<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Slamet dan Mitos Ramalan Jayabaya yang Melegenda</title><description>Bahkan, mitos itu sampai saat ini masih diyakini warga sekitar lereng Gunung Slamet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda"/><item><title>Gunung Slamet dan Mitos Ramalan Jayabaya yang Melegenda</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda-H9FmRzGV7T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Slamet (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2870412/gunung-slamet-dan-mitos-ramalan-jayabaya-yang-melegenda-H9FmRzGV7T.jpg</image><title>Gunung Slamet (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC8xLzE2OTY0MC81L3g4bmc2bDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Slamet dan mitos ramalan Jayabaya menjadi legenda di kalangan masyarakat yang percaya bahwa Pulau Jawa akan terbelah bila Gunung Slamet meletus.
Jayabaya yang juga Raja Kediri itu meramalkan bahwa akan ada aktivitas vulkanis Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes dan Banyumas.
Bahkan, mitos itu sampai saat ini masih diyakini warga sekitar lereng Gunung Slamet. Terlebih lagi, gunung dengan ketinggian 3.428 meter itu berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Ungkap Dapat 548 Penghargaan Selama Pimpin Jabar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, ada pula masyarakat yang percaya bahwa jika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa akan menciptakan parit yang menyatukan pantai utara dan selatan Jawa. Cerita itu sudah lama berkembang di kalangan warga Banyumas dan sekitarnya yang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya.

BACA JUGA:
MNC Bank Hadirkan Chatbot MotionBank, Siap Melayani 24/7

Meski demikian, sampai saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata. Gunung Slamet masih cukup populer di kalangan pendaki meski medannya cukup sulit. Kaki Gunung Slamet terletak di kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Banyumas.
Tak jauh beda dengan gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia pada lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Sebagai informasi, Gunung Slamet sempat meletus pada 1999 dan sering mengalami erupsi kecil. Pada Maret 2014 status gunung ini menjadi waspada.Berdasarkan data PVMBG aktivitas Gunung Slamet masih fluktuatif. Penduduk setempat dan para pendaki mempercayai jika ada kerajaan gaib yang bisa dimasuki melalui gerbang berupa dua pohon besar.

Selain itu, pos 4 di jalur pendakian di Gunung Slamet juga dikenal sangat mengerikan dan angker. Saking angkernya pos tersebut tidak direkomendasikan untuk dijadikan tempat berkemah karena bakal banyak makhluk gaib yang akan mengganggu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Drawing Fase Grup Liga Champions Asia 2023-2024: Beda Nasib Cristiano Ronaldo dan Neymar Jr, Jordi Amat dan JDT Masuk Grup Neraka

Pos tersebut ditandai dengan dua pohon besar yang sejajar menyerupai pintu-pintu dan dipercaya sebagai pintu masuk kerajaan makhluk astral. Tak jarang juga makhluk ini menunjukkan wujudnya yang samar-samar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Oklin Fia Diperiksa Imbas Konten Jilat Es Krim

Selain itu, beberapa pendaki mengaku ketika turun dari gunung Slamet menuju basecamp bambangan, mereka seakan seperti berjalan di tempat.

Banyaknya orang yang meletakkan sesajen dan bertapa di tempat itu menambah kesan mistis gunung tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC8xLzE2OTY0MC81L3g4bmc2bDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Slamet dan mitos ramalan Jayabaya menjadi legenda di kalangan masyarakat yang percaya bahwa Pulau Jawa akan terbelah bila Gunung Slamet meletus.
Jayabaya yang juga Raja Kediri itu meramalkan bahwa akan ada aktivitas vulkanis Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes dan Banyumas.
Bahkan, mitos itu sampai saat ini masih diyakini warga sekitar lereng Gunung Slamet. Terlebih lagi, gunung dengan ketinggian 3.428 meter itu berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Ungkap Dapat 548 Penghargaan Selama Pimpin Jabar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, ada pula masyarakat yang percaya bahwa jika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa akan menciptakan parit yang menyatukan pantai utara dan selatan Jawa. Cerita itu sudah lama berkembang di kalangan warga Banyumas dan sekitarnya yang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya.

BACA JUGA:
MNC Bank Hadirkan Chatbot MotionBank, Siap Melayani 24/7

Meski demikian, sampai saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata. Gunung Slamet masih cukup populer di kalangan pendaki meski medannya cukup sulit. Kaki Gunung Slamet terletak di kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Banyumas.
Tak jauh beda dengan gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia pada lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Sebagai informasi, Gunung Slamet sempat meletus pada 1999 dan sering mengalami erupsi kecil. Pada Maret 2014 status gunung ini menjadi waspada.Berdasarkan data PVMBG aktivitas Gunung Slamet masih fluktuatif. Penduduk setempat dan para pendaki mempercayai jika ada kerajaan gaib yang bisa dimasuki melalui gerbang berupa dua pohon besar.

Selain itu, pos 4 di jalur pendakian di Gunung Slamet juga dikenal sangat mengerikan dan angker. Saking angkernya pos tersebut tidak direkomendasikan untuk dijadikan tempat berkemah karena bakal banyak makhluk gaib yang akan mengganggu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Drawing Fase Grup Liga Champions Asia 2023-2024: Beda Nasib Cristiano Ronaldo dan Neymar Jr, Jordi Amat dan JDT Masuk Grup Neraka

Pos tersebut ditandai dengan dua pohon besar yang sejajar menyerupai pintu-pintu dan dipercaya sebagai pintu masuk kerajaan makhluk astral. Tak jarang juga makhluk ini menunjukkan wujudnya yang samar-samar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Oklin Fia Diperiksa Imbas Konten Jilat Es Krim

Selain itu, beberapa pendaki mengaku ketika turun dari gunung Slamet menuju basecamp bambangan, mereka seakan seperti berjalan di tempat.

Banyaknya orang yang meletakkan sesajen dan bertapa di tempat itu menambah kesan mistis gunung tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
