<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Polusi Udara, Menko PMK Ungkap Kemarau Jadi Kendala Modifikasi Cuaca</title><description>Saat ini sedang dilakukan kajian agar modifikasi cuaca bukan hanya menarik awan-awan hujan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca"/><item><title>Atasi Polusi Udara, Menko PMK Ungkap Kemarau Jadi Kendala Modifikasi Cuaca</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca-vp3TWQRiAV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy/Foto: Binti Mufarida</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/337/2870472/atasi-polusi-udara-menko-pmk-ungkap-kemarau-jadi-kendala-modifikasi-cuaca-vp3TWQRiAV.jpeg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy/Foto: Binti Mufarida</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTYwMC81L3g4bmZoeGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa kemarau menjadi kendala Operasi Teknologi Modifikasi cuaca (TMC) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.



&amp;ldquo;Memang sekarang ini (kendala) puncak kemarau. Sehingga untuk mencegat awan itu agak susah karena kita belum bisa menggiring, hanya mencegat saja,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir kepada awak media di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fakta Baru Dampak Polusi Udara, Guru Besar UI Sebut Bisa Meracuni Usus



Muhadjir pun memastikan bahwa terus melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk mengatur rekayasa cuaca agar hujan bisa turun di Jakarta.



&amp;ldquo;Kalau kita punya teknologi penggiringan awan. Walaupun sekarang kita ini terus koordinasi, saya dengan pak kepala BNPB untuk mencari alternatif lain, termasuk mengatur rekayasa cuaca,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara DKI Jakarta, Warga Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan



Bahkan, kata Muhadjir, saat ini sedang dilakukan kajian agar modifikasi cuaca bukan hanya menarik awan-awan hujan. Sementara itu, saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang melakukan riset untuk melakukan modifikasi cuaca megatasi polusi Jakarta tanpa menurunkan hujan.




&amp;ldquo;Ya itu terus kita kaji, ini terus saya juga minta kepada Kepala BRIN apa tidak mungkin ada teknologi yang bisa menarik awan, bukan hanya mencegat. Ya selama mencegat, kalo tidak dicegat tidak bisa ya bagaimana. Ini sudah ratusan kwintal garam yang digunakan. Tapi belum signifikan kan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTYwMC81L3g4bmZoeGs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa kemarau menjadi kendala Operasi Teknologi Modifikasi cuaca (TMC) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.



&amp;ldquo;Memang sekarang ini (kendala) puncak kemarau. Sehingga untuk mencegat awan itu agak susah karena kita belum bisa menggiring, hanya mencegat saja,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir kepada awak media di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Fakta Baru Dampak Polusi Udara, Guru Besar UI Sebut Bisa Meracuni Usus



Muhadjir pun memastikan bahwa terus melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk mengatur rekayasa cuaca agar hujan bisa turun di Jakarta.



&amp;ldquo;Kalau kita punya teknologi penggiringan awan. Walaupun sekarang kita ini terus koordinasi, saya dengan pak kepala BNPB untuk mencari alternatif lain, termasuk mengatur rekayasa cuaca,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara DKI Jakarta, Warga Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan



Bahkan, kata Muhadjir, saat ini sedang dilakukan kajian agar modifikasi cuaca bukan hanya menarik awan-awan hujan. Sementara itu, saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang melakukan riset untuk melakukan modifikasi cuaca megatasi polusi Jakarta tanpa menurunkan hujan.




&amp;ldquo;Ya itu terus kita kaji, ini terus saya juga minta kepada Kepala BRIN apa tidak mungkin ada teknologi yang bisa menarik awan, bukan hanya mencegat. Ya selama mencegat, kalo tidak dicegat tidak bisa ya bagaimana. Ini sudah ratusan kwintal garam yang digunakan. Tapi belum signifikan kan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
