<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaksa Tepis Klaim Mario Dandy Bertemu David Ozora Hanya untuk Klarifikasi   </title><description>Pasalnya, peristiwa saat terjadinya pertemuan itu menggambarkan hal berbeda dengan klaim Mario.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi"/><item><title>Jaksa Tepis Klaim Mario Dandy Bertemu David Ozora Hanya untuk Klarifikasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi-hiRPYfuUP3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaksa membantah klaim Mario Dandy yang mengatakan tujuannya mengajak David Ozora bertemu hanya untuk klarifikasi. (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/338/2870394/jaksa-tepis-klaim-mario-dandy-bertemu-david-ozora-hanya-untuk-klarifikasi-hiRPYfuUP3.jpg</image><title>Jaksa membantah klaim Mario Dandy yang mengatakan tujuannya mengajak David Ozora bertemu hanya untuk klarifikasi. (Foto: Dok MPI)</title></images><description>JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui repliknya membantah klaim Mario Dandy yang mengaku awalnya bertemu David Ozora hanya untuk mengklarifikasi tentang tuduhan pelecehan AGH. Pasalnya, peristiwa saat terjadinya pertemuan itu menggambarkan hal berbeda dengan klaim Mario.

&quot;Terdakwa Mario Dandy mengklaim tujuan pertemuannya dengan korban David Ozora untuk mendengarkan penjelasan dari korban David. Namun, apa yang terjadi selama pertemuan tersebut memberikan gambaran berbeda dari klaim terdakwa,&quot; ujar Jaksa di persidangan, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacakan Replik, Jaksa Tagih Restitusi Rp120 Miliar kepada Mario Dandy

Menurut Jaksa, seorang individu yang menginginkan klarifikasi atau penjelasan itu harusnya mendengarkan dengan empati dan tanpa prasangka. Namun, dalam pertemuan tersebut, Mario meminta David melakukan serangkaian aktivitas fisik, seperti push up, sikap tobat dan plank.

&quot;Aktivitas itu bukanlah tindakan yang biasa diminta seseorang ketika ingin mendengarkan penjelasan, sebaliknya tindakan itu lebih menyerupai hukuman fisik yang diberikan seseroang yang dianggap bersalah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tuntut Hukuman Maksimal, Jaksa Sebut Kebohongan Jadi Penentu Kesalahan Mario Dandy

Jaksa melanjutkan, mengajak seseorang berbicara dan mendengarkan penjelasan seharusnya tak melibatkan tindakan fisik apapun, apalagi bersifat menghukum. Maka itu, tindakan Mario Dandy meminta David melakukan aktivitas fisik menunjukan adanya niat lain di balik pertemuan itu.

&quot;Niat tersebut bukan lagi sekadar mendengarkan penjelasan, melainkan untuk memberikan hukuman atau sanksi pada korban David. Sehingga, Mario mungkin berargumen tindaknya bersifat damai, klarifikasi, tapi tindakannya selama pertemuan itu menunjukan adanya motif lebih dalam, yaitu keinginan menghukum korban,&quot; jelasnya.Jaksa menambahkan, emosi sesorang dapat menjadi indikator kuat dari niat dan perasaan yang mendasarinya, terutama ketika emosi itu bereaksi terhadap sesuatu atau percakapan tertentu. Dalam konteks ini, rekaman CCTV telah memberikan bukti visual yang tak terbantahkan mengenai bagaimana Mario bereaksi setelah berinteraksi dengan David.



&quot;Dari rekaman CCTV, bukan hanya perubahan ekspresi wajah atau gerak-gerik tubuh Mario yang terlihat, tetapi ada eskalasi emosi yang signifikan,&quot; kata Jaksa.



</description><content:encoded>JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui repliknya membantah klaim Mario Dandy yang mengaku awalnya bertemu David Ozora hanya untuk mengklarifikasi tentang tuduhan pelecehan AGH. Pasalnya, peristiwa saat terjadinya pertemuan itu menggambarkan hal berbeda dengan klaim Mario.

&quot;Terdakwa Mario Dandy mengklaim tujuan pertemuannya dengan korban David Ozora untuk mendengarkan penjelasan dari korban David. Namun, apa yang terjadi selama pertemuan tersebut memberikan gambaran berbeda dari klaim terdakwa,&quot; ujar Jaksa di persidangan, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bacakan Replik, Jaksa Tagih Restitusi Rp120 Miliar kepada Mario Dandy

Menurut Jaksa, seorang individu yang menginginkan klarifikasi atau penjelasan itu harusnya mendengarkan dengan empati dan tanpa prasangka. Namun, dalam pertemuan tersebut, Mario meminta David melakukan serangkaian aktivitas fisik, seperti push up, sikap tobat dan plank.

&quot;Aktivitas itu bukanlah tindakan yang biasa diminta seseorang ketika ingin mendengarkan penjelasan, sebaliknya tindakan itu lebih menyerupai hukuman fisik yang diberikan seseroang yang dianggap bersalah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tuntut Hukuman Maksimal, Jaksa Sebut Kebohongan Jadi Penentu Kesalahan Mario Dandy

Jaksa melanjutkan, mengajak seseorang berbicara dan mendengarkan penjelasan seharusnya tak melibatkan tindakan fisik apapun, apalagi bersifat menghukum. Maka itu, tindakan Mario Dandy meminta David melakukan aktivitas fisik menunjukan adanya niat lain di balik pertemuan itu.

&quot;Niat tersebut bukan lagi sekadar mendengarkan penjelasan, melainkan untuk memberikan hukuman atau sanksi pada korban David. Sehingga, Mario mungkin berargumen tindaknya bersifat damai, klarifikasi, tapi tindakannya selama pertemuan itu menunjukan adanya motif lebih dalam, yaitu keinginan menghukum korban,&quot; jelasnya.Jaksa menambahkan, emosi sesorang dapat menjadi indikator kuat dari niat dan perasaan yang mendasarinya, terutama ketika emosi itu bereaksi terhadap sesuatu atau percakapan tertentu. Dalam konteks ini, rekaman CCTV telah memberikan bukti visual yang tak terbantahkan mengenai bagaimana Mario bereaksi setelah berinteraksi dengan David.



&quot;Dari rekaman CCTV, bukan hanya perubahan ekspresi wajah atau gerak-gerik tubuh Mario yang terlihat, tetapi ada eskalasi emosi yang signifikan,&quot; kata Jaksa.



</content:encoded></item></channel></rss>
