<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Terima Anaknya Ditampar, Pria Ini Polisikan Guru SMP   </title><description>Tidak terima anaknya F (14) seorang pelajar SMP, ditampar oleh gurunya membuat Ferli (38), warga Jalan Pipa Jaya&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp"/><item><title>Tidak Terima Anaknya Ditampar, Pria Ini Polisikan Guru SMP   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 05:36 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp-9b7tOFIrzJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/610/2869994/tidak-terima-anaknya-ditampar-pria-ini-polisikan-guru-smp-9b7tOFIrzJ.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>
PALEMBANG - Tidak terima anaknya F (14) seorang pelajar SMP, ditampar oleh gurunya membuat Ferli (38), warga Jalan Pipa Jaya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, melapor ke polisi.

Dihadapan petugas SPKT Polrestabes Palembang, Ferli mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi saat anaknya berada di dalam ruang kelas, pada Selasa 22 Agustus 2023.

&quot;Saat kejadian anak saya sedang bermain dengan teman sekelasnya,&quot; kata Ferli.

BACA JUGA:
Takut HP-nya Dicek, Pria Aniaya Pacarnya hingga Lebam

Lalu saat itu, F dihampiri oleh gurunya berinisial A. Selanjutnya, F langsung ditampar dua kali di bagian pipi hingga membuatnya terdiam.

Kejadian itu pun lalu diceritakan F kepada Ferli saat pulang sekolah. Bahwa anaknya juga mengaku sedang bermain namun tidak berisik atau membuat gaduh.

&quot;Harusnya kan marahi saja anak saya kalau memang salah, jangan langsung main tampar. Saya tentu tidak terima,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Duduk Perkara Guru di Malang Dimaki dan Dianiaya Kepala Sekolah
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah, mengatakan petugas sudah menerima laporan tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.



&quot;Petugas masih mengambil keterangan dari sejumlah saksi,&quot; katanya.



Meski begitu, berdasarkan informasi yang diterimanya, terlapor dan kepala sekolah sudah mendatangi rumah korban untuk bertemu keluarganya dan meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.</description><content:encoded>
PALEMBANG - Tidak terima anaknya F (14) seorang pelajar SMP, ditampar oleh gurunya membuat Ferli (38), warga Jalan Pipa Jaya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, melapor ke polisi.

Dihadapan petugas SPKT Polrestabes Palembang, Ferli mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi saat anaknya berada di dalam ruang kelas, pada Selasa 22 Agustus 2023.

&quot;Saat kejadian anak saya sedang bermain dengan teman sekelasnya,&quot; kata Ferli.

BACA JUGA:
Takut HP-nya Dicek, Pria Aniaya Pacarnya hingga Lebam

Lalu saat itu, F dihampiri oleh gurunya berinisial A. Selanjutnya, F langsung ditampar dua kali di bagian pipi hingga membuatnya terdiam.

Kejadian itu pun lalu diceritakan F kepada Ferli saat pulang sekolah. Bahwa anaknya juga mengaku sedang bermain namun tidak berisik atau membuat gaduh.

&quot;Harusnya kan marahi saja anak saya kalau memang salah, jangan langsung main tampar. Saya tentu tidak terima,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Duduk Perkara Guru di Malang Dimaki dan Dianiaya Kepala Sekolah
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah, mengatakan petugas sudah menerima laporan tersebut, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.



&quot;Petugas masih mengambil keterangan dari sejumlah saksi,&quot; katanya.



Meski begitu, berdasarkan informasi yang diterimanya, terlapor dan kepala sekolah sudah mendatangi rumah korban untuk bertemu keluarganya dan meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.</content:encoded></item></channel></rss>
