktikan kemampuan yang luar biasa dalam bidang kepemimpinan dan sebagai negarawan.
Selain muncul pada Prasasti Hantang, penyebutan Prabu Jayabaya sebagai titisan Dewa Wisnu juga tertulis dalam kitab Bharatayuda. Di mana dalam kitab tersebut Prabu Jayabaya dipuji sebagai &amp;lsquo;Pandito Ratu&amp;rsquo;.
Demikian pembahasan mengenai Mengapa Jayabaya dianggap sebagai Titisan Dewa Wisnu.</description><content:encoded>JAKARTA - Mungkin banyak yang belum mengetahui alasan mengapa Jayabaya dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu?
Prabu Jayabaya memiliki nama lengkap Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Dia merupakan Raja Kediri yang memerintah pada 1135-1157.

BACA JUGA:
Inilah Ramalan Prabu Jayabaya yang Dikaitkan dengan Pemilu

Di masa pemerintahannya, Kediri mengalami masa keemasan yang kabarnya terdengar jauh hingga ke negeri seberang. Hal tersebut wajar karena Prabu Jayabaya berhasil mengalahkan kerajaan Jenggala dan meleburkannya dengan Kediri.
Bukti-bukti penanda kekuatan dan kekuasaan Prabu Jayabaya bisa dilihat dari peninggalan sejarahnya, seperti Kakawin Bharatayuddha, Prasasti Jepun, dan lain-lain.
Karena kesuksesannya, Prabu Jayabaya kerap dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (23/8/2023), pengkultusan tersebut dapat terlihat dari prasasti Hantang atau Ngantang yang ditemukan di daerah Ngantang, Malang.
Dalam prasasti tersebut tertulis, &amp;ldquo;Sri Maharaja Sang Apanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa&amp;rdquo;
Yang apabila diartikan menjadi &amp;ldquo;Yang termulya raja agung Jayabhaya yang termulya tuan dari keadilan titisan Dewa Wisnu yang tidak tercela, yang kuat, yang berani, seperti Singa, yang memenangkan dunia dengan nama Uttunggadewa.&amp;rdquo;
Jika dilihat dari tulisan tersebut, terdapat dua pengertian yakni:
Sang Apanji Jayabaya merupakan nama pribadi sang raja. Sementara Sri Warmeswara adalah nama sucinya yang mengungkapkan sifat serta kedudukan Jayabaya.
Raja Jayabaya merupakan titisan Dewa Wisnu, yakni dewa yang memiliki tugas untuk memelihara hukum abadi dan diturunkan sewaktu dunia dalam keadaan kacau.
Bila merujuk pada kisah pewayangan, sosok Bathara Wisnu atau Dewa Wisnu mendapatkan tugas di dunia untuk memberantas segala bentuk wujud angkara murka baik lahir maupun batin, membangun hidup manusia, membangun bangsa dan negara, hingga mengayomi rakyatnya.
Berdasarkan kesamaan sifat dan karakteristik tersebut, maka tidak salah jika Prabu Jayabaya dianggap sebagai titisan dari Dewa Wisnu. Pasalnya, ia telah membuktikan kemampuan yang luar biasa dalam bidang kepemimpinan dan sebagai negarawan.
Selain muncul pada Prasasti Hantang, penyebutan Prabu Jayabaya sebagai titisan Dewa Wisnu juga tertulis dalam kitab Bharatayuda. Di mana dalam kitab tersebut Prabu Jayabaya dipuji sebagai &amp;lsquo;Pandito Ratu&amp;rsquo;.
Demikian pembahasan mengenai Mengapa Jayabaya dianggap sebagai Titisan Dewa Wisnu.</content:encoded></item></channel></rss>
